Kimetsu no Yaiba merupakan sebuah anime yang cukup populer di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. Kepopulerannya di Indonesia akhirnya juga membuat Muse Communication selaku pihak yang turut mendistribusikan anime ini di sejumlah wilayah Asia termasuk Indonesia belakangan turut merilis animenya dalam versi dubbing berbahasa Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, proses dubbing dari anime ini dilakukan dengan cukup cepat, bahkan termasuk season keduanya yang saat ini masih ditayangkan di Jepang. Praktis Kimetsu no Yaiba menjadi anime pertama yang dirilis dengan sistem simuldub dengan perbedaan jadwal rilis yang tidak terpaut jauh dengan jadwal rilis aslinya di Jepang.

Mengenal Para Seiyu Kimetsu no Yaiba Versi Bahasa Indonesia

Season pertama dari anime Kimetsu no Yaiba versi bahasa Indonesia sendiri bisa ditonton melalui platform iQIYI dan Bstation. Adapun dubbing versi bahasa Indonesianya digarap oleh ATM Studio yang saat ini masih menggarap dubbing season keduanya. Meskipun begitu, season keduanya sendiri juga sudah bisa ditonton dalam versi bahasa Indonesia, masih melalui platform iQIYI dan Bstation, dengan episode-episode terbarunya akan dipublikasikan setiap hari Minggu, pukul 11.00 WIB.

Tim KAORI Nusantara sempat mengintip proses dubbing dari anime ini, langsung dari ATM Studio yang berlokasi di bilangan Jakarta Selatan. Di sana tim KAORI melihat bagaimana proses mendubbing dialog di anime ini oleh seiyunya langsung, termasuk berbincang-bincang dengan pihak produser dari ATM Studio mengenai proyek dubbing anime yang juga dikenal dengan judul Demon Slayer ini. Berikut adalah liputan KAORI dalam proses dubbing anime Kimetsu no Yaiba:

Kami Mengintip Proses Dubbing Kimetsu no Yaiba

Dalam kunjungan yang dilakukan sekitar awal bulan November 2021 lalu, tim KAORI disambut oleh Risa Sondari Apriliantina selaku produser dari ATM Studio yang banyak berbagi cerita mengenai proses dubbing baik itu dalam anime Kimetsu no Yaiba, maupun metode bisnis ATM Studio secara keseluruhan. Tim KAORI juga turut disambut oleh duo operator sekaligus sutradara/pengarah dubbing di ATM Studio yakni Hermawan dan Sharon Haring.

Hermawan dan Sharon adalah duo operator yang bertanggung jawab dalam membimbing dan mengarahkan para seiyu dalam mendubbing film-film yang mereka dubbing, tak terkecuali dalam anime Kimetsu no Yaiba. Namun siapa sangka, keduanya ternyata juga aktif menjadi seiyu yang turut mendubbing film-film di ATM Studio, tak terkecuali dengan anime tersebut? Inilah seiyu dari Obanai Iguro sang Hashira Ular, dan juga Nezuko, adik yang sangat disayangi oleh Tanjiro: Hermawan dan Sharon.

Inilah Obanai (kiri) dan Nezuko (kanan)

Baik Hermawan maupun Sharon adalah sosok yang masih cukup baru dalam industri dubbing. Mereka bergabung dengan ATM Studio sekitar tahun 2014, didasari atas ketertarikan mereka akan industri dubbing. Pada awalnya mereka hanya mendapatkan tugas-tugas kecil seperti mendubbing karakter-karakter figuran, sampai akhirnya mereka dipercaya secara tetap oleh ATM Studio sebagai operator dan pengarah dialog dubbing hingga kini.

