SHARE

reon

kpi

Ekspos KAORI kali ini membahas kontroversi terkait siaran pers KPI atas tayangan kartun berbahaya yang menimbulkan opini publik bahwa kartun-kartun tersebut akan dihapus atau dilarang penayangannya.

Bagian I: Bongkar Mitos Di Balik KPI dan Anime
Bagian II: Apa Kata KPI
Bagian III: 2 Bulan Kemudian: Masih ada tuh di TV

Tayangan anime/kartun sudah mewarnai pertelevisian Indonesia sudah sejak lama. Berbagai judul kartun ditayangkan oleh beberapa stasiun TV Indonesia dengan ditujukan sebagai tayangan hiburan. Khalayak Indonesia tentu akrab dengan sosok robot kucing dari abad ke-21 yakni Doraemon yang sudah hadir mengudara di Indonesia sejak tahun 90-an lalu. Tidak hanya Doraemon, berbagai karakter khas Disney seperti Mickey Mouse, Donald Duck, dan Goofy juga sudah dikenal oleh khalayak Indonesia karena penayangan berbagai kartun suguhan Walt Disney oleh stasiun TV swasta Indonesia. Berbicara mengenai sosok kucing dan tikus, tentu ingatan kita tidak akan melupakan sosok Tom & Jerry yang setia menghadirkan tawa kepada para penonton nya.

Namun akhir-akhir ini, penayangan kartun-kartun tersebut mengalami beragam masalah. Salah satu faktor tersebut adalah dengan munculnya teguran oleh regulator (KPI – Komisi Penyiaran Indonesia) terhadap beberapa judul kartun yang tayang di stasiun TV swasta Indonesia. Penggemar pun mulai memberikan beragam reaksi terkait langkah yang diambil KPI ini.

Staf KAORI Kevin W dan Rafly Nugroho pada bulan November lalu mewawancarai komisioner KPI Agatha Lily dan mengklarifikasi seputar isu-isu yang beredar terkait peran KPI dalam meregulasi tayangan televisi Indonesia. Berikut transkrip selengkapnya.

DSC_1674

Kevin: Beberapa waktu lalu KPI mengeluarkan teguran terhadap sejumlah program kartun. Apakah benar KPI melarang kartun tayang di televisi?

Agatha: KPI tidak pernah melarang penayangan kartun di Indonesia. Ini perlu digarisbawahi supaya beritanya tidak misleading.

Beberapa waktu lalu KPI melakukan rilis ke masyarakat bahwa ada kartun-kartun yang menurut KPI masuk dalam kategori bahaya, ada yang masuk kategori hati-hati, bahkan KPI juga mengapresiasi ada yang masuk kategori lampu hijau dan mendorong supaya para pembuat animasi ini terinspirasi dari kartun-kartun yang baik ini.

Mengapa ada kategori lampu merah, lampu kuning, dan lampu hijau? Yang lampu merah ini ternyata mengandung muatan-muatan kekerasan fisik, seperti adegan memukul, menonjok, menendang mencekik yang dilakukan berulang-ulang, bukan cuma sekali dua kali. Nah muatan-muatan seperti ini tidak layak disiarkan atau disaksikan oleh anak-anak dan remaja. Kemudian ada muatan kekerasan verbal, kata-kata kasar, tidak sopan, dan tidak pantas diucapkan oleh anak-anak dan remaja tapi dalam film kartun ini diucapkan. Misalnya kata-kata goblok, tolol, yang menurut etika penyiaran, (kata-kata tersebut) kasar. Lalu ada perilaku tidak pantas lainnya.

Saya ambil contoh, Crayon Shinchan. Shinchan kan dimasukkan ke dalam kategori kuning (hati-hati), di situ ada adegan melihat/memperlihatkan orang dewasa berpacaran, wanita berpakaian minim dan seksi, memperlihatkan paha/bokong meski tidak eksplisit, namun saya rasa kita sepakat kalau hal itu tidak pantas disaksikan oleh anak-anak. Bahkan ada perilaku tidak pantas seperti Shinchan membuka celana, memperlihatkan pakaian dalamnya ke teman-temannya.

