Ulasan Her Blue Sky: Siap-Siap Nangis Lagi!

0
Sora no Aosa o Shiru Hito yo
© SORAAO PROJECT

Her Blue Sky (Sora no Aosa o Shiru Hito yo) merupakan proyek film animasi dari Mari Okada bersama dengan Tatsuyuki Nakai yang digarap oleh studio animasi Cloverworks. Tayang perdana di Jepang pada 11 Maret 2019, Her Blue Sky akan segera diputar di Indonesia pada 11 Maret 2020 mendatang di GCV Cinemas Indonesia, Cinepolis, Flix Cinema, Platinum Cineplex, dan Lotte Cinema.

© SORAAO PROJECT

Dalam film ini dikisahkan mengenai Aoi Aioi (disuarakan oleh Shion Wakayama), seorang gadis SMA yang bercita-cita menjadi musisi. Sementara itu, Shinnosuke “Shinno” Kanomura (Ryo Yoshizawa) yang merupakan mantan pacar sang kakak Aoi, Akane (Riho Yoshhioka), adalah seorang gitaris yang kesulitan menjalani hidupnya. Karena kecelakaan yang merenggut orang tuanya, Akane terpaksa merelakan ambisinya pergi ke Tokyo bersama sang pacar demi menjaga sang adik. Suatu hari, Aoi diundang menjadi pemain musik pengiring untuk seorang penyanyi enka terkenal, Dankichi (Ken Matsudaira). Di saat yang sama, Shinno kembali ke kota tempat tinggal Aoi dan Akane. Sosok Shinno dari masa lalu pun ternyata juga ikut muncul. Di saat itulah Aoi akhirnya merasakan jatuh cinta.

Hadirkan Drama Remaja yang Mengharukan

© SORAAO PROJECT

Her Blue Sky menghadirkan kisah drama remaja yang bisa ditemukan pada film atau serial pada umumnya. Meskipun begitu, film ini berhasil menghadirkan kisah yang mengharukan dengan melakukan eksekusi yang sangat baik pada konflik yang terjadi.

Advertisement Inline

Menghadirkan Aoi sebagai karakter utama, film ini tidak hanya fokus terhadap konflik yang terjadi pada remaja. Tetapi, Her Blue Sky juga menampilkan hal tersebut melalui karakter Shinnosuke remaja dan Shinnosuke dewasa yang saling bertolak belakang. Remaja pria yang dahulu ceria dan penuh semangat dalam melihat masa depan, berubah menjadi sosok yang sinis dalam memandang hidup. Pertemuan yang terjadi antara keduanya juga menjadi salah satu penghubung dalam adegan film emosional yang terjadi di akhir film.

© SORAAO PROJECT

Bagi penulis, Her Blue Sky menghadirkan konflik yang dekat dengan para penontonnya. Meskipun berbalut dengan time travel, setiap karakter dalam film ini memiliki permasalahan yang umumnya dihadapi oleh para remaja yang telah berajak dewasa. Meskipun demikian, film ini pun menunjukan pentingnya untuk mengungkapkan perasaan yang kita miliki dibandingkan berusaha untuk menutupi hal tersebut.

Hal ini lah yang menurut penulis membuat Her Blue Sky tampil menjadi film yang menarik untuk disaksikan. Meskipun menghadirkan kisah drama remaja yang kalian temui, namun film ini berhasil mengeksekusi hal tersebut dengan sangat baik.

Para Karakter yang Tampil Menarik!

© SORAAO PROJECT

Film ini memang fokus terhadap karakter Aoi, Akane dan Shinnosuke. Meskipun begitu, seluruh karakter yang dihadirkan dalam film ini tetap tampil dengan sangat menarik. Para karakter pendukung dalam film ini ternyata mampu memikat perhatian dari para penonton, terutama dalam adegan komedi yang mengundang gelak tawa.

Kehadiran dari para karakter tersebut malah membuat film ini semakin terasa hidup. Sebut saja, Masatsugu Nakamura yang menyatakan bahwa dirinya menyukai Aoi kepada Shinnosuke ketika dia merasa bahwa dirinya tersaingi. Serta karakter Chika Otaki yang diceritakan tertarik dengan para pria dewasa, bahkan dirinya secara blak-blakan menggoda Shinnosuke dewasa. Tanpa berusaha untuk tampil mencolok, karakter-karater dalam film ini tampil menarik dengan berbagai sifat milikinya yang memang umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini lah yang membuat Her Blue Sky mampu dinikmati Perpaduan karakter dan sifat yang menarik tersebutlah membuat film yang berdurasi 107 menit ini mampu dinikmati oleh para penontonnya. Apalagi, penonton juga akan dimanjakan dengan visual yang indah dan musik yang memanjakan telinga.

Latar yang Memukau dan Musik yang Memanjakan Telinga

© SORAAO PROJECT

Her Blue Sky mengambil latar belakang cerita di kota mungil, Chichibu, yang mungkin familiar bagi yang pernah menonton AnoHana maupun The Anthem of the Heart. Sepanjang film berlangsung, penonton akan disuguhi oleh berbagai suasana kota di antara perbukitan asli yang bakal memanjakan mata sepanjang film berlangsung.

Film ini juga hadir dengan berbagai musik dan lagu yang memanjakan telinga. Mulai dari petikan gitar dan betotan bass, dan tentu saja lagu tema berjudul serupa dengan film ini, yakni “Her Blue Sky” yang dinyanyikan oleh Aimyon. Lagu tersebut bahkan membuat adegan puncak dalam film ini terasa semakin emosional.

Perpaduan latar belakang yang memukau dengan berbagai musik yang memanjakan tersebut akan membuat penonton seolah terasa berada dalam film tersebut, hingga penonton bisa saja tidak akan menyadari hingga film yang berdurasi hampir 2 jam ini berakhir karena menikmati seluruh hal yang disajikan dengan sangat baik dalam film ini.

Kesimpulan

© SORAAO PROJECT

Her Blue Sky menjadi film animasi yang sangat menghibur untuk ditonton. Apresiasi patut diberikan kepada Mari Okada selaku penulis naskah dan Tatsuyuki Nagai selaku produser dari Her Blue Sky yang dengan amat sangat baik menggarap film animasi ini.

Bagi penulis, Her Blue Sky tetap mempertahankan formula yang serupa dengan serial AnoHana dan film The Anthem of the Heart. Meskipun begitu, film ini tetap berhasil menghibur para penontonnya. Apalagi, konflik yang dihadirkan dalam film ini sangat lekat dan dekat bagi mereka-mereka yang sedang beranjak dewasa.

Apresiasi juga patut diberikan kepada Aimyon selaku penyanyi lagu film ini yang berjudul serupa, “Her Blue Sky” dan lagu penutup berjudul “Mellow Blue”. Lagu tersebut mampu memberikan jiwa dalam film sehingga menjadi suatu hal yang emosional. Apalagi, film ini berhasil meraih pengharagaan dalam Japan Academy Prize ke-43 dalam kategori “Film Animasi terbaik”.

KAORI Newsline

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.