BAGIKAN
KRL seri 500 saat event khusus media | Foto: Jiji Press
KRL seri 500 saat event khusus media | Foto: Jiji Press

JASMERAH alias Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah, mungkin begitulah prinsip yang dipegang oleh Tokyo Metro, salah satu operator kereta di Tokyo, terhadap salah satu bagian sejarahnya yaitu kereta rel listrik (KRL) seri 500. KRL yang kini berusia 60 tahun ini dibawa pulang dari Buenos Aires, Argentina ke Tokyo, Jepang sebanyak 4 kereta.

Dilansir dari Japan Times, 3 kereta dari KRL seri 500 ini ditampilkan oleh Tokyo Metro di Dipo Nakano pada Senin (27/11). Namun pada kesempatan kali ini, hanya awak media yang dapat menyaksikan KRL seri 500 yang telah di-refurbish ini. Satu kereta lagi kemungkinan masih disimpan oleh Tokyo Metro di dalam bengkelnya.

KRL seri 500 ini merupakan armada kereta bawah tanah yang pernah beroperasi di jalur Marunouchi pada masa Tokyo Metro masih bernama Teito Rapid Transit Authority (TRTA) atau yang dikenal dengan Eidan Chikatetsu. Setelah pensiun pada 1996, sebanyak 110 kereta dibeli oleh Buenos Aires Underground untuk dioperasikan sebagai armada jalur B-nya. Hingga kini, Buenos Aires Underground masih mengoperasikan beberapa rangkaian dari KRL seri 500 ini namun akan segera digantikan oleh rangkaian kereta bawah tanah yang dibeli dari Madrid yaitu CAF 5000 dan CAF 6000 dalam waktu dekat.

4 kereta dari KRL seri 500 ini tiba dari Argentina dengan kondisi mengenaskan, penuh dengan grafiti dan juga karat yang menempel pada badan kereta. Pihak Tokyo Metro pun segera mengerjakan proses penyehatan rangkaian ini dengan melakukan perbaikan di setiap bagian kereta, lalu dicat kembali dengan skema warna aslinya yaitu merah dengan strip putih.

KRL seri 500 saat dibawa menuju workshop Nakano | Foto: 閉塞区間

Tokyo Metro akan membuat acara khusus untuk KRL seri 500 ini untuk umum pada 10 Desember 2017 mendatang. Tentu saja, acara seperti ini akan sangat menarik perhatian para pencinta kereta (Railfans) dan juga masyarakat. Pihak Tokyo Metro mengaku terkejut melihat angka peminat yang mendaftar melonjak tinggi hingga 10 kali lipat dari perkiraan. Kini, pendaftaran untuk acara tersebut telah ditutup oleh Tokyo Metro.

Rencananya, KRL tersebut akan digunakan untuk bahan belajar para insinyur muda mengenai teknologi kereta bawah tanah. Pihak Tokyo Metro mengatakan bahwa KRL tua seperti ini sangat cocok untuk dipelajari oleh para insinyur muda karena memiliki struktur serta sistem yang lebih simpel ketimbang KRL jaman now yang menggunakan sistem terkomputerisasi.

Ada informasi yang cukup menarik, Tokyo Metro berencana untuk mengoperasikan KRL seri 500 ini di jalur Marunouchi, tentunya setelah beberapa perbaikan lebih lanjut dan penyesuaian sistem.

Berminat ikut melihat KRL seri 500 ini, Kaoreaders?

Cemplus Newsline by KAORI