BAGIKAN

Masih ingat dengan GameStation? GameStation adalah salah satu majalah gim yang cukup terkenal di era 2000an awal dan kini telah bertransformasi menjadi portal daring. Pada masa keemasannya GameStation cukup dikenal, salah satunya dengan kru-krunya yang digambarkan “gila”, kocak, lagi imajiner. Siapa yang masih ingat dengan kebanyolan Sir Maul, Ksatria Sarung Hitam (KSH), Asek, hingga Akang 526 (Godjie) yang legendaris itu, pun dengan kru-kru lainnya yang tidak kalah “gila”?

Rupa-rupanya, bukan cuma mengulas gim saja. Namun para kru GameStation ini juga pernah “berpetualang” dalam sebuah gim RPG. Adalah GameStation Saga ~Fighter Machine~, sebuah gim RPG yang dikembangkan dengan software RPG Maker 2000, dan diedarkan secara terbatas sebagai bonus Majalah GameStation edisi ke-100, yang diterbitkan pada tahun 2004 lalu. Seperti apakah sebenarnya aksi para kru GameStation dalam sebuah gim RPG? Kali ini KAORI mempersembahkan ulasan dari gim GameStation Saga ~Fighter Machine~.

Sinopsis

Advertisement Inline

Bandung, Kantor Majalah GameStation jam 08.30. Sir Maul selaku pimpinan merasa bingung melihat kantor masih dalam keadaan kosong. Ia akhirnya menelepon dan mengancam kru yang lain dengan skill “Wage Reducer” (a.k.a Potong Gaji) untuk datang, tetapi hanya ada empat orang yang menjawab, yaitu Godjie 526 (Akang Godjie), KSH, BBB, dan Asek. Dalam rangka persiapan untuk memperingati edisi ke-100 Majalah GameStation, mereka pun ditugaskan untuk mencari sesuatu yang spesial untuk merayakannya.

Pencarian dimulai dan pada akhirnya mereka membawa pulang sebuah lampu yang konon katanya adalah lampu wasiat. Ternyata di dalam lampu wasiat tersebut bermukim jin yang dapat mengabulkan permintaan mereka. Setelah perdebatan dan berbagai lawakan jayuz kemudian, KSH berhasil menemukan satu permintaan.

“Biarkan kami mengalami pengalaman masuk dalam sebuah RPG!”

Siapa sangka bahwa permintaan yang ngasal lagi garing tersebut, pada akhirnya mengantarkan mereka semua dalam sebuah petualangan isekai?

“Bukan, ini Jakarta.” ©GameStation Magazine

Jadul dan Membosankan? Tentu saja Tidak!

GameStation Saga dibuat dengan menggunakan engine RPG Maker 2000 sekitar tahun 2003 oleh Mikaeru Shihojou a.k.a DivineLight dan Garde Astale. Grafik jadul RPGMaker 2000 kemungkinan besar membuat pemain zaman sekarang enggan mencicipi game keluaran tahun 2004 ini. Jangan khawatir! Tidak hanya unsur RPG yang kental seperti grinding level ataupun story dengan cerita yang mengambil setting kerajaan, game ini menawarkan berbagai fitur menarik, humor segar nan jayuz, dan story yang selalu membuat para pemainnya penasaran. Apalagi yang menarik dari gim ini? Banyak!

Pembagian Sudut Pandang

Selain Sir Maul dan kawan-kawan, tentunya ada karakter dunia isekai yang bergabung bersama mereka dalam petualangan. Mereka adalah Ravine Alastor, Maria Grywind, Akane Triwizard, Raidra Troas Flac, dan Revalt Alastor. Tentunya saat pertama kali terkirim ke dunia lain mereka tidak langsung bertemu, sehingga cerita akan berganti-ganti sudut pandang untuk memberi player pemahaman lebih lanjut mengenai jalan cerita dan asal-usul tiap karakter termasuk di pihak antagonis. Baik karakter dunia isekai maupun kru GameStation mempunyai inventory yang sama sehingga tidak perlu pusing memikirkan stok item. Setiap sudut pandang memiliki durasi yang pendek sehingga tidak akan membuat pemain cepat bosan.

Sistem Pertempuran

Tidak semua sistem di gim ini mencomot sistem bawaan dari RPGMaker 2000. Khusus untuk kru GameStation disediakan fitur DMS (Dynamic Status System) di mana setiap kali menang pertempuran, maka akan ada status yang naik secara random sesuai dengan job karakter masing-masing. Kalau beruntung kadang bisa mendapat “Lucky Seven Status”. Yang mendapat Lucky Seven maka statusnya akan naik sebanyak 5 poin. Sistem Level dan EXP tradisional tetap ada, meskipun hanya untuk para karakter dari dunia isekai saja.

Perbedaan sistem kedua kubu ini tentunya juga menimbulkan ketidakseimbangan, kru GameStation bisa terlampau lebih kuat karena mereka tidak bergantung kepada jumlah perolehan EXP musuh. Tidak heran kalau status mereka bisa dimaksimalkan di dungeon pertama kalau pemain niat untuk grinding di situ selama berjam-jam. Pembuat gim ini tentunya juga sadar akan adanya ketidakseimbangan ini sehingga dibuatlah batasan khusus untuk para kru GameStation. Equipment dan skill mereka hanya akan berkembang seiring berjalannya cerita.

Apakah itu artinya tidak ada toko equipment? Tentu saja ada. Para karakter dunia isekai masih harus mengganti equip mereka untuk menjadi lebih kuat. Mata uang di sini disebut “Genki”. Selain itu ada juga “Victory Point” yang didapat setiap kali menang pertempuran. Victory Point dapat ditukarkan dengan berbagai macam barang yang tentunya akan sangat membantumu apalagi kalau sedang kekurangan uang.

“Mashin Battle. Robotnya terlihat familiar ya?” ©GameStation Magazine

Jenis sistem pertempuran lainnya selain turn-based system bawaan dari RPGMaker adalah “Mashin Battle“. Dalam event tertentu kalian akan menemukan special battle dengan menggunakan Mashin (robot). Mashin memiliki serangan normal dan spesial. Untuk serangan spesial maka kalian harus menaikkan special powernya dengan menyerang normal atau bertahan. Mashin Battle lebih membutuhkan strategi karena pada pertempuran ini kalian tidak bisa menggunakan item apapun.

Tidak hanya itu saja, “Summon System” dan “Assistance System” juga turut berperan penting dalam membantu pertempuran di GameStation Saga. Assistance System atau Assist adalah summon yang aktif secara acak di tengah pertempuran. Tergantung kemampuan setiap assist, ada yang menyerang dan ada juga yang dapat menyembuhkan. Assist sendiri memiliki level. Untuk meningkatkan levelnya, maka assist tersebut harus digunakan  dalam pertempuran. Level maksimum setiap assist adalah 3 dan bisa dilihat di menu Assistance. Sementara itu, Summon System di gim ini terinspirasi dari berbagai seri Final Fantasy. Pada awalnya karakter harus meng-equip benda untuk bisa melakukan summon Century Beast. Setiap meng-equip benda summon dalam battle maka karakter akan memperoleh “Ability Point” dari summon tersebut. Apabila ability pointnya sudah mencapai nilai tertentu maka karakter dapat melakukan summon tanpa harus meng-equip itemnya.

Ulasan ini berlanjut ke halaman kedua.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.