BAGIKAN

Asean Character Award

Dua karakter animasi lokal Indonesia yaitu “Salim & Silmy” karya Royas Amri Bestian dan “Hebring” karya pasangan Andi Martin dan Marlin Sugama meraih penghargaan dari  Asean Character Award.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Mari Elka Pangestu dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis mengatakan dua karakter lokal Indonesia tersebut, masing-masing meraih “Special Jury Award” dan juara kedua dalam ajang tingkat dunia.

Advertisement Inline

“Dua karakter lokal Indonesia ini menang dalam ajang ASEAN Character Award, yang acara pemberiaan hadiahnya dilakukan bersamaan dengan event Tokyo Game Show 19 – 20 September 2014 di Jepang,” katanya.

Kemenangan itu, menurut Mari Elka, sekaligus menggambarkan semakin menggeliatnya industri kreatif Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa hingga semester pertama 2014, nilai tambah yang diciptakan oleh sektor ekonomi kreatif diestimasi mencapai Rp111,2 triliun.

Penyumbang nilai tambah tertinggi, kata Menteri, antara lain subsektor mode, kuliner, kerajinan, serta penerbitan dan percetakan.

“Keempat subsektor ini juga erat kaitannya dengan sektor pariwisata,” kata dia.

Menurut estimasi Pusdatin Kemenparekraf, ekspor karya kreatif Indonesia hingga tengah tahun 2014 mencapai Rp63,1 triliun atau tumbuh sebesar 7,27 persen dibandingan periode yang sama pada tahun 2013.

Pertumbuhan tertinggi, kata dia, dicapai oleh subsektor kerajinan dengan laju pertumbuhan ekspor sebesar 11,81 persen, diikuti mode dengan pertumbuhan 7,12 persen, periklanan 6,02 persen, dan arsitektur 5,59 persen.

ASEAN Character Award diselenggarakan oleh ASEAN Japan Center. Sebuah organisasi yang di didirikan pada tahun 1981 oleh pemerintah negara-negara ASEAN dan pemerintah Jepang- dahulu bernama ASEAN Promotion Centre on Trade, Investment and Tourism- bertujuan untuk mempromosikan kegiatan ekspor dari ASEAn ke Jepang serta menghidupkan kembali investasi dan pariwisata ASEAN dan Jepang, melalui pameran, seminar dan workshop, undangan dengan misi tertentu, publikasi dan layanan informasi dan kegiatan lainnya. Sejak tahun 2010, AJC mengimplementasikan ASEAN Japan Forum untuk Pengembangan Industri Konten di ASEAN, bersama dengan Sekretariat ASEAN dan Media Development Authority (MDA) Singapore. Runtunan forum diadakan untuk memebntuk ANC sebagai area penuh tantangan yang di kelola oleh AJC demi memajukan bidang usaha terkait konten antara negara-negara ASEAN dan Jepang.

Pemerintah Jepang melihat potensi yang besar di pasar Asia Tenggara, sementara perkembangan karakter dari Jepang sendiri sudah mencapai titik optimal untuk dijual kepada target pasar Asia Tenggara. Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil lebih, pemerintah Jepang memutuskan untuk meng-adopsi beberapa karakter terpilih yang berasal dari negara Asia Tenggara untuk dikembangkan dan dipasarkan secara global.

KAORI Newsline | Courtesy of AntaraNews dan Marlin Sugama

1 KOMENTAR

  1. Cerita dan penggambaran pada Komik2 kita itu tiak kalah hebat dan bagusnya dengan komik terbitan luar…lihat saja bagaimana cerita komik silat dan superhero lokal kita dahulu yang pernah merajai dunia komik ditanah air…sayangnya tidak adanya perhatian dan bantuan/subsidi dari pemerintah terhadap keberlansungan komik kita menyebabkan komik2 tsb tdk berlanjut lagi hingga sekarang.
    Anak2 sekarang lebih mengenal tokoh2 komil luar itu krn terbukanya akses komik2 luar yg menyerbu tanah air dan tdk adanya usaha utk melindungi komik2 kita sendiri…sehingga kita dan anak2 kita kehilangan kebanggaan akan komik sendiri.
    Sekarang berkat kemauan yg keras dari anak2 bangsa tlh lahir beberapa komik terbita baru yg juga tdk kalah keren dari terbitan luar bahkan dibuktikan dgn mendapatkan penghargaan dari luar….sayangnya komik tsb lebih bersifat mencari keuntungan semata ketibang berupaya utk menjadikan komik tsb bisa dinikmati oleh semua kalangan khususnya masyarakat kelas bawah, ini bisa dilihat dari mahalnya harga komik tsb yg sulit dibeli/dijangkau oleh kalangan kelas bawah, hanya mrk2 yg berduit/berkantong tebal yg bisa menikmati komik tsb…imbasnya komik sekarangpun tdk merakyat/ menjadi kebanggaan masyarakat Indonesia krn hanya diketahui/dinikmati oleh kalangan terbatas saja (yg mampu beli).
    Sudah saatnya Pemerintah melihat kebangkitan komik Indonesia skrg ini dgn memberikan SUBSIDI KPD PENERBIT yg akan mencetak ulang komik2 jadul ataupun superhero yg dahulu juga komik2 sekarang…sehingga harga komik bisa menjadi murah dan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat apalagi kebanyakan pencinta komik ditanah air kebanyakan dari anak2 sekolah yg keuangan mrk berkantong tipis….terimakasih

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.