Ini kalau dilihat oleh anak-anak secara terus menerus, mereka akan terpengaruh, menganggap hal itu lucu dan lumrah, padahal kan tidak. Lalu ada lagi muatan porno, bukan pornografi nyata tetapi yang sifatnya asosiatif, seperti adegan berpacaran, bermesraaan, untuk kita yang sudah dewasa mungkin menonton ini sepertinya hal yang lucu, tapi buat anak-anak yang tidak punya daya filter yang baik (penalaran-Red), ini berbahaya, dia akan menganggap hal itu lumrah padahal itu diperuntukkan untuk orang dewasa, karena kartun tersebut disiarkan pada jam anak-anak banyak menonton televisi.

Lalu ada muatan kekerasan seperti Little Khrisna, di mana digambarkan ada perlawanan terhadap iblis, yang menyebabkan anak-anak melakukan tindakan kekerasan terhadap hewan. Mereka menganggap, oh hewan boleh ya diputar-putar seperti itu., dilempar, dibanting. Ingat mereka berbeda dari kita, mereka memiliki mindset yang berbeda dari anak-anak. Selain itu banyak pula kartun yang menampilkan karakter negatif, seperti malas, iri, sombong, usil yang berlebihan, lalu dendam. Kekerasan yang ditampilkan dan muatan tidak pantas tersebut seolah dianggap hal yang lumrah.

Jadi KPI tidak melarang, tetapi kami minta bila ini ingin disiarkan, muatan ini harus dikurangi atau dihilangkan. Mas mungkin masih ingat saat kita ketemu di Binus, saya termasuk orang yang senang kartun, tetapi kartun yang bagaimana dulu? Kalau saya dan Anda mungkin bisa menyaring, tapi bagaimana jika disaksikan oleh adik-adik kita, anak-anak kita, kan sangat berbahaya.

Kami minta ke stasiun TV, ke depan kalau mau menyiarkan kartun seperti Shinchan, muatan seperti itu harus dihilangkan. Tampilkanlah muatan yang edukatif, menghibur, lucu, bila memang banyak muatan kekerasan dan porno dari awal sampai akhir, ya siarkan saja pada malam hari, supaya kita yang dewasa saja yang menonton. Jangan anak-anak menjadi korban. Pecinta animasi itu kan banyak sekali.

Saya juga senang kartun, tapi saya tidak suka bila kartun dengan muatan kekerasan itu tayang pada jam anak-anak. Bila pengelola merasa sulit mengedit, ya jangan disiarkan, atau disiarkan di atas pukul 10 malam.

Bersambung ke halaman 2

62 COMMENTS

  1. sehrsx kyk bgt dr dl, film yg katax gak dianggap pantas utk anak2 dan remaja serta mmg jls2 segmenx bkn utk anak2 dan remaja ya hrsx pindah jam tayang dan peran orang tua sangatlah penting utk memantau dan mengajarkan anak2 mereka ttg materi dr acara tsb. trus film berkualitas yg banyak sensor2 dan pemotongan gak penting jg perlu dipikirkan baik2, hrsx dibiarkan sj toh wkt tygx jg wkt di mana anak2 utk tidur. dan film2 yg jls2 tdk bermutu hrsx segera ditindak lanjuti agar tdk menghancurkan ms kcl anak2. ingat slh 1 sifat dsr manusia yaitu rs ingin tw dan penasaran yg amat tinggi. justru smakin dilarang justru smakin penasaran dan ingin skali utk mencr tw.

    • Mas tolong dong mas. ‘nya’ jangan di ganti pake ‘x’ saya ini orang kuno suka pusing baca tulisan anak muda jaman sekarang. tolong lah mas pliiisss di biasakan. Itu biar yang pengen baca komeng kaga puing mas, tolong ya mas ya. maaf ya kalo ada anak Yala lainnya yang tersinggung.

