BAGIKAN
© Cho-Heiwa Busters & Mitsu Izumi/Gramedia/m&c!/Shuueisha

Anohana, atau yang dikenal sebagai Ano Hi Mita Hana no Namae o Bokutachi wa Mada Shiranai adalah sebuah proyek anime original yang terkenal karena kisah sedihnya. Anohana sendiri merupakan salah satu karya terkenal dari Mari Okada yang menjadi penulis skenario di animenya, yang kemudian juga terkenal dengan film Maquia (Sayonara no Asa ni Yakusoku no Hana o Kazarou) dan The Anthem of Heart. Tidak hanya seri anime saja, Anohana juga diadaptasi menjadi sejumlah media bacaan seperti novel, komik, hingga novel visual.

Di antara adaptasi tersebut adalah novel yang ditulis langsung oleh Mari Okada sendiri sebanyak 2 volume yang dirilis oleh penerbit MF Bunko Da Vinci pada 2011 dan 2012. Selanjutnya, ada adaptasi manga yang ditangani oleh Mitsu Izumi bersama Chou-heiwa Busters yang rilis pada majalah shounen Jump Square di bawah penerbitnya Shuueisha. Manga Anohana ini berjalan dari edisi Mei 2012 hingga Mei 2013, dan selesai dalam 3 volume. Versi manga Anohana ini telah dirilis di Indonesia oleh Gramedia di bawah label m&c! yang rilis pertama kali pada tahun 2019 ini. Selain itu ada juga gim berbasis novel visual yang dirilis hanya untuk handheld PSP dengan Guyzware sebagai developernya dan dirilis oleh 5pb.

Cho-heiwa Busters sendiri merupakan sebutan untuk tiga orang penting yang bekerja dalam produksi anime Anohana ini, yang terdiri dari Mari Okada, Tatsuyuki Nagai, dan Masayoshi Tanaka. Tetapi sebutan ini juga merupakan nama grup di mana para karakter utama Anohana saling terhubung.

© Cho-Heiwa Busters & Mitsu Izumi/Gramedia/m&c!/Shuueisha/Dok. Pribadi
Advertisement Inline

Kali ini, kita akan membahas versi manga dari Anohana yang sudah komplit rilisnya. Sesuai dengan cerita yang ada di seri animenya, manganya pun mengikuti alur cerita yang sama. Bahkan di manga ini eksekusi atau pembagian ceritanya sangat pas. Jika dibandingkan dengan versi animenya sendiri kita akan lebih mengenali latar dan karakter Anohana lebih mendalam, mengingat versi manganya yang menurut saya lebih mengutamakan garis besar ceritanya.

Ilustrasi yang indah pada manga Anohana ini menjadi kesan tersendiri, di mana saya terkesan dengan desain Menma yang terlihat kepolosannya, namun ada saja bagian di mana dia terlihat dewasa. Tidak hanya itu saja, desain para anggota Cho-Heiwa Busters juga memiliki kesan masing-masing yang mendalam, dan tidak bisa diungkapkan dalam kata-kata. Di sisi lain, kualitas translasi yang luwes alias mudah dicerna karena bahasanya yang ringan dan santai menjadi poin plus lainnya, yang membuat saya menikmati cerita di manga ini hingga baca berulang-ulang kali.

Poin utama dari kisah ini yang saya tangkap adalah kisah para anggota Cho-heiwa Busters yang memiliki kesusahan sendiri setelah kejadian yang menimpa Menma, dan cara mereka untuk mencari permintaan terakhir Menma serta mengabulkannya. Sebenarnya, agak sedikit berbeda dengan poin utama yang saya tangkap dari versi animenya mengingat animenya sendiri lebih memfokuskan kepada Jintan dan Menma dalam perkembangan karakternya melalui anggota Cho-heiwa Busters lainnya.

Sekian ulasan manga dari saya ini, tetapi yang saya harapkan agar Menma selalu bahagia meskipun sudah berbeda alam :’)

KAORI Newsline | Oleh Widya Indrawan

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.