ennichisai berakhir

Ennichisai merupakan salah satu event Jejepangan di Jakarta yang memiliki citra yang berbeda dibandingkan dengan yang lain. Pertama kali diadakan di tahun 2010, Ennichisai merupakan event jejepangan yang rutin berlangsung tiap tahun di Blok M. Acara ini sendiri juga memiliki reputasi sebagai event yang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan, dari pengunjung umum sampai cosplayer dan wota.

Setelah digelar selama 10 tahun berturut-turut sampai pada tahun ini, ketua umum panitia penyelenggara Daisei Takeya mengumumkan bahwa pada tahun 2020 acara ini akan ditiadakan untuk sementara waktu. Takeya juga menambahkan bahwa ada rencana untuk menggelar kembali acara Ennichisai, namun di lokasi yang berbeda.

Mengingat bahwa Ennichisai memiliki nama yang sangat besar dalam skena event jejepangan di Indonesia, kami mengumpulkan beberapa komentar dari staf kami untuk menceritakan sedikit kesan dan pesan dalam pengalaman menghadiri event ini.

Advertisement Inline

Seperti apa kesannya? Intip komentar para staf KAORI mengenai event legendaris Blok M berikut ini:

Aditya Rizqi Fadlillah – Penulis Fitur dan Reviewer (KAORI Newsline)

“Banyak kenangannya sih, tapi yang paling berkesan adalah pertama kalinya terjebak dalam lautan manusia, susah sinyal, dan pada akhirnya sedikit membuat saya dan teman saya bertengkar. Sekarang justru jadi bahan bercanda setiap ke Ennichisai wkwk.”

Dean Astarada – Staf Media Sosial & Peliput Lapangan

“Mulai mengikutinya sejak 2014, Ennichisai sudah saya anggap sebagai salah satu “Major Event” yang berpengaruh bagi scene jejepangan di Indonesia. Bagi saya sendiri, layaknya AFA, Ennichisai juga telah memberikan pengalaman dan pertemanan yang sangat luas sehingga mendengar bahwa acara tahun ini adalah acara yang akan dilaksanakan di Blok M, saya merasa cukup emosional mendengar kabar tersebut. Semoga di tahun yang akan datang lokasi berikutnya tetap menghasilkan vibe dan keseruan yang sama seperti yang dilaksanakan di Blok M selama satu dasawarsa ini. Thank You Ennichisai!”

Cakra Bhirawa – Staff Medsos KAORI Nusantara

“Ennichisai ke 8 merupakan Ennichisai pertama saya melihat stan KAORI secara langsung, dan tentunya langsung khilaf merch Si Kaori (karena waifu idaman saya) dan acara ke 9 merupakan volunteer pertama saya di luar Comifuro serta pengalaman yang terbaik karena bisa melihat sisi lain Ennichisai bukan sebagai pengunjung.”

Keinda D. Adilia – Staff (The Indonesian Anime Times)

“Di Ennichisai inilah saya bertemu dengan teman lama hingga berkenalan dengan teman baru yang tentunya memiliki ketertarikan yang hampir sama. I’m not a fan of overcrowded place but I’m the one who absolutely love the vibes of this event’s crowd. It’s somehow amazed me. Kayak kita semua berkumpul dari berbagai macam background dan komunitas tapi kita dikumpulkan dalam kesenangan yang sama. Dan kalau belum desak-desakan di sini, jadi berasa ada yang kurang. Hahahahaha.”

Widya – Penulis Review (KAORI Newsline)

“Kakigori 10rb dengan rasa bagai di surga serta main kartu TCG haikyuu untuk pertama kali”

Risa – Peliput Lapangan (KAORI Newsline)

“Lagi jualan di booth Momotaro ketemu depan mata sama Ola dan sama Boys Group Jepang, yaitu Colon. Pengen foto tapi mereka ga ada translatornya”

Hasya Azka Pudjadi – Reviewer (KAORI Newsline)

“Kehadiran pengunjung yang terlalu ramai dan padat membuat jiwa dan raga saya menjadi lelah..”

