Dewasa

anime maquia
© Project Maquia

Kelak suatu saat akan tiba hari di mana pohon harus melakukan reproduksi dan menghasilkan buah. Inilah hari yang ditujukan pada Ariel. Walau memang ia tidak akan bertemu dengan Maquia dalam waktu yang sangat lama, ia telah menemukan sendiri suatu cahaya baru bagi hidupnya yang ingin ia pertahankan dan perjuangkan selama ia masih hidup. Melepaskan ingatan masa lalu demi masa depan ialah proses bagi seorang manusia untuk melanjutkan diri mereka agar dapat berkembang lebih lanjut. Kegelapan atas kegelisahan yang ia rasakan selama menjadi prajurit kastil selalu muncul ketika ia mendengar bahwa ada sosok Iorph yang ditangkap lagi. Ia meyakinkan dirinya bahwa sosok ibunya masih ada di dunia ini. Karena itu, ia akan terus melindunginya di manapun ia berada.

Proses tersebut telah selesai ketika ia menemukan pasangan hidupnya untuk melanjutkan kehidupannya sebagai seorang ayah yang bijak. Ariel telah sadar bahwa seluruh hidup yang ia alami merupakan kasih sayang dan perjuangan akan ibunya selama masa anak-anak hingga remajanya. Seorang yang bukan ibu kandungnya, namun memberitahu kepadanya rasa cinta, iri, kebahagiaan, kesedihan, dan maksud kehidupan bagi dirinya. Ia tidak tahu apa yang harus ia berikan kembali kepada Maquia sebagai ibunya, karena pemberian yang telah diberikan kepadanya sangat besar dan tidak ternilai. Masa konflik ini terus Ariel hadapi hingga ia kelak akan memiliki seorang keturunan.

Masa terang ini kembali berubah menjadi kegelapan ketika terjadi peperangan. Sebagai prajurit ia tidak dapat melarikan diri begitu saja. Ia harus siap mengangkat senjata dan mempertahankan negaranya. Kelak ia harus mengurusi dan membimbing anaknya di masa yang akan datan. Dasar itulah yang ia pegang untuk melewati masa kegelapan ini, ia tahu bahwa setelah perang berakhir akan tiba cahaya mentari yang akan menyinari dirinya.

Mentari tersebut digambarkan sebagai sosok ibunya ketika Ariel perlahan membuka matanya setelah terluka di peperangan. Sosok yang pertama kali ia lihat bukanlah teman seperjuangan ataupun istrinya, melainkan seorang sosok yang ia kenali dan rindukan, seorang ibu yang mau menjaganya, Maquia. Berkebalikan dengan masa anak-anaknya, di mana pada waktu itu Maquia menyatakan bahwa Ariel merupakan mentarinya, kini Ariel melihat bahwa mentari tersebut telah terbit dengan wajah ibunya. Adegan ini cukup mengeksplor makna bahwa jalanilah kehidupanmu sebaik dan semaksimal mungkin agar perjuanganmu dapat diteruskan kemballi oleh orang yang telah menantikan dirimu. Walau terjadi kekalahan di berbagai sisi, namun dari kekalahan tersebut akan terbit suatu cahaya baru untuk memandunya. Cahaya tersebut ialah Maquia yang hadir kembali kepada Ariel untuk terakhir kalinya dalam hidupnya, demi menyelesaikan konflik legenda kuno yang dipuja-puja oleh negara tersebut. Maquia menginginkan utuk menghapus seluruh ingatan tersebut, akan tetapi ia juga sadar bahwa seburuk dan sebaik apapun suatu ingatan, pasti masa-masa itu akan selalu kita kenang. Di balik ingatan tersebut akan terbentuk juga cahaya baru untuk Menyusun kisah baru.

Hari Tua

© Project Maquia

Pada akhirnya, sebuah pohon tidak akan dapat menghasilkan buah dan tumbang ditempatnya. Adegan terakhir ini menyampaikan kehidupan tidak selalu akan berujung pada kesenangan namun juga kesedihan. Akan tetapi pada adegan ini yang telah kita alami ialah perpisahan yang menyenangkan. Suatu narasi adalah sebuah proses yang tidak muncul begitu saja secara singkat, namun dibangun perlahan dari suatu kejadian yang ada (William, 2016). Oleh karena itu dapat dilihat dengan bahagia bahwa apa yang telah terjadi di hari tua ini merupakan hal yang akan terjadi kelak, dan fakta tersebut tidak dapat dihiraukan karena hal tersebut akan tiba suatu saat nanti.

Perpisahan singkat antara Ariel dan Maquia, telah mengingatkan keduanya akan rasa keluh kesah dan kebahagiaan selama mereka hidup bersama. Apa yang terjadi pada hidupnya bila mereka menjalaninya dengan maksmal akan berujung pada kehidupan bahagia layaknya di cerita fantasi. Kegelapan singkat yang menyellimuti Ariel bahwa ia akan segera menyusul istrinya yang lebih dulu berpulang, diterangkan oleh kehadiran sosok ibunya kembali di samping ranjangnya.

