Setelah melewati tahun 2019 yang penuh dengan lika-liku, MRT Jakarta kembali menggelar Forum Jurnalis pertamanya pada tahun 2020 pada Kamis (30/1). Dalam Forum Jurnalis Januari 2020 kali ini, MRT Jakarta membeberkan hasil pencapaian selama 2019 dan perkembangan ke depan untuk Fase II. Apa pencapaian dan perkembangannya?

1. Jumlah Penumpang Selama 2019

Selama 2019, MRT Jakarta berhasil mengangkut penumpang sejumlah 24.621.467 penumpang, dengan jumlah penumpang perhari sejumlah 90.000-an/hari. Jumlah tersebut terakumulasi dari tanggal 24 Maret – 31 Desember 2019.

Advertisement Inline

Dan untuk 2020, Direktur Utama PT. MRT Jakarta, William Sabandar, menargetkan untuk jumlah penumpang perhari sebesar 100.000/hari.

2. Perusahaan Patungan MITJ

Pada bulan ini, perusahaan patungan antara PT. Kereta Api Indonesia dan PT. MRT Jakarta dibentuk, yaitu PT. Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ). MITJ ini akan mengelola dan menata 72 stasiun kereta api yang berada di Jabodetabek, termasuk kereta api bandara, dan KRL Commuter Line. Akan ada 4 stasiun yang menjadi pilot project dari penataan stasiun yang terintegrasi dengan moda lainnya, yaitu stasiun Pasar Senen, stasiun Sudirman, stasiun Tanah Abang, dan stasiun Juanda.

Selain itu, kedepannya MITJ akan segera melakukan studi untuk konsep integrasi transportasi Jabodetabek, dan bahkan studi kelayakan (Feasibility Study) untuk Jalur Loopline Elevated.

3. Pekembangan QR Code Ticketing

QR Code Ticketing di MRT Jakarta akhirnya ditunjukkan secara terbatas dalam Forum Jurnalis kali ini. Para awak media yang terpilih berkesempatan untuk mencoba dan merasakan QR Code Ticket untuk tap-in dan tap-out.

Untuk menggunakan QR Code tiket, penguna wajib membeli tiket perjalannya melalui aplikasi yang dikembangkan oleh MRT Jakarta. Setelah membeli tiket di aplikasi MRT Jakarta, akan tersedia QR Code untuk tap-in. Setelah tap-in, QR Code tiket akan berubah menjadi tap-out.

Untuk saat ini, mesin QR Code scanner terpasang secara terpisah di depan gate yang telah terpasang sebelumnya. Berikut video saat ujicoba QR Code Ticketing.

4. Perkembangan Fase II

Untuk perkembangan fase II, MRT Jakarta membaginya dalam 2 bagian, yaitu Fase IIA yang menghubungkan Bundaran HI – Kota, dan Fase IIB yang menghubungkan Kota – Ancol Barat.

Untuk Fase IIA Bundaran HI – Kota sejauh 6,3 km, dibagi menjadi 6 Contract Package (CP), yakni :
– CP 200 (D-Wall RSS di Monas, selesai Desember 2019).
– CP 201 (Bundaran HI – Harmoni, terdiri dari 2 stasiun underground, yaitu Stasiun Thamrin & Monas, oleh Shimizu – Adhi Karya JV).
– CP 202 (Harmoni – Glodok, terdiri dari 3 stasiun underground).
– CP 203 (Glodok – Kota, terdiri dari 2 stasiun underground).
– CP 205 (Railways System & Trackwork).
– CP 206 (Rolling Stock).

Untuk Fase IIB Kota – Ancol Barat sejauh 5,2 km, masih dalam Feasibility Study.

Dan selama konstruksi yang akan dimulai Maret 2020, akan dilakukan juga penataan jalan sepanjang Jalan Gajah Mada – Hayam Wuruk. Penataan ini akan mencakup pelebaran trotoar untuk pejalan kaki, dan pengintegrasian halte Transjakarta dengan stasiun MRT yang berdekatan.

Cemplus Newsline by KAORI Nusantara

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.