Yang menarik, keduanya rupanya tidak asing dengan hingar bingar anime/manga. Bahkan Hermawan mengaku bahwa ia adalah penggemar dari Kimetsu no Yaiba. Karenanya mengetahui bahwa ATM Studio mendapat proyek mendubbing anime tersebut, bahkan dia dan Sharon yang ditugaskan untuk menggarap dubbingnya, merupakan hal yang sangat menyenangkan baginya. Apalagi mereka juga kebagian untuk turut turun tangan langsung mendubbing sejumlah karakter di dalamnya. Adapun Sharon yang bergabung dengan ATM Studio setelah dikenalkan dari kenalan bosnya di tempat kerja sebelumnya ini mengakui lebih menyukai manhwa, atau komik Korsel, terutama yang bertemakan aksi. Yang menarik, ini juga adalah pertama kalinya mereka mendapat proyek mendubbing anime Jepang.

Kak Hermawan sedang menggarap dubbing Kimetsu no Yaiba, lengkap bersama Nezuko di pojok kanan lho!

Hermawan mengakui bahwa kesukaannya terhadap Kimetsu no Yaiba banyak membantunya dalam mengerjakan proyek dubbing animenya. Apalagi ia juga sudah terbiasa menonton anime. Karenanya ia tidak terlalu banyak merasakan kesulitan yang berarti dalam mendubbing film dengan bahasa pengantar bahasa Jepang. Baik sebagai seiyu maupun sebagai operator/pengarah dialog, kesukaan Hermawan dalam mendubbing Kimetsu no yaiba banyak membantunya, apalagi biasanya mereka hampir tidak memiliki waktu untuk mempelajari maupun memahami terlebih dahulu film-film yang akan mereka garap dikarenakan deadline yang ketat. Contohnya adalah satu lagi anime dari Muse yang saat ini masih dirahasiakan judulnya, Hermawan mengaku lebih kesulitan dalam menggarapnya karena belum pernah mengikutinya. Namun dia cukup optimis dan percaya diri dalam kolaborasinya bersama Sharon dan para seiyu lainnya.

Hermawan dan Sharon juga turut berbagi cerita mengenai naskah terjemahan. Menurut mereka, tidak ada perombakan yang signifikan dari naskah-naskah terjemahan dialog tersebut, apalagi mereka juga sibuk dikejar deadline. Namun saat sudah memasuki dapur rekaman, tidak jarang mereka mengganti beberapa kalimat-kalimat yang dirasa kurang enak. Karena terkadang ada juga naskah terjemahan dari klien yang dirasa kurang enak didengar. Karenanya mereka mencoba menggantinya dengan bahasa yang bisa diterima sehari-hari dan masuk akal untuk didengar, tentu dengan persetujuan klien.

Kak Sharon sedang mengurus dubbing film lain dulu ya!

Mereka juga berbagi cerita mengenai anime yang mereka rasa memiliki ekspresi yang lebih menggebu-gebu dan ekpresif. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam mendubbing, dan tak jarang mereka harus melakukan retake ulang demi bisa memasukkan ekspresi yang memuaskan, apalagi Kimetsu no Yaiba adalah anime Jepang pertama yang mereka dubbing sepanjang karir mereka.

Terakhir, keduanya menanggapi sejumlah komentar-komentar miring mengenai industri dubbing di Indonesia, seperti anggapan sejumlah kalangan yang menuding banyak fandubber amatir ataupun TikToker yang bisa mendubbing lebih baik ketimbang seiyu profesional. Menurut mereka, ada perbedaan dalam dunia profesional maupun sekedar hobi. Hanya karena sekedar bisa meniru suara saja ataupun tenar menjadi fandubber, belum tentu bisa semudah itu terjun ke dalam industri seiyu profesional. Bagaimanapun pengetahuan dan pengalaman, juga profesionalisme akan berbicara. Namun kalau memang merasa percaya diri dan bisa, sebagaimana yang Sharon timpali, “silahkan saja datang ke studio, ikuti casting, dan tunjukkan kebolehanmu. Kalau ternyata layak, bisa saja kita pakai!”

KAORI Newsline | Liputan oleh Dody Kusumanto

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.