BAGIKAN
KRL Bandara Soekarno-Hatta Patah Pantograf
KRL Bandara yang mengalami patah pantograf. | Foto: Irvan Alaidrus Ilyas.

Setelah sempat mengalami kejadian patah pantograf saat menyelesaikan perjalanan uji coba perdana memasuki Stasiun Kereta Api (KA) Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang jalurnya baru saja tersambung, kali ini kejadian yang hampir serupa kembali terjadi pada rangkaian kereta rel listrik (KRL) akses Bandara Soekarno-Hatta yang masih dalam tahap uji coba. Pada Selasa (5/12) salah satu rangkaian KRL Bandara Soekarno-Hatta patah pantograf saat menjalani uji coba menuju Bandara Soekarno-Hatta dari stasiun Manggarai, Jakarta Selatan.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.00 WIB, berlokasi di jalur KA antara stasiun nonaktif Mampang dan stasiun Sudirman. Pantograf yang patah sendiri berada di kereta 5, dengan nomor kereta K1 1 17 47 yang merupakan rangkaian ketujuh (TS7) dari keseluruhan armada KRL akses Bandara internasional Jakarta ini.

Akibat kejadian ini, perjalanan KRL Commuter Line jalur lingkar (lintas Manggarai – Tanah Abang – Kampung Bandan – Kemayoran – Jatinegara P.P.) menjadi terhambat dan menimbulkan antrean. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab patahnya pantograf tersebut.

Ironisnya, menurut rencana rangkaian KRL tersebut akan membawa rombongan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi untuk meninjau kondisi terbaru dari kesiapan operasional jalur KA bandara kedua di Indonesia tersebut.

Seluruh armada KRL angkutan akses bandara Soekarno-Hatta ini dibangun oleh INKA, bekerja sama dengan Bombardier Transportation, dengan konfigurasi 6 unit kereta tiap rangkaiannya. Setiap 1 rangkaian dapat menampung maksimum 272 penumpang dalam sekali perjalanan. Total terdapat 10 rangkaian KRL Bandara yang akan dioperasikan oleh PT Railink, anak usaha patungan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Angkasa Pura II (AP-II) selaku operator layanan KA akses bandara.

Cemplus Newsline by KAORI