BAGIKAN

Pada Minggu, 7 April kemarin acara High Tension Handshake Festival oleh grup idola JKT48 sukses diselenggarakan di Grand City Mall Surabaya. Acara ini dipadati ribuan fans yang datang dari berbagai daerah. Para fans ini juga ada yang tergabung ke beberapa komunitas fanbase JKT48, seperti Shanjunisme East Java, Ayanesia Jatim, Peta48 Blitar, Fans Desa 48, Bonek Idol, Graciactive, Fans Gaby, Family 46/48, dan masih banyak lagi.

Pada kesempatan kali ini KAORI meliput salah satu fanbase yang mengadakan sebuah gathering pada acara tersebut, yaitu Fans Desa 48. Gathering Fans Desa 48 ini baru diadakan pertama kalinya, karena komunitas fanbase ini terbilang baru. Mereka berdiri pada tanggal 9 Januari 2019, meskipun begitu mereka sudah memiliki hampir 50 anggota yang berasal dari bermacam-macam daerah di Indonesia. Peserta gathering Fans Desa 48 kali ini dihadiri 10 anggota lebih yang berasal dari daerah yang berbeda-beda. Ada Rian yang datang jauh-jauh dari Jakarta ke Surabaya yang pesawatnya baru landing 1 jam sebelum acara, ada Way Ming dari Bali, Fandi dari Madura yang sempat terjebak macet di Suramadu, Rizka yang menjadi satu-satunya anggota perempuan yang mengikuti gathering tersebut, ada juga Iqbal yang rumahnya paling dekat dari tempat HandShake Festival, dan juga para member lainnya.

Gathering Fans Desa 48 yang pertama ini hanya melakukan pengenalan dan pengakraban diri dari masing-masing individu. Beberapa dari mereka seperti Danu, Adi, Gilang, Faras, Frendi dan Hafidz ikut bermain game bersama member JKT48 ketika acara handshake berlangsung. Mereka berhasil menang dan mendapatkan hadiah langsung dari Okta JKT48.

Game dengan member JKT48
Beberapa anggota Fans Desa 48 berfoto bersama di atas panggung setelah acara
Advertisement Inline

Selain melakukan gathering, beberapa komunitas fanbase gabungan yang terdiri dari Shanjunisme East Java, Ayanesia Jatim, Peta48 Blitar, Bonek idol, Graciactive, Fans Gaby, Family 46/48 membuat project ucapan terimakasih kepada salah satu member JKT48 yang telah mengumumkan kelulusannya, yaitu Yupi JKT48. Para fans yang melakukan project ini membentuk tulisan “YUPI” ketika sang member tampil di atas panggung dari beberapa orang yang berdiri sambil menyalakan flash dan menyanyikan lagu solo yang dibawakan Yupi di JKT48 yaitu Migikata.

Project ini membuat Cindy Yuvia atau akrab disapa Yupi sempat menangis haru. Yupi juga merekam dan mengunggah videonya ke Instagram storynya.

Yupi JKT48

Cindy Yuvia sendiri adalah member JKT48 generasi kedua. Dia merupakan salah satu member yang menjadi “wajah” dari JKT48. Yupi juga baru saja menjadi ratu JKT48 setelah menang dari Shani JKT48 pada acara Senbatsu Sousenkyo (pemilihan umum) melalui dukungan dari para fans. Kelulusannya sangat disayangkan dari berbagai kalangan fans. Bagaimanapun juga dia tetap menjadi gadis “forever limited edition” para fans JKT48.

Akhir kata. Gathering Fans Desa 48 kali ini merupakan kali pertama setelah mereka berdiri sejak tanggal 9 Januari 2019 lalu, pada kesempatan ini Gathering mereka hanya sekedar pengenalan komunitas dan perkenalan masing-masing individu. perlu juga kita ketahui Fans Desa 48 adalah komunitas fanbase yang mencakup seluruh indonesia. komunitas ini di bentuk untuk membantu teman-teman dalam bersosialisasi mengenai idola mereka. Kenapa diberi nama fans desa? Itu karena kebanyakan teman-teman yang tinggal di desa memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi, dalam artian tidak memiliki teman se-hobi yang bisa diajak berkomunikasi dalam pembahasan mengenai 48 group dan sejenisnya, dan group ini dibuat untuk merangkul mereka.

Bagi Anda penggemar grup idola 48 Group dan sejenisnya yang tinggal di pelosok desa (di kota pun tak masalah) dan memiliki keterbatasan mengenai update berita idola maupun bingung mencari teman untuk cerita dan berbagai hal-hal mengenai Idol, mari gabung langsung ke group chat Whats’App Fans Desa 48 dengan cara hubungi kontak berikut (Admin: 081259695286).

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.