Drama Haruka: Orang Jahat Lebih Baik Mati

1
IMG_0811end copy
Seluruh pemeran dan staf pementasan drama “HARUKA”

Haruka. Itulah judul drama yang diangkat oleh Teater Niyaniya dengan mendapatkan dukungan dari pihak The Japan Foundation, Jakarta pada pementasan yang mereka gelar pada tanggal 20 September 2014 kemarin. Pementasan drama ini bertempat di Gedung Pertunjukkan GOR Bulungan. Drama “Haruka” yang diangkat ini terdiri atas dua bagian, atau episode, yang bercerita tentang kehidupan seorang gadis bernama Haruka. Cerita drama ini mengambil latar kisah pada jaman abad pertengahan di Jepang. Drama ini diambil dari cerita karya Rizky Aurelia Putri Dehars dan di sutradarai oleh Niko Rulando. Pementasan ini merupakan pementasan publik kedua, setelah dua tahun silam dipentaskan dalam acara Petang Kreatif Festival Budaya – FIB UI.

Babak pertama Haruka berkisah tentang sebuah keluarga samurai, bermana Yamashita, yang sedang berusaha untuk menundukkan keluarga Matsumoto, dimana keduanya telah berperang untuk beberapa waktu. Namun sial, pada saat kedua kepala keluarga itu bertemu untuk merundingkan masalah ini, Haruka membuat sebuah kesalahan, yang dipandang sebagai penghinaan oleh keluarga Matsumoto, dan berakibat pada gagalnya perundingan mereka. Sang ayah sangatlah marah dengan kejadian itu, bahkan sampai menghina anaknya dan menyakiti istrinya sendiri. Haruka, yang telah berulang kali diperlakukan keras oleh ayahnya, tidak terima akan perlakuan itu dan akhirnya pergi meninggalkan rumah. Disana ia bertemu dengan Kamiko, yang kemudian mengatakan padanya bahwa “Orang jahat lebih baik mati“. Ungkapan inilah yang akhirnya memutar nasib Haruka 180 derajat.

Advertisement Inline

Dalam babak kedua, diceritakan bahwa Haruka, yang sudah menghancurkan keluarganya sendiri, hidup sebatang kara, hanya dengan Kamiko sebagai satu-satunya teman yang ia miliki. Karenanya, secara tidak sadar tumbuh rasa ketergantungan dan cinta yang berlebih kepada Kamiko dalam diri Haruka. Suatu ketika, Kamiko datang dan bercerita pada Haruka tentang pertunangannya dengan Yoshihiko. Haruka, yang mencintai Kamiko lebih dari apapun, terlihat tidak senang, namun demi temannya iapun menyampaikan rasa sukacitanya karena temannya telah menemukan pasangan hidup. Tak lama kemudian, Yoshihiko datang dan Haruka pun dikenalkan kepadanya. Menjelang hari pertunangan, Haruka menjumpai Yoshihiko baru pulang dan dalam keadaan mabuk berat. Terdorong rasa tidak suka kalau ada orang lain yang memiliki Kamiko selain dirinya, iapun membunuh Yoshihiko dan pengawalnya. Hal ini kemudian diketahui oleh Kamiko dan keluarganya. Menganggap Haruka sebagai biang kesialan, keluarga Kamiko pun melarang mereka untuk bertemu. Berbagai cara kemudian dicoba Haruka untuk bisa bertemu Kamiko, namun semuanya gagal. Merasa kesal karena dihalangi untuk bertemu Kamiko, akhirnya iapun membunuh semua yang menghalangi dirinya. Namun nahas, setelah mengetahui semuanya, Kamikopun tidak lagi mau berteman dengannya yang merupakan pembunuh, dan nyawanya pun berakhir di tangan Haruka. Lalu, demi tetap bersama dengan Kamiko, Haruka pun mengakhiri hidupnya sendiri.

Adapun untuk para pemeran, karakter Haruka diperankan oleh Nikita Natasya, Kamiko oleh Asri Pratiwi Wulandari, Yoshihiko oleh Reno Mauly. Untuk ayah dan ibu Haruka diperankan oleh Budi Prakarsa dan Kartika Paramaswari, sementara ayah dan ibu Kamiko diperankan oleh Raka Tama dan Rizky Aurelia Putri D.

Berikut adalah beberapa foto-foto yang diambil dari pementasan drama Haruka:

This slideshow requires JavaScript.

KAORI Newsline | Oleh Krisma Budianto Irawan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.