Apakah kalian pernah melihat battle dance di event atau tempat umum? Bagaimana jika dance battle tersebut menggunakan lagu anime? Di Jepang sana terdapat sebuah event dance battle menggunakan lagu opening, ending,  ataupun OST dari sebuah anime yang dikenal sebagai APOP. Pada kali ini saya berkesempatan untuk mewawancarai seorang dancer APOP dari Indonesia yang berhasil masuk Top 16 kompetisi Akibastreet di Jepang. Dia adalah Fahreza Nizar Fauzann atau kerap dipanggil Nizar a.k.a LLENN. Kali ini ia akan membagikan sedikit cerita pengalaman dia dunia Bboy dan masuk ke event APOP Akibastreet Jepang.

nizar bboy
21st Dawnsquad Anniversary 7toSmoke Line Up – LLENN

Nizar Bboy adalah seorang dancer bboy asal Bandung yang sudah belajar break dance sejak tahun 2012. Dia pertama kali mengetahui mengenai APOP dari sebuah video kompilasi “kill the beat” milik Ashitaka (seorang Bboy dari Jepang). Pada awalnya Nizar Bboy tidak mengetahui bahwa lagu yang dibawakan adalah lagu dari sebuah Anime. Sejak saat itu juga Nizar pun mulai mencari video dance menggunakan lagu dengan tema anime hingga pada akhirnya dia menemukan event bernama Akibaccano, sebuah event freestyle dance di Jepang yang diiringi dengan lagu bertema anime. Nizar pun akhirnya mulai tertarik dan mulai mencoba nge-dance menggunakan lagu anime. Hingga sampai tahun lalu, dia berkesempatan mengikuti kompetisi Akibastreet secara online yang terbuka untuk umum, bahkan dari luar Jepang sekali pun.

Baca Juga: Mengintip Akibaccano, Pertandingan Dance Para Otaku di Jepang

Pada awalnya Nizar Bboy mengalami kesulitan karena biaya pendaftaran yang menggunakan kurs yen, sehingga membuatnya putus asa. Namun, alangkah beruntungnya Nizar Bboy karena ada temannya yang berada di Jepang yang membantu membiayai pendaftarannya tepat H-2 sebelum pendaftaran ditutup.

Nizar mengikuti event online Akiba Street

Akibastreet

Akibastreet adalah event APOP dance battle dengan konsep open-style 1-on-1 yang diadakan oleh R.A.B (Real Akiba Boyz). R.A.B adalah grup dance didirikan oleh Atsuki Suzumiya dan 2 anggota lainnya yang pernah mengunjungi Indonesia, yaitu Keitan Sakakibara yang pernah mengunjungi di AFAID 2015 dan ネス/NESS yang menjadi guest star di Comifuro 14 pada 2020 kemarin. Event Akibastreet sendiri memiliki peserta yang terbilang cukup banyak, yaitu sekitar tujuh puluh orang peserta yang terdaftar dan Nizar merupakan satu-satunya peserta yang berasal dari luar Jepang yang mampu masuk ke dalam top 16.

Menggunakan nama Nizar-kun, perjuangan Nizar menuju top 16 bukanlah perkara yang mudah untuk dilalui, begitu banyak APOP dancer yang mengikut sertakan diri mereka ke dalam event ini. Beberapa nama bboy dancer ngetop seperti Ashitaka, Shinpe, Saya, Hide juga hadir meramaikan event APOP tersebut. Setelah melewati seleksi yang panjang, video milik Nizar berhasil masuk ke dalam nominasi top 16 Akibastreet sehingga Nizar bisa masuk ke babak selanjutnya. Namun sayang seribu sayang, perjuangan Nizar harus terhenti di babak top 16 karna lawannya untuk menuju top 8 adalah Ashitaka. Ashitaka adalah seorang dancer dengan style breaking dengan hand stand dan hand hop khasnya sebagai gerakan andalannya. Meskipun kalah, Nizar tetap merasa senang karena berhasil mengikuti Akibastreet dan melakukan battle dance melawan Ashitaka.

Bandung Akiba

Indonesia sendiri pernah mengadakan event APOP, tepatnya diselenggarakan di Bandung. Nizar merupakan salah satu dari panitia yang pernah menyelenggarakan event APOP di Indonesia yang bernama Bandung Akiba. Sama seperti event Akibastreet, ini adalah event dance battle 1-on-1 open-style dengan menggunakan lagu Anime. Namun, karena masih belum banyak orang yang mengetahui mengenai APOP di Indonesia, event ini akhirnya menjadi sebuah event “internal” yang diikuti sekiranya hanya delapan orang termasuk panitia saja. Rencananya pada 2020 lalu sempat akan diadakan Vol 2 dari event tersebut, namun karena situasi pandemi yang melanda membuat penyelenggaraan, Bandung Akiba harus menunggu hingga pandemi berakhir.

Bandung Akiba

Sesi Wawancara

Setelah mengetahui siapa Nizar, saya juga berkesempatan untuk berbincang sedikit dengan  Nizar ini, berikut hasil wawancara dengan Nizar Bboy:

Mulai dari kapan Nizar belajar dance?
“Mulai dari tahun 2012, dari breaking hingga lanjut sampai sekarang, lalu mulai belajar tutting dan dance style lain tahun 2017“

Apakah Nizar belajar dance sendiri atau pernah ikut kelas dance?
“Saya dari awal belajar breaking di tahun 2012, dan itu otodidak di depan rumah yang biasa dipakai buat rekaman video. Terus tahun 2017 ikut tim di Bandung, namanya Evolution.” 

Kapan Bandung Akiba Vol 2 akan diadakan?
“Vol. 2 dibatalkan karena corona, tapi ditunggu saja kabar selanjutnya yah haha.”

Apa harapan Nizar untuk perkembangan APOP di Indonesia?
“Saya ingin agar event APOP memiliki eventnya sendiri, berharap bisa muncul di event-event kecil seperti COMIFURO/CLAS:H dan event kampus, setidaknya ada APOP Showcase.”

Freeze!! salah satu gerakan dasar dari Bboy

Sekian wawancara singkat saya dengan Nizar a.k.a LLENN. Di kanal Youtubenya, Nizar ch. selain bisa melihat Nizar mengcover lagu anisong, kalian juga bisa belajar sedikit tips dan trik Bboy dari kanal youtubenya, dan tentunya harus didampingi oleh profesional. Ada harapan ke depannya nanti APOP akan lebih banyak digandrungi oleh para pegiat jejepangan di tanah air, mulai dari sedikit, berminat, dan ikut meramaikan. Bukankah menjadi sebuah tontonan menarik di sebuah event jika kita bisa melihat para otaku yang biasanya terlihat “pendiam” ternyata mereka bisa mengekspresikan dirinya lewat dance?

Cara mengeskpresikan diri kalian paling gampang bisa dilakukan dengan dance
-Nizar

KAORI Newsline | Ditulis oleh Reza Lamunedo & ErL

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.