Apa itu genre Sci-fi? Science Fiction atau Fiksi ilmiah adalah suatu genre yang menitikberatkan imaginasi terhadap perkembangan teknologi dan ilmu masa depan. Anime dengan latar fiksi ilmiah kerap populer dengan tema di luar angkasa ataupun dengan tema distopia. Robot, pesawat luar angkasa, atau teknologi masa depan menjadi penghias dari tema fiksi ilmiah.

Kali ini, KAORI akan memberikan beberapa rekomendasi anime dengan latar fiksi ilmiah yang dapat menjadi salah satu pilihan pembaca untuk mengisi waktu luang anda.

Gintama

© Hideaki Sorachi /Shueisha / TV Tokyo / Dentsu / BNP / Aniplex

Lho, Gintama Sci-fi toh? Dengan setting zaman Edo ala masa depan, anime komedi tentang samurai yang membuka biro jasa bersama dua anak buahnya dapat saya katakan sebagai anime sci-fi. Seri komedi dewasa dengan setting futuristik yang terkadang memberikan nuansa serius yang tidak kalah menariknya dengan unsur komedinya membuat saya sangat merekomendasikan anime satu ini. Setelah membaca komiknya, saya rasa Gintama akan menjadi salah satu anime yang akan #menolaktamat.

Advertisement Inline

– Naufalbepe, KAORI Newsline

Level E

(C) Yoshihiro Togashi 1995-1997

Lucu, dan

– Hamdan Maulana, Chairman KAORI Nusantara

Argento Soma

© SUNRISE

Bagus.

– Hamdan Maulana, Chairman KAORI Nusantara

Paprika

©2004 Sony Pictures Classics, Satoshi Kon.

Di masa depan, sebuah alat untuk pengobatan psikoterapi telah dikembangkan. Alat itu dinamai DC Mini, sebuah alat yang membuat orang mampu menyelami mimpi orang lain. Di tangan yang benar alat ini mampu menyembuhkan gangguan psikologis. Namun bila di tangan yang salah justru menyebabkan bencana. Suatu hari, alat ini dicuri dan orang di sekitar pun mulai bertingkah aneh dan menyebabkan kerusakan. Atsuka Chiba bersama alter egonya Paprika pun berusaha mencari siapa dalang sebenarnya di balik pencurian dan peneroran mental ini.

Seru sekali menyaksikan mimpi-mimpi yang ada di anime ini, sangat imajinatif dan melambangkan situasi mental orang yang memimpikannya. Juga ada momen di mana penonton dibuat tidak dapat menerka apakah adegan yang ada itu adalah mimpi dan kenyataan. Saya merasa terjebak di sini. Meski begitu, menurut saya di sinilah bagian serunya. Semua karakternya adalah orang dewasa. Setidaknya bisa menjadi obat bagi yang selama ini sudah bosan melihat anak sekolahan wara wiri di anime SciFi meskipun ada orang dewasa yang sifatnya sama sekali tidak dewasa. Tampangnya juga bukan tampang-tampang terlalu beta atau terlalu alpha. Paprika yang menjadi tokoh utamanya lumayan cantik. Siapa sih yang mau menolak cewek cantik? Soal musiknya, saya benar benar menyukai musiknya yang pas dengan situasi di animenya. Kalau tidak salah musiknya ini memenangkan penghargaan musik terbaik di Tokyo Anime Award. Pas sekali. Secara keseluruhan anime ini lumayan bagus. Tidak heran film anime layar lebar Satoshi Kon yang terakhir ini mendapat penghargaan Newport Beach Film Festival untuk kategori film layar lebar animasi terbaik di tahun 2007.

– Rezky Amalia, Direktorat Opsartek

Senki Zesshou Symphogear

© PROJECT Symphogear

Lagunya bagus… ada Nana Mizukinya… ada Ayahi Takagakinya… ada Aoi Yuukinya… Tapi emangnya anime ini dihitung science fiction?

– Adi Wibowo Wendar, KAORI Newsline

Anime Symphogear berkisah seputar teknologi yang memanfaatkan relik peradaban kuno dengan kekuatan nyanyian untuk menghasilkan armor super canggih yang digunakan oleh satu tim gadis muda untuk menghajar monster dari dunia lain, alkemis Illuminati, sampai kekuatan dewa. Sebagai anime sci-fi, Symphogear tak segan untuk menantang hukum alam dan nalar, mendobrak dan meluluhlantakkan batasan antara hal yang mungkin dan tidak mungkin dengan aksi pertempuran canggih yang bombastis, plot konspirasi yang gempar, dan momen-momen heboh seperti mengganti gunung tertinggi kedua di dunia dan demonstrasi teknik menghindari misilnya yang revolusioner.