  2. Lol lucu sekali percakapan para sampah yang berkomentar di sana

    So saya udah gk peduli sama yang di post jga an setelah tiadanya kartun detective conan, sinchan, gintama dsb
    Saya dan jga banyak dri tmn perumahan saya udah jual tu yang namanya TV atau jga bisa di bilang udah gk suka film sampah. Seperti yang ada sekarang.

    #udah bagaikan tempat sampah tu TV sekarang mau brp jga harganya ane buang jga

    Fuck

  3. sebenarnya kalo stasiun televisi bner2 MAU nayangin kartun dan anime cap remaja, diperbolehkan sih sama kpi selama diatas jam 10 malem kaya anime:
    OP, Bleach, bahkan anime dewasa sejenis HDXD, tapi yang namanya televisi sekarang mah cuma ngejar rating doang
    liat tuh tiap minggu jam tayang kartun dan anime di potong abis cuma buat acara musik kaya dahsyat dan inbox
    kalo semisal jam anak2 cuma nayangin anime sport kaya kapten tsubasa, eyeshield, trus anime fantasi kaya digimon, pokemon sah2 aja
    cuma, stasiun televisinya MAU apa enggak.

    • yak, dlu emang zaman keemasan pertelevisian gan, dlu aja rela dari pagi – siang bahkan sore cuma duduk di depan televisi liat anime kesukaan… Sekarang ??? mending kluar aja drpd liat tv, acaranya dkit yg bermutu, :3

  4. tayangin anime Bakuman plis

    no hentai sama sekali. (beneran)

    menunjukkan cara membuat manga dan cerita yang benar, bukan plagiat kaya GGS yang ngeplagiat teen wolf atau twiight

    menunjukkan cara pembuatan karakter yang baik, yang sesuai rating umur pembaca.

    menunjukkan persaingan adil tanpa trik kotor.

    menayangkan Bakuman secara tidak langsung bisa membantu pembuatan animasi indo, manga indo BAHKAN sinetron indo.

    indo itu kreatif, tapi kadang kala ga sengaja nyerempet jadi plagiat. kalo nonton Bakuman, seharusnya plagiat bisa dihindari karena diajarkan juga cara menghindarinya. (wajib bagi sinetron indo)

  5. tayangin anime Bakuman plis

    no hentai sama sekali. (beneran)

    menunjukkan cara membuat manga dan cerita yang benar, bukan plagiat kaya GGS yang ngeplagiat teen wolf atau twiight

    menunjukkan cara pembuatan karakter yang baik, yang sesuai rating umur pembaca.

    menunjukkan persaingan adil tanpa trik kotor.

    menayangkan Bakuman secara tidak langsung bisa membantu pembuatan animasi indo, manga indo BAHKAN sinetron indo.

    indo itu kreatif, tapi kadang kala ga sengaja nyerempet jadi plagiat. kalo nonton Bakuman, seharusnya plagiat bisa dihindari karena diajarkan juga cara menghindarinya. (wajib bagi sinetron indo)

  6. tayangin anime Bakuman plis

    no hentai sama sekali. (beneran)

    menunjukkan cara membuat manga dan cerita yang benar, bukan plagiat kaya GGS yang ngeplagiat teen wolf atau twiight

    menunjukkan cara pembuatan karakter yang baik, yang sesuai rating umur pembaca.

    menunjukkan persaingan adil tanpa trik kotor.

    menayangkan Bakuman secara tidak langsung bisa membantu pembuatan animasi indo, manga indo BAHKAN sinetron indo.

    indo itu kreatif, tapi kadang kala ga sengaja nyerempet jadi plagiat. kalo nonton Bakuman, seharusnya plagiat bisa dihindari karena diajarkan juga cara menghindarinya. (wajib bagi sinetron indo)