Cahaya yang telah ia lupakan rasanya tersebut akhirnya kembali lagi kepadanya dalam waktu yang singkat. Cahaya lama tersebut walau sudah lama ia tidak rasakan namun membentuk kenangan indah yang selama ini telah dialaminya. Begitu pula pada Maquia ketika melihat anaknya Ariel yang sudah semakin besar. Ia merasakan perjuangannya selama di dunia ini dan bagaimana ia dapat bahagia untuk merawat Ariel selama ini, walau selama masa dewasanya ia tidak dapat memberikan kehangatan di sisinya layaknya dahulu. Maquia menyadari bahwa apa yang telah diungkapkan kepala desa akan mencintai seseorang itu memang benar dan pedih, namun kebahagiaan yang dialami selama ini terasa indah dan menyenangkan dengan melihat anaknya telah tumbuh menjadi sosok yang Ariel sendiri inginkan.

Selepas pertemuan singkat ini, kegelapan singkat dialami oleh Maquia dengan tangisannya akan perpisahan terakhirnya dengan Ariel, bahwa ia sudah tidak dapat bertemu lagi dengannya untuk masa hidupnya nanti yang masih sangat lama. Namun dengan proses dan berbagai pertemuan, tangisan yang ia hasilkan bukanlah tangisan pedih, melainkan tangisan dengan kebahagiaan tersendiri. Ia telah menyelesaikan perannya untuk merawat Ariel untuk menjadi pribadi yang dapat berjalan sendiri selepas berpisah dengan Maquia. Perpisahan tersebut dapat dikatakan sebuah kegelapan bagi Maquia, namun baginya cahaya baru telah menanti untuk ia teruskan. Kegelapan singkat tersebut kelak akan segera berubah menjadi cahaya baru yang menyinari hidupnya.

Penutup: Teruslah Mencari Cahayamu, walau Harimu sedang Gelap

© Project Maquia

Akhir kata, menonton kembali film anime Maquia telah memberikan saya suatu kesimpulan bahwa tidak seluruh hari merupakan hari buruk. Seburuk apapun hari itu, suatu saat akan ada suatu waktu di mana cahaya baru akan menerangi harimu. Hidup itu terasa lama setiap harinya, bila kita hanya menetap saja di hari buruk tanpa adanya usaha untuk mengeksplorasi cahaya baru (Beyond Ghibli, 2019). Maka untuk selamanya kita akan diselimuti oleh kegelapan tersebut, namun dengan mencari cahaya baru dengan usaha diri sendiri, kegelapan itu dapat berubah menjadi sebuah cahaya indah untuk bergerak.

Bagi saya, ungkapan “Habis gelap terbitlah terang” telah direpresentasikan dengan jelas pada film anime Maquia. Sepedih apapun cahaya baru yang telah didapatkan, tentu itu merupakan proses akan beragam kejadian kegelapan dan cahaya yang telah terjadi dalam hidup Maquia dan Ariel. Konflik tersebut bukanlah kesedihan ataupun kebahagiaan, namun adalah hasil akan perjuangan mereka untuk terus maju tanpa melihat masa lalu dengan rasa sedih. Hasilnya kita dapat menjalani kehidupan yang terasa seperti fantasi. Kehidupan ini tidaklah sulit untuk digapai akan tetapi sangat mungkin untuk dijalani bila ada kemauan tersendiri untuk mencapai cahaya baru itu.

Baca juga:

Ulasan Film Maquia: When the Promised Flower Blooms

Referensi:

  • AH Brandon Anime Reviews. (2019, 17 Februari). Youtube. Diambil dari Maquia: When the Promised Flower Blooms & What It Means to Be a Mother: https://youtu.be/86uQ-Snd7Ys [diakses 13 April 2020]
  • Beyond Ghibli. (2019, 27 November). Youtube. Diambil dari Maquia & Mari: https://youtu.be/sV4z07DaHgU [diakses 13 April 2020]
  • (2019, 11 Januari). Youtube. Diambil dari Painful, Human Connection – Maquia: When the Promised Flower Blooms: https://youtu.be/1p1yYWHshBU [diakses 13 April 2020]
  • Okada, M. (Sutradara). (2019). Maquia: When the Promised Flower Blooms [Film Animasi].
  • Wilyan, K. (2016, 04 Maret). KAORI Nusantara. Diambil dari Opini: Mengapa Saya Memilih Menonton Musaigen no Phantom World: https://www.kaorinusantara.or.id/newsline/46838/opini-mengapa-saya-memilih-menonton-musaigen-no-phantom-world [diakses 15 April 2020]
  • Yurino, K. (2019, 11 Juli). KAORI Nusantara. Diambil dari Ulasan Film Maquia: When the Promised Flower Blooms: https://www.kaorinusantara.or.id/newsline/128398/ulasan-film-maquia-when-the-promised-flower-blooms [diakses 14 April 2020]

Oleh Cakra Bhirawa | Penulis adalah mahasiswa Teknik Komputer Universitas Brawijaya. Penulisan opini topik ini dilakukan setelah terinspirasi melihat berbagai pandangan dan ulasan mengenai Sayoasa | Tulisan ini adalah pandangan pribadi penulis dan tidak mewakili kebijakan editorial KAORI

KAORI Nusantara membuka kesempatan bagi pembaca untuk menulis opini tentang dunia anime dan industri kreatif Indonesia. Opini ditulis minimal 500-1000 kata dalam bahasa Indonesia/Inggris dan kirim ke halo@kaorinusantara.or.id

Tinggalkan komentar Anda

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.