– Halimun Muhammad, The Indonesian Anime Times

Suzumiya Haruhi no Yuutsu

(C)2007,2008,2009 Tanigawa-ryū / SOS-dan

Anime ini terlalu fenomenal untuk saya komentari. Baik dari segi alur cerita, kualitas gambar, hingga karakter tokoh-tokohnya merupakan hal yang berbeda dibanding anime-anime yang tayang di masa itu. Juga, anime ini memiliki tren yang sampai sekarang masih diingat oleh penggemar di masa sekarang. Misalnya saja permulaan booming-nya anime yang diadaptasi dari novel ringan, goyangan hare-hare yukai yang amat khas, hingga peristiwa Endless Eight yang sempat menggemparkan jagad perwibuan pada masa itu. Alur ceritanya saja juga sangat di luar kotak pada masa itu: Seorang anak SMA yang dipertemukan dengan esper, alien, dan penjelajah waktu, yang mereka semua berkumpul karena sosok Haruhi yang sebenarnya memiliki kekuatan sekelas dewa. Meskipun alurnya luar biasa aneh, tapi cerita riweuh-nya Haruhi berhasil memikat hati penonton maupun pembacanya. Bahkan setelah 12 tahun anime ini selesai tayang.

– Razif Kurniawan, The Indonesian Anime Times

Toaru Majutsu no Index

© Kazuma Kamaike / ASCII · Media Works

Menurut saya, anime ini dapat menggabungkan unsur-unsur fiksi ilmiah dengan unsur “magic”. Ber-setting di Academy City, sebuah kota fiksi di mana anak-anak dilatih untuk mengembangkan potensi kekuatan ‘esper’-nya, banyak sekali yang dapat dipetik untuk sisi fiksi ilmiahnya. Kekuatan ‘esper’ ini berdasarkan ilmu-ilmu sains yang dijadikan fiksi, contohnya ada satu pemilik kekuatan yang berdasarkan ilmu vektor. Walaupun menurut saya spin-off dari anime ini, Toaru Kagaku no Railgun, lebih menonjolkan sisi “science”-nya dibandingkan dengan seri ini karena lebih menonjolkan sisi “magic”, akan tetapi dikarenakan seri ini akan mendapatkan musim ketiganya di 2018, saya lebih merekomendasikan ini. Untuk yang diadaptasi dalam musim ketiga, akan ada unsur “science”-nya pula yang dapat membuat Anda semakin tertarik untuk mengikuti seri ini dengan membaca novel ringannya.

– Zacky Daffa Pratama, The Indonesian Anime Times

Dimension W

First Impression: Dimension W

Serial ini mengusung tema free infinite (mugen) energy dan dinamika perdebatan di dalamnya.

– Vincent C Bintang, KAORI Newsline

Seikaisuru Kado

© TOEI ANIMATION, KINOSHITA GROUP, TOEI

Sebelum membahas lebih jauh, perlu diingat bahwa ending dari anime ini bisa dibilang begitu divisif (kalau tidak mau dibilang “kurang memuaskan”). Meskipun begitu, bagi Anda yang sedang mencari anime sci-fi “serius”, Sekaisuru Kado dapat menjadi judul yang bisa dicoba.

Satu hal yang paling menarik dari Seikasuru Kado adalah anime ini mencoba untuk menghadirkan elemen drama dari genre “hard sci-fi” ala film-film Hollywood (seperti 2001: A Space Odyssey, Contact, dan Arrival), di mana ceritanya dikemas lebih serius dengan sedikit unsur realisme pada awal-awal episode dan tempo penceritaannya yang perlahan. Rasa penasaran para penonton berhasil dipicu dengan karakter zaShunina, makhluk dari dimensi anisotropik yang mencoba untuk memajukan umat manusia dengan berbagai teknologi uniknya. Apakah ia benar-benar “tulus” dengan tujuannya ataukah ia menyimpan maksud “tersembunyi”? Karakter utama di anime ini pun bukanlah seseorang dari pihak militer atau ilmuwan seperti di cerita sejenis, melainkan seorang negosiator pemerintah bernama Koujiro Shindo. Sebagai perwakilan umat manusia, Shindo pun menghadapi zaShunina di dalam kubus Kado-nya dengan keahlian bernegosiasi demi mendapatkan hal yang terbaik untuk kedua belah pihak.

