BAGIKAN

Lynmouth_(Devon,_UK)_--_2013_--_7

Seseorang lari menuju desa, ia terlihat terburu-buru dan panik. Ia terlihat seperti dikejar-kejar setan.
Sesampainya di sana, ia langsung berteriak.

“Hai semuanya! Para Enigma segera menyerang cepat sembunyi!”

Mendengar itu, para warga segera berteriak dan segera bersembunyi ke rumahnya masing-masing. Sedangkan sebagian dari mereka segera memakai pakaian perang dan siap-siap menunggu para monster yang mereka sebut Enigma.

“Semoga desa kita ini masih bisa selamat.” Kata seseorang yang sedang menyiapkan persenjataan untuk tentara.
“Semoga saja naga pencipta Gandora masih melindungi kita semua.” Kata seorang tentara sambil berdoa seraya mengambil senjata yang ia butuhkan.

Setelah semua siap, terlihat warga desa memakai perisai dan pedangnya. Sebagian memakai tombak dan panah.

“Teman-teman! Apapun yang terjadi hari ini kita harus menang! Untuk desa kita ini! Untuk keluarga kita! Semoga Naga Gandora melindungi kita semua!” Kata pemimpin mereka.
“HOOOOO!” Teriak para warga sambil berharap rumah mereka dan keluarga mereka selamat.

Sesaat suasana menjadi sepi, tetapi lama-kelamaan terlihat ada makhluk hitam dengan berbagai bentuk. Ada yang mirip jelli, serigala, belalang raksasa dan gajah yang banyak menuju ke arah mereka. Terlihat kawanan monster itu sangat banyak dan dengan mata mereka yang merah dengan segera mereka lari ke desa tanpa ragu.

“Ayoooo! Seraaang!” Kata pimpinan mereka.
“OOOOOOO!”

Pertarungan dimulai dengan jumlah dan ukuran yang tidak seimbang. Enigma gajah menginjak dan menyeruduk banyak orang. Enigma jelli menghisap para warga hingga jasad mereka menghilang. Enigma belalang raksasa memotong senjata mereka dan satu dari warga tersebut memotong tangan mereka. Pertarungan yang sangat tidak seimbang, hingga muncullah sebuah cahaya hitam emas datang ke tengah-tengah medan pertempuran.

“A…. ah…. itu!”
“Ya, itu pasti dia!”

Sesosok ksatria hitam dengan satu tanduk di dahinya. Ksatria legendaris yang selalu membantu tiap desa dan kota bila ada Enigma menyerang. Namanya adalah….

“Mephisto! Terima kasih telah datang!” Kata seorang warga.
“Revenger Mephisto telah datang! Terima kasih Gandora, telah mengirimnya!”

Para Enigma itu mundur dan pergi menuju sang ksatria. Si ksatria itu pun segera berlari, berlari dan berlari. Lalu, sedikit-demi sedikit kakinya yang tertutupi baju zirahnya kemudian berubah menjadi 4 kaki dan sebagian tubuhnya berubah menjadi kuda.

Tangannya lalu mengeluarkan pedang dari perisainya. Ia berbalik dan bersiap-siap menyerang.

“Ooooh, ksatria berzirah itu sekarang menggunakan kesaktian Centaurus-nya! Beruntung kita bisa melihatnya!”
“Centaur Unicorn… hanya Ksatria Revenger Mephisto yang memiliki kesaktian itu….” Kata temannya.

Lalu, sang ksatria dengan cepat menuju para enigma itu. Pertama ia menghancurkan Enigma gajah yang sangat besar itu dengan melompat dan menebas seluruh tubuhnya. Kedua ia menginjak Enigma jelli dengan kakinya yang kuat. Dan seterusnya ia mengalahkan mereka semua sendirian hanya dengan pedangnya. Dalam sekejap mata semua pasukan Enigma itu binasa.

“Woooo! Kita menang! Menang!”
“Yaaaaay! Kita menang! Terima kasih Gandora! Terima kasih ksatria hitam!”

Teriakan para warga pun terdengar ke telinga sang ksatria. Ia mendekati mereka dan segera kembali mengubah kakinya kembali. Ia melihat para warga yang terluka.

“Apa ada yang mati di sini?” Kata ksatria pada seorang warga.

Sejenak ia melihat teman-teman mereka.

