BAGIKAN
Antrian calon penumpang KRL di stasiun Cilebut (KAORI Nusantara / Faris Fadhli)

Sejak Sabtu (21/7) telah dilakukan pembaruan sistem piranti lunak elektronik untuk tiket (ticketing) oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) di seluruh stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek yang dilayani KCI. Tak disangka, proses pembaruan ini ternyata menimbulkan dampak negatif kepada pengguna jasa KRL Commuter Line yaitu terjadinya antrean yang cukup panjang di loket dan pintu elektronik di sejumlah stasiun.

Antrean terjadi karena adanya pengurangan loket maupun pintu elektronik yang dapat digunakan. Bahkan di beberapa stasiun, kartu multi trip (KMT) dan kartu uang elektronik keluaran bank belum dapat digunakan, sehingga para pemegang kartu tersebut dihimbau untuk menggunakan tiket harian berjaminan (THB). Berkurangnya loket maupun pintu elektronik yang berfungsi sendiri disebabkan proses instalasi sistem piranti lunak baru yang belum selesai seluruhnya.

Adanya kejadian ini berimbas kepada berkurangnya kenyamanan terutama bagi pengguna kartu KMT dan kartu bank. Keluhan pengguna pun tak dapat disembunyikan lagi, mulai dari lamanya transaksi di loket hingga untuk masuk ke stasiun melalui pintu elektronik yang terbatas dan memakan waktu karena antrean panjang.

Selain berkurangnya loket maupun pintu elektronik yang berfungsi, kurangnya sosialisasi mengenai adanya pembaruan sistem ini pun ditengarai sebagai penyebab antrian tersebut. Sejak beberapa hari sebelum pembaruan dimulai, pengguna jasa hanya diinformasikan untuk menukarkan KMT lama yang digunakan sejak awal pemberlakuan tiket elektronik, dengan KMT baru berbasis sistem Felica keluaran Sony yang akan menjadi dasar baru sistem piranti lunak tiket KCI.

Antrian Calon Penumpang
Antrian calon penumpang yang mengular di stasiun Pondok Cina. (KAORI Nusantara / Faris Fadhli)

Karena hanya diinformasikan untuk menukarkan KMT, banyak pengguna jasa yang kaget karena KMT dan kartu bank yang dimilikinya banyak yang tidak dapat digunakan di sejumlah stasiun, sehingga menimbulkan kesan pembaruan ini adalah sesuatu yang “mendadak”, karena tidak turut disosialisasikan sebelumnya.

Hingga berita ini diturunkan, pembaruan sistem masih berlangsung dan ditargetkan akan rampung pada Minggu (22/7) malam.

Cemplus Newsline by KAORI | Oleh: Restu Tri Laksana

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.