  7. tayangin anime Bakuman plis

    no hentai sama sekali. (beneran)

    menunjukkan cara membuat manga dan cerita yang benar, bukan plagiat kaya GGS yang ngeplagiat teen wolf atau twiight

    menunjukkan cara pembuatan karakter yang baik, yang sesuai rating umur pembaca.

    menunjukkan persaingan adil tanpa trik kotor.

    menayangkan Bakuman secara tidak langsung bisa membantu pembuatan animasi indo, manga indo BAHKAN sinetron indo.

    indo itu kreatif, tapi kadang kala ga sengaja nyerempet jadi plagiat. kalo nonton Bakuman, seharusnya plagiat bisa dihindari karena diajarkan juga cara menghindarinya. (wajib bagi sinetron indo)

  8. tayangin anime Bakuman plis

    no hentai sama sekali. (beneran)

    menunjukkan cara membuat manga dan cerita yang benar, bukan plagiat kaya GGS yang ngeplagiat teen wolf atau twiight

    menunjukkan cara pembuatan karakter yang baik, yang sesuai rating umur pembaca.

    menunjukkan persaingan adil tanpa trik kotor.

    menayangkan Bakuman secara tidak langsung bisa membantu pembuatan animasi indo, manga indo BAHKAN sinetron indo.

    indo itu kreatif, tapi kadang kala ga sengaja nyerempet jadi plagiat. kalo nonton Bakuman, seharusnya plagiat bisa dihindari karena diajarkan juga cara menghindarinya. (wajib bagi sinetron indo)

  9. Mending sinetron aja yang disaring, lagipula kan masih ada Love Live untuk anak-anak untuk tayang Minggu pagi (meskipun harus rating battle sama A*kat*u! yang tayang Sabtu pagi) dan lagu-lagunya masih bisa di-versi Indo-kan sama Teenebelle (sisterannya Chibi) yang juga 9 member kayak Muse, jadi pas kan.

  10. Konyol sekali rasanya setelah tahu mereka menyortir film film animasi tapi tidak dengan sinetron. Coba lihat, sinetron kekerasan tayang pada jam belajar?
    Apakah saya terlalu bodoh untuk mengerti KPI?

  11. Semua itu sepertinya harus kembali ke peran orang tua masing2. Toh, penayangan kartun2 tsb kan targetnya ke anak2. Pendampingan org tua justru jadi hal dasar. Mau spt apapapun kartunnya, jika org tua mendampingi dan memberikan pengertian maka itu tidak apa2 menurut saya. Malahan, kalau maslah teguran dll spt itu harusnya diberikan pada sinetron/FTV. Mengapa?? Target dari sinteron/FTV memang org dewasa atau remaja-dewasa. Tapi mari kita lihat dari segi lain. Anak2 disini tentunya akan mencontoh apa yg org dewasa (terutama org tua atau keluarga). Mereka sekrg masih dalam perkembangan menuju remaja, sehingga perlu didampingi. Dan tak heran apabila anak2 ini akan menganggap org tua mereka atau keluarga mereka sebagai panutan. Nah, di saat para org tua/dewasa menonton seinteron/FTV yg memang ditujukan ke mereka, anak2 tentunya akan meniru/ikut menonton hal tsb. padahal dlm sinteron/FTV terdapat adegan2 yg hanya org dewasa saja yg boleh melihat. (Saya tidak menyalahkan adanya adegan2 tsb, krna kalau melihat dr sisi target penontonnya, itu hal yg cukup wajar). Tapi mari kita lihat dari sisi ini. Anak2 yg skrg dalam masa “penasaran” bisa saja menanyakan adegan2 tsb kepada para org dewasa. Dan bisa saja ditirukan.. mungkin.. Dan lagi, kasus di kampung saya dan tmpt saya ngekos, anak2 justru jarang mendapat waktu untuk menonton kartun di jam nya mereka. Justru malah dipakai org tua untuk menonton acara2 lain, sinetron, FTV, dsb. Kalau begitu, mau gimana lagi?? Org2 mengolok2 KPI krna membanned, memotong, dll thd kartun2 untuk anak2. Tapi kalau merekanya spt itu, tidak memberi waktu menonton apa yg seharusnya jadi tontonan anak2, mau gimana coba?? Memang itu mungin hanya beberapa org saja, tapi menurut saya, yg melakukan itu adalah mayoritas orang2 tua.
    Sehingga, kalau menurut saya, KPI harusnya lebih berfokus pada tayangan2 yg tidak baik, yg memunculkan kekerasan, seksualitas, dll di SEMUA aspek. Jangan hanya di bagian khusus anak2nya saja. Dan saya pun bertanya2, apakah dari sekian banyak org2 yg bekerja di KPI itu tidak ada yg berpikir kritis, bahwa dr tontonan dewasa pun bisa ditonton oleh anak2?? Banyak sekali kemungkinan2 yg menurut saya akhirnya menyimpulkan demikian.

