BAGIKAN
Konferensi Pers didepan ALFA-X (Kyodo News)

Teka-teki mengenai wujud Shinkansen eksperimental generasi terbaru, ALFA-X, mulai terkuak. Setelah sebelumnya hanya beredar hasil render-nya, Kereta Ujicoba No.1 untuk rangkaian shinkansen ALFA-X dipamerkan untuk media pertama kalinya di pabrik milik Kawasaki Heavy Industries di Kota Kobe, Perfektur Hyogo pada Rabu (12/12).

Shinkansen eksperimental ALFA-X adalah rangkaian shinkansen khusus untuk eksperimen dan pengujian yang dipesan oleh Japan Railway East (JR East). ALFA-X digunakan dalam proses penelitian dan pengembangan teknologi JR East untuk shinkansen generasi terbaru yang akan beroperasi dengan kecepatan 360 km/h. JR East akan menguji beberapa teknologi dan fitur baru, seperti pengaruh panjang “hidung” shinkansen terhadap tekanan udara dan tingkat kebisingan dalam terowongan, sistem pengereman otomatis saat gempa bumi, serta sistem suspensi terbaru. Untuk penelitian pengaruh panjang “hidung” shinkansen, JR East mendesain kedua ujung “hidung” ALFA-X dengan “hidung” yang berbeda panjangnya, hal itu dilakukan untuk mengetahui perbedaan antara keduanya.

Shinkansen eksperimental bukan pertama kalinya dimiliki oleh JR East, sebelumnya pada tahun 2005 JR East punya shinkansen Fastech 360S dan 360Z untuk eksperimen dan uji coba. Fastech 360 sendiri mampu melaju hingga kecepatan 400 km/jam. Namun hasil tes fastech 360 hanya menargetkan kecepatan 360 km/jam pada saat itu. Dan setelah serangkaian uji coba dengan fastech 360 lahirlah shinkansen seri e5 dan e6 pada 2011.

Kepala Bidang Pengembangan Sistem Kereta JR East Koji Asano menuturkan bahwa Shinkansen ALFA-X digadang-gadang akan menjadi shinkansen masa depan, dengan estimasi produksi kereta berikut prototipe selesai dalam 10 tahun. Shinkansen komersial hasil dari ALFA-X  rencananya akan digunakan dalam pengembangan jalur kereta shinkansen antara Tokyo sampai Sapporo pada tahun 2031. Untuk ALFA-X sendiri rencananya akan selesai dibuat pada Mei 2019, sebelum akhirnya siap untuk menjalani serangkaian test dan penelitian.

Cemplus Newsline by KAORI | Rizky Apriyanto

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.