BAGIKAN

Feather of Praying adalah sebuah gim indie bertemakan horor puzzle. Dibuat oleh 秋之忧郁 (Blue Autumn) dan dirilis tanggal 7 Juni 2018 oleh Ningbing Games di Steam, Feather of Praying merupakan salah satu gim RPG Maker yang tidak banyak dikenal di kalangan pencinta gim RPG Maker horor. Seperti kebanyakan gim RPG Maker lainnya, Feather of Praying tidak memerlukan spesifikasi komputer yang canggih. Gim ini hanya membutuhkan 1 GB RAM dan memori kurang lebih sekitar 150 MB.

Walaupun berasal dari Tiongkok, Feather of Praying dapat dimainkan dalam Bahasa Inggris hanya dengan membayar Rp 17.499,00 saja di Steam. Murah bukan?

Terbangun di Tempat Tak Dikenal

Advertisement Inline

Seperti layaknya gim bertema horor pada umumnya, cerita Feather of Praying dimulai dengan karakter utama kita yaitu seorang gadis remaja bernama Qiu Xiaoqi (16 tahun) yang terbangun di sebuah tempat tak dikenal. Demi mencari tahu apa yang terjadi pada dirinya, Xiaoqi pun akhirnya memberanikan dirinya dalam menelusuri tempat tak dikenal tersebut.

Dengan hanya berbekal senter dan lampu minyak, pemain diminta untuk menjaga Qiu Xiaoqi dari banyak jebakan mematikan. Gim ini memiliki banyak jumpscare hampir di setiap ruangannya. Saya sebagai salah satu pemain RPG Maker horor tentunya sudah cukup kebal dengan sebagian besar jumpscare tersebut, akan tetapi saya tetap merasa tegang setiap kali Qiu Xiaoqi diberikan pilihan untuk merangkak di tempat yang gelap dan sempit atau pun memeriksa suatu barang mencurigakan. Bisa kalian bayangkan betapa ngeri dan tidak berdayanya Qiu Xiaoqi andaikata ada “sesuatu” yang tiba-tiba muncul di hadapannya saat itu.

“Gelap begini, merangkak pula”  ©Ningbing Games

Dengan mengikuti instruksi dari kertas misterius yang tertempel di dinding, pemain dapat menghindari jebakan dan segala puzzle. Siapakah kira-kira yang menulis kertas-kertas tersebut? Hantu? Manusia?

Tentukan Sendiri Akhir dari Perjalananmu

Ada 5 ending di gim Feather of Praying, yaitu 1 Bad Ending, 2 Normal Ending, 1 Hidden Ending, dan 1 True Ending. Masing-masing ending memiliki syarat tertentu yang harus kalian lakukan selama bermain untuk mendapatkannya. Syarat yang paling terlihat adalah jumlah White Feather dan persentase POSP/mental pollution. White Feather dapat digunakan sebagai tempat save-an di manapun kalian berada, namun tentunya dengan bayaran 1 buah White Feather. Sedangkan persentase POSP/mental pollution akan naik apabila Qiu Xiaoqi mengalami kejadian-kejadian di luar nalar. Sebagian kejadian di luar nalar tersebut tentunya bisa pemain hindari karena dapat berujung pada Game Over.

“White Feather, salah satu penentu Ending” © Ningbing Games

Selain kedua hal tersebut, pemain juga dapat masuk ke mode New Game+ di mana pemain akan bermain Feather of Praying dari permulaan lagi. Malas? Tenang saja, save-an lama kalian bisa digunakan untuk New Game+ sehingga tidak perlu lagi mengulang  semuanya dari awal. Harap diingat bahwa 3 dari ending gim ini hanya bisa didapat di New Game+

“Tinggal cubit kalau kebanyakan Game Over” ©Ningbing Games

Kesimpulan

Menurunnya jumlah gim RPG Maker horor beberapa tahun belakangan ini saya pikir menjadi salah satu faktor dari ketidakpopuleran Feather of Praying. Durasi permainan gim ini tidaklah panjang, yaitu hanya sekitar 2 sampai 3 jam saja, ukuran normal untuk sebuah gim RPG Maker horor pada umumnya. Feather of Praying mungkin bisa disandingkan dengan gim RPG Maker horor terkenal seperti Mad Father dan The Witch’s House bila durasinya diperpanjang lagi hingga 5 sampai 6 jam.

Tema cerita Feather of Praying terbilang generik, tetapi di luar dugaan dapat menyentuh hati para pemainnya. Latar belakang cerita Qiu Xiaoqi sebagai karakter utama diceritakan dengan simpel dan rapi dalam durasi singkat. Suasana remang-remang di setiap map membantu membangun atmosfir horor di setiap ruangannya. Map di dalam gim ini dibuat dengan menggunakan engine RPG Maker VX Ace, sedangkan ilustrasi karakter dan CG digambar secara cantik oleh 雨兮 (YuXi).

“CGnya imut” ©Ningbing Games

Feather of Praying sangat mudah untuk dimainkan oleh kalian yang belum familiar dengan gim RPG Maker horor. Tingkat kesulitan puzzle yang sangat rendah dan banyaknya jumlah tempat save membuat Feather of Praying jauh lebih mudah ditamatkan sampai berkali-kali. Di luar dari beberapa kemudahan tersebut, gim ini memiliki jumpscare yang cukup kronis sehingga tidak dianjurkan untuk kalian yang mudah takut dengan hal-hal menyeramkan. Dengan mengesampingkan beberapa kesalahan translasi dan ketikan di versi Inggrisnya, saya pikir cerita di gim Feather of Praying tetap dapat kalian nikmati.

“Salah sedikit, harap maklum” ©Ningbing Games

Pemula dalam gim RPG Maker horor dan kuat dengan jumpscare? Feather of Praying dapat menjadi salah satu pilihan kalian.

KAORI Nusantara

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.