Anime Seikasuru Kado juga hadir dengan segi teknis yang begitu baik. Dibuat dengan teknik 3D CGI, anime ini hadir dengan animasi yang tidak terasa kaku dan tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok dengan animasi 2D yang tetap digunakan untuk beberapa adegan. Bagian scoring (musik latar) dari anime ini juga berhasil menghadirkan nuansa “megah” dan “mistik” dari cerita animenya.

– Tanto D, KAORI Newsline

Mobile Suit Gundam: The 08th MS Team

© Suzumi · Sunrise

Meskipun bukan merupakan seri Gundam utama, seri yang berlatar pada waktu UC Era ini merupakan sebuah tontonan yang epik. Dengan musik pembuka dan penutup yang ikonik, 08th MS Team merupakan sebuah anime yang wajib ditonton oleh semua penggemar Gundam.

– Marwa Hasani Pranata, The Indonesian Anime Times

Doraemon

© 1970-2016 Fujiko Pro, TV Asahi, Shogakukan

Karena Doraemon adalah anime sejuta umat.

– Dody Kusumanto, Direktorat Opsartek

Sword Art Online

© 2016 Reki Kawahara/Published by Kadokawa Corporation ASCII Media Works/SAO MOVIE Project

Bukan hanya karena temanya yang fiksi ilmiah, Sword Art Online (SAO) juga sering dijadikan rekomendasi bagi teman-teman yang baru mulai menonton anime. Ceritanya memang sangat mencirikan impian setiap orang: terjebak di dunia game online, bertemu dengan berbagai perempuan cantik, mendapat seorang kekasih, dan menjadi pahlawan di game tersebut. Wajar saja jika karya dari Reki Kawahara yang berbentuk 20 jilid novel ringan ini mendapat adaptasi 9 seri komik, 2 musim seri anime (belum termasuk 2 judul yang sudah direncanakan akan tayang), 1 judul film, beberapa cerita spin-off, dan berbagai versi game.

Terlepas dari itu, tema fiksi ilmiah yang ditawarkan SAO memang cukup unik, yaitu VRMMORPG, suatu konsep game dimana pemain hanya perlu menggunakan sebuah helm (dinamakan NerveGear) yang tersambung dengan otak, lalu pikiranmu akan tersambung dengan game tersebut dan “voila!“, Anda akan merasakan sensasi masuk ke dalam dunia game, sementara badan Anda di dunia nyata masih tertidur pulas. Ide ini tentu masih terlalu jauh untuk diterapkan sekarang. Meskipun ceritanya sering dikritik karena tokoh utama yang terkesan overpowered, SAO menjadi contoh baik sebuah cerita fiksi ilmiah yang bahkan menginspirasi ilmuwan untuk mewujudkan konsep tersebut.

– Razif Kurniawan, The Indonesian Anime Times

Knights of Sidonia

© Nihei Tsutomu, Polygon Pictures

Salah satu seri sci-fi favorit saya. Mungkin anime ini tidak seterkenal Cowboy Bebop atau semeriah Gundam. Namun, cerita masa depan distopia di mana manusia harus melawan alien Gauna sembari bertahan hidup di luar angkasa yang berjudul Knights of Sidonia ini wajib masuk daftar rekomendasi anime sci-fi. Anime adaptasi dari komik Nihei Tsutomu yang digarap Polygon Pictures satu ini memiliki drama luar angkasa yang menarik, pertempuran robot melawan alien yang cukup seru dan menegangkan serta, tidak disangka-sangka, memiliki unsur moe. Benar, Anda tidak keliru. Moe.

Cerita dalam Knights of Sidonia ini bila dibandingkan dengan karya Nihei Tsutomu yang lain, yaitu BLAME, memiliki cerita yang lebih ringan walau masih bernada serius. BLAME  sulit saya rekomendasikan karena bertemakan hard Sci-Fi yang mungkin sulit dicerna. Selain itu, pemaduan unsur-unsur lain seperti drama, pertempuran robot dan moe membuat Knights of Sidonia mudah diterima oleh banyak orang tanpa mengurangi konten Sci-Fi-nya.

– Naufalbepe, KAORI Newsline

Bagaimana menurut Anda? Apakah ada anime sci-fi yang ingin Anda tonton? Ataukah judul-judul anime sci-fi lain yang ingin Anda rekomendasikan untuk para Kaoreaders? Mari berkomentar di artikel ini atau di laman media sosial KAORI Nusantara!

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.