Reza Arrasyid – Penulis Fitur dan Reviewer (KAORI Newsline)

“Ennichisai, atau kalau sebutan saya sih, Lebaran Wibu yang diselenggarakan setahun sekali di Blok M ini selalu memberi kenangan setiap tahunnya. Dari mulai kuliner unik yang jarang ditemui, sampai Mikoshi yang selalu memutari Blok M setiap tahun, dan setelah mencicipi kuliner disana, selanjutnya seru-seruan dengan komunitas, teman maupun circle internet saya yang berjumpa disana. Setelah itu acara yang paling saya tunggu adalah penutupan acara, yang dibarengi oleh DJ Anisong ternama setiap tahunnya, mendengarkan musik Anisong sendiri itu berbeda ketika mendengarkannya bersama-sama. Meriahnya saat penutupan tersebut, membuktikan bahwa para pengunjung di sini itu tidak sedikit, dan mungkin akan selalu bertambah setiap tahunnya. Tapi, sayangnya takdir berkata lain, bahwa Ennichisai yang kabarnya tidak ada lagi di tahun depan, membuat saya sedih, tapi jika nanti acara ini mungkin dipindahkan ataupun ada lagi di Blok M, saya akan menantikan hal tersebut, Thanks Ennichisai untuk setiap tahunnya.”

Aldin Firgiawan – Penulis Fitur dan Reviewer (KAORI Newsline)

“Udah gak kerasa 10 tahun Ennichisai digelar, tapi sayang banget kalau ini yang terakhir di kawasan Blok M, padahal tempat dan eventnya juga pas di kawasan Blok M yang dijuluki “Little Tokyo”. Berkat event tersebut bisa mempererat kerjasama antara Indonesia & Jepang, secara pribadi berkat event ini bisa dapat teman baru dan bisa mengekspresikan diri juga lewat cosplay. Semoga ke depannya Ennichisai bisa jadi event yang bisa mempererat kedua negara dan semakin meriah.”

Ferdian Tiraska – Penulis Fitur dan Reviewer (KAORI Newsline)

“Ennichisai adalah salah satu dari sekian event terbaik yang pernah saya kunjungi. Di sini juga saya bertemu dengan REDSHiFT”

Caesar Esaputra Sutrisna – Penulis Fitur (The Indonesian Anime Times)

“Ennichisai udah sangat identik dengan Blok M dan sebaliknya juga, jadi rasanya sulit buat ngebayangin yang satu tanpa yang satunya lagi. Konten di sini sendiri sudah unik dan gak ada di acara manapun dengan elemen tradisional, pop culture, sama kulinernya. Tetapi ketika semua itu adanya di ruangan yang umum dan terbuka banget, jadinya banyak interaksi yang spesial. Satpam yang gak pernah bersinggungan dengan jejepangan minta foto bareng cosplayer. Ada break Azan Maghrib di sela-sela perform idol. Gak ada acara lain yang bisa kaya gitu selain Ennichisai di Blok M.”

Halimun Muhammad – Managing Editor (The Indonesian Anime Times)

“Saya pertama kali ke Ennichisai di tahun 2014. Waktu itu saya mengajak teman saya yang membuat skripsi tentang Cool Japan untuk mengamati langsung suatu bentuk nyata pengenalan budaya Jepang di Indonesia. Apalagi tempatnya mudah dijangkau dari Depok dengan KRL dan Busway. Saat itu stasiun TV WakuWaku Japan juga belum lama telah mulai beroperasi, dan acara ini tentu saja tidak dilewatkan untuk berpromosi dengan membuka booth, lengkap dengan satu pesawat televisi yang menayangkan WakuWaku Japan. Kebetulan saat kami lewat di booth itu, televisinya sedang menayangkan Himitsu Sentai Gorenger. Ya, serial pertama dari waralaba Super Sentai yang telah berusia puluhan tahun itu merupakan salah satu program WakuWaku Japan di awal kemunculannya, dan menonton satu episode itu merupakan suatu pengalaman yang luar biasa. Tampil dengan kostum dan peralatan yang jauh dari canggih untuk ukuran masa kini, namun sangat hidup dengan laga fantasi yang bombastis, benar-benar menunjukkan kualitas tokusatsu sebagai tontonan bagi mimpi dan imajinasi anak-anak. Kami berdua sangat terpesona olehnya.”

Tanto Dhaneswara – Editor (KAORI Newsline)

“Ennichisai merupakan salah satu event jejepangan terbesar yang ada di Jakarta, atau mungkin Indonesia. Kalau boleh diibaratkan dengan dunia balap, bila gelaran AFAID bisa disandingkan dengan event 24 Hours of Le Mans yang terhitung sebagai salah satu event balap ketahanan besar dan “elit” (The… Elite! The The Elite! *eh…*), maka gelaran Ennichisai bisa disamakan dengan event 24 Hours of Nurburgring. Sama-sama besar dan ditunggu-tunggu, namun terasa lebih “merakyat.”

