BAGIKAN

Comic Frontier (Comifuro) kembali dilaksanakan untuk kesebelah kalinya. Bertepatan dengan pembukaan dari Asian Games. Comifuro 11 dilaksanakan kembali di Kartika Expo, Balai Kartini. Jakarta Selatan pada 18-19 Agustus 2019. Seperti sebelumnya, Comifuro menghadirkan berbagai lingkar-lingkar kreatif dari komikus, illustrator, hingga korporasi serta para bintang tamu yang akan turut meriahkan acara pada Comic Frontier 11.

Ada pertemuan, ada pula perpisahan. Setelah hadir memeriahkan Kartika Expo, Balai Kartini selama 2 hari, akhirnya perhelatan Comifuro 11 berakhir juga pada Minggu malam, 19 Agustus 2018, menyisakan berbagai kenangan dari para insan-insan yang menghadirinya, sekaligus Kartika Expo, Balai Kartini sebagai saksi bisu dari kemeriahan Comic Frontier 11, dan juga 2 perhelatan Comifuro sebelumnya.

Pada hari Senin 20 Agustus 2018, tim KAORI Nusantara sempat berkunjung ke Kartika Expo, Balai Kartini yang sehari sebelumnya masih diramaikan oleh perhelatan Comic Frontier 11. Tim KAORI Nusantara sempat berjalan-jalan menyaksikan suasana dari “hari ketiga” Comifuro 11.

Di “hari ketiga” ini, hampir tak ada lagi sisa-sisa kemeriahan Comifuro yang baru saja diselenggarakan sehari sebelumnya. Apalagi hari menunjukkan sudah malam dan gelap, sehingga sudah tidak mungkin lagi untuk memasuki gedung Kartika Expo.

Meskipun begitu, tim KAORI sempat mengabadikan sejumlah suasana di dalam gedung utama Balai Kartini yang sebelumnya kerapkali dijadikan tempat para kameko beraksi memotret para Cosplayer yang mendatangi Comifuro 11. Berikut adalah perbandingan gedung utama Balai Kartini ketika Comifuro 11 masih berjalan, dengan suasana di “hari ketiga”:

This slideshow requires JavaScript.

Ketika Comic Frontier 11 masih berjalan

This slideshow requires JavaScript.

“Hari ketiga” Comic Frontier 11

Meski Kartika Expo sudah kosong dan gelap, namun bukan berarti aktivitas Balai Kartini di “hari ketiga” Comifuro 11 terhenti sama sekali. Hal ini dikarenakan masih terdapat acara di gedung utama Balai Kartini, yakni perayaan ulang tahun ke-35 dari Penerbit Mizan.

Penerbit Mizan adalah sebuah konglomerasi penerbitan yang didirikan pada tahun 1983. Penerbit Mizan senantiasa berusaha menyuguhkan konten-konten yang bermanfaat dan memberikan inspirasi. Dari hanya menerbitkan 30 judul buku di tahun pertamanya, kini Mizan meluncurkan tidak kurang dari 600 judul buku per tahun. Selain buku, Mizan pun merambah dalam pelbagai pengemasan konten digital dan audio-visual lain, seperti film, serial televisi, dan lainnya. Sesuai dengan namanya, “Mizan” (yang berarti “timbangan) selalu berusaha untuk menjadi penyeimbang dengan menyajikan informasi dari pelbagai sudut pandang.

This slideshow requires JavaScript.

Untuk mensyukuri perjalanan 35 tahun ini, Kelompok Mizan menyelenggarakan acara Milad Mizan pada hari senin, 20 Agustus 2018 bertempat di gedung utama Balai Kartini, Ruang Rafflesia, Gatot Subroto, Jakarta, bertepatan dengan sehari setelah perhelatan Comic Frontier 11, alias “hari ketiga” Comifuro 11.

Acara ini diawali dengan mengenang soso Hernowo Hasim, seorang editor senior Kelompok Mizan yang pada tanggal 24 Mei 2018 lalu telah berpulang. Tak lupa acara diikuti dengan penyerahan buku kenangan yang berjudul Mengikat Makna Selamanya kepada istri dari almarhum Hernowo Hasim.

Sebagai pembuka, budayawan Sujiwo Tejo menyuguhkan penampilan khusus yang diambil dari karyanya, yang berjudul Talijiwo Untuk Bangsa(ku).

This slideshow requires JavaScript.

Acara juga diisi dengan penyerahan hadiah bagi penerima Beasiswa Mizan 2018, baik program sarjana, Magister, maupun Doktoral. Program Beasiswa ini secara konsisten dijalankan setiap tahunnya oleh Kelompok Mizan sebagai salah satu bentuk program CSR dalam berkontribusi mengembangkan bidang keilmuan di Indonesia. Selain itu ada juga Pelincuran Seri Teroka yang bertemakan Seri Karya Cendekia Muda Meneroka Islam dan Indonesia. Teroka adalah sebuah program untuk menerbitkan tesis dan disertasi dari sarjana muslim Indonesia yang ditinjau oleh Dewan Penilai yang terdiri dari para pakar di bidangnya.

Di acara ini, penulis ternama Pidi Baiq sedianya akan turut mengisi acara. Hanya saja dirinya rupanya berhalangan hadir. Karenanya acara langsung dilanjutkan dengan peluncuran buku Yasmin Mogahed yang berjudul Reclaim Your Heart dan Love & Happiness yang dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia. Yasmin Mogahed adalah seorang pembicara dan penulis internasional dari Amerika Serikat yang banyak membahas tentang pengemkbangan personal dan spiritual. Ini merupakan kedatangan pertama kali Yasmin Mogahed ke Indonesia sebelum siangnya diadakan acara Public Lecture Reclaim Your Heart bersama Yasmin Mogahed di tempat yang sama dan merupakan rangkaian acara Mizan 35 ini. Acara ini ditutup dengan penampilan khusus dari Tompi. Rangkaian acara ini dipandu langsung oleh Inayah Wahid.

Sampai berjumpa di acara-acara lainnya yang diselenggarakan di Balai Kartini.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.