“Tidak ada. Syukurlah tidak ada yang mati. Engkau datang tepat pada waktunya wahai ksatria hitam. Terima kasih atas jasamu.”
“……”

Lalu, seorang warga bertanya.

“Maaf ksatria, bisakah engkau memperlihatkan wajahmu?”

Sang ksatria terdiam, lalu segera berbalik dan berjalan. Sedikit demi sedikit tubuhnya menghilang bagai debu yang dihembuskan angin. Lalu, orang yang bertanya tadi di pukul oleh temannya.

“Bodoh kamu, itu pertanyaan tabu! Harusnya kita beri ia sesuatu karena sudah membantu kita.”
“Aduh, tetapi aku penasaran.”
“Hahaha, sudahlah yang penting desa kita selamat. Kita berdoa saja, semoga ksatria Mephisto selalu selamat dan masih bisa memberi kita semua bantuan.” Kata pemimpin desa.

Semua akhirnya kembali ke desa. Sambil mengingat sang ksatria di dalam hati mereka.

*******

Di tanah Senaria ini terdapat monster yang bernama Enigma. Sang ksatria hitam bernama Revenger Mephisto melindungi tanah ini selama 100 tahun. Tak ada yang tahu asal-usulnya tetapi semenjak Enigma menyerang ia selalu membantu para manusia yang kesulitan di tanah ini saat melawan Enigma. Ia adalah utusan naga pencipta Gandora yang datang dari langit.

“Hmm, cerita yang menarik.” Kata Mephisto sambil menutup buku cerita anak-anak.
“Sayangnya tak ada yang mengetahui bahwa utusan ini adalah iblis… hehehe….” Kata Mephisto terkekeh.

Mephisto terlihat sedang bersantai di padang rumput hijau sambil membaca buku dan memakan roti. Ia melihat pemandangan yang indah di sini. Ia melihat kota yang ada di seberang sungai terlihat kecil.

“Selama 100 tahun tak ada yang menarik dan kerjaanku ini hanya membunuh monster-monster itu. Lama-lama aku lelah….”

Ia merebahkan badannya dan mencoba untuk tidur.

“Aku harus menemukan sumbernya. Walau tidak cepat, tetapi penyerangan ini harus segera berhenti supaya aku bisa tertidur.” Katanya dalam hati.

Hembusan angin yang sejuk membuat Mephisto mengantuk dan tertidur. Terlihat anak yang seperti berumur 20 tahun ini tertidur lelap di padang rumput dengan pohon yang rindang di belakangnya.

*******

“Kamu dengar, katanya ada lubang hitam di sekitar jurang yang ada di gunung.” Kata seseorang pada temannya.
“Lubang hitam apa? Paling hanya sumur.” Kata temannya sambil meminum anggur.
“Hmm, ini hanya rumor saja sih. Katanya itu adalah sumber para Enigma muncul.”
“Hah, ada-ada saja. Enigma itu hanyalah monster yang muncul dari tanah!”

Dari kejauhan, Mephisto mendengar percakapan kedua orang itu.

“Menarik, sepertinya akan seru bila aku selidiki.” Katanya dalam hati.

Malam hari, ia menemukan sebuah lubang hitam di sebuah pegunungan terjal. Ia melihat lubang itu dari atas gunung dan melihat jurang pendek di bawahnya. Enigma-enigma itu keluar dari situ bagai orang lewat.

“Hee, rupanya informasi itu rupanya benar rupanya. Baik, mungkin malam ini adalah penghancuran dan punahnya para Enigma.”

Mephisto melompat dari gunung dan mendarat di batu besar. Para Enigma pun mengetahui kehadirannya, mereka segera menyerang Mephisto

“Pesta dimulai.”

Mephisto segera mengubah tubuhnya menjadi ksatria hitam. Dengan cepat, ia membunuh para monster itu satu persatu. Pedang yang ia pegang sudah membunuh banyak Enigma jelli dan serigala. Perisainya menahan kedua kaki Enigma gajah. Pertarungan yang tidak imbang tetapi ia melancarkan serangan terakhirnya.

“Matilah kalian semua!”

Lalu, ia berteriak bagaikan kelelawar, suaranya nyaring dan membuat batu retak. Semua Enigma yang ada di sana segera menunduk dan sedikit demi sedikit mereka menghilang bagai asap.

“Haah…. haah… ugh…..”