Balik lagi ke soal memori, pengalaman pertama saya jalan-jalan ke event ini pada 2014 lalu sebenarnya bukan pengalaman yang menyenangkan. Waktu itu saya OTW ke event bareng teman-teman di komunitas wibu kampus, tetapi setelah sampai di Terminal Blok M hape saya malah kecopetan. Efek terlena nge-GB event game Love Live! SIF waktu itu. Alhasil dari yang awalnya ingin segera keliling-keliling area event bareng anak-anak kampus pun akhirnya malah jadi stres karena efek hape hilang. Untungnya di Ennichisai tahun depan dan selanjutnya tidak ada lagi cerita barang kecopetan.

Event Ennichisai 2019 bagi saya bisa dibilang sebagai sesuatu yang “berbeda”. Event ini jadi event jejepagan pertama saya sebagai seorang… “salaryman” [rada nguli], event jejepangan pertama (?) yang disponsori langsung oleh sebuah game ponsel yang populer di kalangan wewibuan dan kebetulan juga suka saya mainkan (Kiana apa kabar?), dan juga event pertama yang juga saya datangi dengan moda transportasi baru MRT yang letak stasiunnya ternyata dekat dari TKP acara. Di sisi lain, beberapa teman-teman di komunitas wibu kampus pun kini juga ikut nyambi di Ennichisai dengan job yang macem-macem, mulai dari volunteer hingga staf jaga booth.

Satu hal yang pasti, event Ennichisai tampaknya masih akan tetap diselenggarakan walau ternyata harus pindah tempat. Di manakah dan kapankah Ennichisai selanjutnya akhirnya akan digelar? Itulah pertanyaan yang jawabannya sangat ditunggu-tunggu oleh kita para penikmat jejepangan, alias wibu.

Rizky Maulana – Penulis Fitur dan Reviewer (KAORI Newsline)

“Kenangan saya di Enni adalah mendapatkan nendo asli incaran dengan harga terjangkau”

Dody Kusumanto – Senior Editor (KAORI Newsline)

“Ennichisai merupakan salah satu event Jejepangan yang cukup spesial dan unik dibandingkan event Jejepangan yang lainnya. Lokasinya selama ini yang terletak di daerah komplek pertokoan Little Tokyo Blok M telah memberikan sebuah feel yang khas dibandingkan event-event Jejepangan yang biasanya diadakan di mall, sekolah, kampus, lapangan, atau convention center. Berkat lokasinya tersebut, acara ini terasa sebagai sebuah “event komplek” yang lain daripada yang lain. Mendengar bahwa Ennichisai tidak akan diselenggarakan kembali di Little Tokyo Blok M, jujur saya merasa pesimis. Karena Little Tokyo Blok M sudah merupakan lokasi yang sempurna, di mana di sana adalah lokasi komplek niaga dengan jumlah populasi ekspatriat Jepang yang cukup signifikan, dan sudah punya sejarahnya sendiri. Sulit membayangkan akan seperti apa lokasi baru ke depannya, sebuah komplek pemukiman atau pertokoan yang dihuni banyak ekspatriat Jepang, di situlah lokasi yang pantas untuk Ennichisai.

Pada akhirnya, mendengar bahwa Ennichisai 2019 adalah Ennichisai terakhir yang dilaksanakan di Blok M, saya sampai membela-belakan diri untuk menghabiskan waktu saya di hari terakhirnya, bahkan sampai malam ketika eventnya sendiri sudah selesai, semuanya demi mengenang Ennichisai yang sudah menjadi event yang selalu ditunggu-tunggu. Setelah ini, Ennichisai mungkin memang masih akan tetap ada. Tapi semuanya tidak akan pernah sama lagi. Ennichisai tidak akan pernah sama lagi, Blok M juga tidak akan pernah sama lagi.”

Demikian berbagai macam komentar dari staf kami mengenai pengalamannya menghadiri Ennichisai, baik dari yang pertama di tahun 2010 maupun yang terakhir di tahun 2019. Kami harap suatu hari nanti Ennichisai akan kembali datang dengan suasana lebih meriah.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.