BAGIKAN

Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, setelah hadir dalam bentuk 3 buah komik cetak bertehnolohy mutahir, juga sebuah sebuah kisah luntang-lantung minim faedah, kini Pendekar Cyborg, sebuah komik super futuristik yang (katanya) berasal dari masa depan ini akhirnya diumumkan akan hadir kembali dengan kisah barunya, yang kini diberi judul Pendekar Cyborg IV: Bangkitnya Cyborg Kuntilanak Ngutang. Sama seperti sebelumnya, kisah ini masih akan tetap nirmanfaat dan tanpa vaeda!

Yang menarik, sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, seri terbaru ini akan berbentuk komik digital, di mana seri terbaru ini akan muncul melalui instagram mulai 16 Mei 2018 mendatang.

Penasaran seperti apa komik baru ini? Intip lagi sejumlah teaser berikut ini:

Advertisement Inline

Pendekar Cyborg adalah sebuah cergam yang bertemakan homage tentang hal-hal lokal populer yang ada pada era 80an – 90an awal, seperti: manusia bionik, breakdance atau tari kejang/dansa briko, SKJ, film-film laga/silat lokal kelas B, PC DOS game dan tentunya gimmick masa kecil seperti gambaran, maen gundu, abang ager dsb. Dikemas dalam gaya komedi kecamatan retro-futurism nan kitschy.

Isinya sendiri menceritakan tentang seorang pendekar bionik bernama Prime Rage (dibaca dalam dialek Betawi) yang menjadi komandan pemimpin pasukan pemberontakan melawan cyborg-cyborg Jahad penjajah dari masa depan.

Pendekar Cyborg: Sebuah Komik (Katanya) dari Masa Depan

Isi digambar dengan menggunakan tehnik tehnolohy masa depan bergaya grafik monochrome/ black & white 8 Bit pixel-art dan sampulnya menggunakan teknik lukis dihital. Disertakan pula di dalamnya sebuah soundtrack sebagai peneman hati yang gumbira, bergaya retrowave / synthwave / chiptune / disco-mamang / belisirop-wave / oweowave / rukunwarga-dance-music.

Komik ini sendiri sudah diterbitkan dalam 3 seri. Intip ulasan dari komik pertama Pendekar Cyborg pada tautan berikut ini.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.