Mephisto meletakkan satu lututnya ke tanah dan tangan kanan memegang pedang.

“Haah, dengan ini aku akan segera mengetahui dunia para Enigma.”

Ia berubah kembali menjadi manusia. Lalu, berdiri dan berjalan menuju lubang hitam itu. Ia perlahan masuk dan berjalan kedepan.

“U…. ugh…..!”

Yang ada di depannya hanyalah kegelapan dan ia merasa tubuhnya tercabik-cabik. Tetapi, ia terus maju sampai menuju cahaya yang akan ia temukan di depan.

“Ng?”

Mephisto membuka matanya. Ia tertidur di lantai, segera ia bangun dan melihat sekelilingnya.

“Tempat apa ini? Indah sekali.”

Ia melihat bangunan dan rumah yang mengambang dan terbang terhubung satu sama lain dengan jalan serta tangga. Lalu, Mephisto mendengar suara merdu.

“Suara siapa ini? Indah sekali.”

Ia mengikuti arah suara ini, dari jalan ke jalan dan dari tangga ke tangga ia mengikuti arah suara ini. Lalu, sampailah ia di sebuah lapangan besar yang tanahnya terbuat dari lantai keramik yang sangat halus dan juga terdapat beberapa pohon kecil yang memiliki rumput di bawahnya. Ia melihat sekelilingnya dan akhirnya ia melihat seorang wanita yang memiliki rambut hitam sebahu dan memakai jubah berwarna coklat duduk sambil di temani para burung.

“Hah? Siapa itu!?” Kata wanita itu.

Wanita itu berbalik. Lalu, Mephisto melihat wajah cantik wanita itu dan melihat kedua matanya yang berwarna merah delima. Sangat cantik yang membuat Mephisto terpesona.

“Apakah engkau yang menyanyi dengan suara yang merdu itu?” Tanya Mephisto.

Wanita itu berdiri dan tiba-tiba bajunya berubah menjadi baju zirah silver yang ditemani oleh jubahnya yang berubah menjadi warna putih. Setelah memakai helm sebuah tombak jatuh dari langit dan ia menangkapnya dengan satu tangan.

“Hoo, jadi itu jawabanmu yang sangat sopan itu?” Kata Mephisto sambil mengubah tubuhnya menjadi ksatria hitam.

Lalu, wanita itu menyerang Mephisto dengan cepat. Ia mencoba menusuknya dan mencoba menebas Mephisto dengan mata tombaknya. Mephisto menghindari serangan demi serangan. Ia sengaja tidak menyerang, membiarkan musuh puas menyerang adalah salah satu taktiknya untuk mengalahkan lawan. Dari observasi serangan yang ia terima ia mengetahui apa yang dimiliki musuh. Mephisto akhirnya terjungkal hingga ke lantai karena tebasan wanita itu.

“Semua orang yang datang ke sini adalah musuhku! Kamu juga termasuk!” Kata wanita itu sambil mencoba menusuk kepala Mephisto.

Dengan cepat ia menahan serangan itu dengan perisainya.

“Apa!?”

Mephisto sedikit demi sedikit berdiri sambil menahan serangan itu. Ia berpikir.

“Hmm, ia bagai anak kecil yang mengayun-ayunkan tombak mainannya. Kecepatan serangannya bagus tetapi kekuatan serangannya masih kurang. Heh, wajar saja kalau wanita. Baiklah, kalau begini caranya….”

Dengan sekejap mata ia segera membelakangi wanita itu.

“Hah!?”

Si wanita terkaget karena Mephisto berada dibelakangnya. Ia mencoba menghindar tetapi…

DUAK!

Dengan siku Mephisto ia membuat pingsan wanita itu. Baju zirahnya pun menghilang serta senjatanya. Mephisto juga kembali menjadi wujud manusianya.

“Huff, wanita ini kenapa menyerangku? Memangnya bukan aku saja ya yang datang ke sini?” Tanya Mephisto pada dirinya sendiri.

Ia lalu menggendong wanita itu dan membawanya ke tempat ia menyanyi tadi, kemudian menunggunya siuman.

***

*cerita ini hanya fiktif belaka, bukan pengalaman pribadi penulis, dan kesamaan nama, tempat, maupun cerita semata kebetulan belaka. Tautan cerita : Eternal Rest | Sumber gambar

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.