    Dan menurut saya, tontonan spt anime itu perlu diadakan lagi di Indonesia. Perlu di-Booming-kan lagi spt tahun 2000-an dulu. Saya bisa menjamin jika TV indonesia mau menayangkan anime, meski di jam 11 atau 12 malam pun, tetap akan banyak orang2 yg menonton. terutama remaja2.. hehe..
    terimakasih 🙂

  12. Kalo saya sih begini ambil contoh SCTV
    Pagi ada FTV, Siang ada FTV, Sore kadang ada FTV, Malem ada FTV dan itu berlangsung diulang-ulang

    Kadang saya merasa Seminggu FTV judul yang sama tayang 3x dan kadang tayang di Pagi, Siang, Malem

    Nah kalo langkah FTV yang mengandung unsur gak bener tayang Malem sih ya “I don’t care”
    Tapi kalo malem minggu??? percuma juga dong anak warnet kadang begadang

    —————————————————————————————————–

    Sebenarnya sih gini
    Indonesia tuh rata-rata pendidikan cetek, dan sifatnya tertutup banget gara-gara kita udah merdeka tahun 1945 dan kita tertutup banget dari dunia luar.
    Jaman udah merdeka, Warga yang paling tinggi jabatan kayak KPI punya otak pintar, tapi gak pandai pakai otak nya

    Bener gak?

  13. sebenarnya gak kepikiran ya, kalo si agatha lily ini blgnya “suka anime” jgn2 hanya utk menyenangkan hati dr pihak KAORI selaku yg mewawancarai. krn skrg msh blm ada aja tuh perubahan di tv kita. mereka cmn omdo aja tuh. msh hobi sensor dan ptg adegan secr alay dan lebay. bahkan yg bermutu pun ditegur dgn alasan oon. KPI dan LSF mmg rsnya tdk pernah bljr deh dr keslhn2 sblmnya. bahkan mata dan telinga mereka rsnya sdh buta dan tuli krn uang, sdh brp banyak org ngepost di FB mereka, tp tdk digubris sm skali tuh. parah ckckck

  14. mna nih janjinya yg blg kyk anime utk kategori remaja ke atas ditayangkan di atas jam 10 mlm? bahkan sampe skrg tdk ada perubahan sm skali di stasiun2 tv tuh. animasi slalu sj dianaktirikan dan slalu dianggap utk “anak2”. pdhl jls2 ada pembagian usia yg jls. bullshit jg blg mw bljr dr fox movies dan HBO. sampe skrg sensor2 dan ptg adegan secr oon dr KPI dan LSI msh ttp ada tuh. hanya janji tok tp tdk ada bukti dan tindakan alias omdo, memuakkan sj ckckck

  15. harusnya itu dibikin kpi tersendiri buat anime. Contohnya seperti KPAF (Komisi Penyiaran Anime). Soalnya genre nya juga beda. Sensornya juga beda. Atau para otaku pun harus ada yang berada di KPI. Biar para otaku aja yang bisa nyeleksinya.