BAGIKAN
CIAYO Comics

CIAYO Comics, platform komik pertama yang dikembangkan oleh anak bangsa Indonesia, mengumumkan kerjasama eksklusif dengan ponsel gaming Black Shark 2 Pro, yang baru saja memasuki pasar Indonesia pada 26 Oktober 2019. Lewat kerja sama ini, Black Shark 2 Pro akan menampilkan platform komik digital CIAYO Comics dalam bentuk pre-installed app. Artinya, aplikasi tersebut sudah tertanam di ponsel dan dapat diakses secara permanen, sebelum ponsel sampai ke tangan konsumen.

“Tim kami secara khusus membangun aplikasi baca komik digital yang praktis, yang dilengkapi konten komik lokal secara keseluruhan sebagai bagian dari dukungan dari industri kreatif terhadap perekonomian. Nantinya, kerja sama serupa juga akan kami lakukan dengan beberapa brand lain, yang juga memasukkan platform digital CIAYO Comics ke dalam gawainya,” ujar Fahmi Hamka, Business Development Manager CIAYO Comics.  

Konsistensi CIAYO Comics dalam membesarkan ribuan komikus lokal Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi brand-brand besar ini untuk bekerja sama. Apalagi, saat ini CIAYO Comics telah memuat lebih dari 1000 judul komik kreasi lebih dari 500 komikus lokal, ratusan komunitas, serta studio komik dari seluruh Indonesia.

Advertisement Inline

“Berkat muatan lokal ini, kami sudah resmi tersertifikasi 70% Takaran Kandungan Dalam Negeri (TKDN) oleh Sucofindo. Pencapaian ini sekaligus menjadi kesempatan emas bagi kami untuk melebarkan kerja sama dengan brand-brand besar yang akan memperkuat pasarnya di Indonesia, sekaligus mendorong ekspor produk teknologi lokal,” tambah Fahmi.

TKDN merupakan persentase komponen produksi buatan Indonesia yang umumnya digunakan dalam sebuah produk ponsel 4G/LTE. Tujuannya untuk mengurangi defisit perdagangan akibat banyaknya produk impor yang masuk ke Indonesia. Berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian, untuk memasarkan produknya di Indonesia, sebuah ponsel dan produk komputer harus memenuhi aspek manufaktur dan menghadirkan lebih banyak aplikasi asli Indonesia. 

Karenanya, berbagai pengembang produk ponsel 4G/LTE, seperti Black Shark pun terus berupaya untuk memasukkan konten aplikasi lokal ke dalam software-nya.  Fahmi menambahkan, “Namun, yang dibutuhkan bukan semata produk buatan anak bangsa saja. Untuk dapat membawa produk luar negeri masuk ke pasar Indonesia, aplikasi lokal harus memastikan 100% konten lokal di dalam komponen-komponen pre-installed app-nya, seperti rancang bangun, tenaga kerja, sertifikat kompetensi, hingga peralatan kerja. Suatu pencapaian bahwa CIAYO Comics sudah melengkapi seluruh komponen lokal tersebut.”

Aturan TKDN ini menjadi strategi pemerintah untuk mendorong ekspor produk elektronik lokal, dan berdasarkan data Kementerian Perindustrian (Kemenperin), hasilnya kini sudah meningkat signifikan. Kemenperin mencatat sepanjang tahun 2018, nilai ekspor dan industri elektronik mencapai USD 8,2 miliar, atau naik dari USD 7,9 miliar di tahun 2017. Angka impor ponsel cerdas juga menurun, dari 60 juta unit pada 2014 menjadi 3,89 juta unit di semester I tahun 2018.

“Potensi pertumbuhan ekonomi yang besar ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami para pengembang aplikasi lokal, untuk mampu menciptakan kreasi yang menarik bagi brand-brand global, agar mampu mengimbangi kualitas produk tersebut. Karenanya, kami akan terus mengembangkan karakter-karakter IP lokal yang selama ini menjadi identitas CIAYO Comics, seperti Chips, Hana & Mr Arrogant, Si Nopal, Si Juki, dan Mang Awung. Semakin dikenal suatu IP, bukan hanya membuat nilainya semakin tinggi, tetapi juga menarik lebih banyak kerja sama dengan brand-brand global untuk tingkatkan eksistensi IP lokal CIAYO Comics,” tutup Fahmi.

KAORI Newsline | Informasi yang disampaikan berasal dari pihak pemberi siaran pers dan tidak merepresentasikan kebijakan editorial KAORI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.