SHARE

reon

1959655_882155915129111_1531972502799696641_n

Ekspos KAORI kali ini membahas kontroversi terkait siaran pers KPI atas tayangan kartun berbahaya yang menimbulkan opini publik bahwa kartun-kartun tersebut akan dihapus atau dilarang penayangannya.

Bagian I: Bongkar Mitos Di Balik KPI dan Anime
Bagian II: Apa Kata KPI
Bagian III: 2 Bulan Kemudian: Masih ada tuh di TV

Tayangan anime/kartun sudah mewarnai pertelevisian Indonesia sudah sejak lama. Berbagai judul kartun ditayangkan oleh beberapa stasiun TV Indonesia dengan ditujukan sebagai tayangan hiburan. Khalayak Indonesia tentu akrab dengan sosok robot kucing dari abad ke-21 yakni Doraemon yang sudah hadir mengudara di Indonesia sejak tahun 90-an lalu. Tidak hanya Doraemon, berbagai karakter khas Disney seperti Mickey Mouse, Donald Duck, dan Goofy juga sudah dikenal oleh khalayak Indonesia karena penayangan berbagai kartun suguhan Walt Disney oleh stasiun TV swasta Indonesia. Berbicara mengenai sosok kucing dan tikus, tentu ingatan kita tidak akan melupakan sosok Tom & Jerry yang setia menghadirkan tawa kepada para penonton nya.

Namun akhir-akhir ini, penayangan kartun-kartun tersebut mengalami beragam masalah. Salah satu faktor tersebut adalah dengan munculnya teguran oleh regulator (KPI – Komisi Penyiaran Indonesia) terhadap beberapa judul kartun yang tayang di stasiun TV swasta Indonesia. Penggemar pun mulai memberikan beragam reaksi terkait langkah yang diambil KPI ini.

Maraknya Pemberitaan mengenai KPI: Serupa tapi tak sama

Beberapa bulan lalu, sejumlah media online marak memberitakan mengenai langkah KPI yang memberikan teguran kepada tayangan kartun Tom & Jerry dan Spongebob Squarepants. Seperti yang dilansir beberapa media online dalam negeri, KPI memberikan teguran terhadap beberapa tayangan kartun karena dinilai mengandung konten kekerasan, tidak mendidik, dan berbahaya bagi khalayak terutama anak-anak.

Di tengah maraknya pemberitaan mengenai KPI di berbagai laman berita online dalam negeri, beberapa media online Internasional pun turut memberitakan hal yang serupa. Laman media asal Jepang, Asahi Shimbun, memuat berita mengenai langkah yang diambil regulator Indonesia ini.

Tidak hanya Asahi Shimbun, laman berita 0takomu asal Jepang yang kerap memuat berbagai berita perkembangan seputar anime di Jepang juga tak luput memberitakan mengenai Crayon Shinchan. Pemberitaan terus bergulir hingga dilansir oleh laman berita asal Amerika, yakni Anime News Network. Lagi, pemberitaan yang disampaikan ANN adalah mengenai polemik penayangan Crayon Shinchan yang menurut komisioner KPI, Ibu Agatha Lily dianggap sebagai tayangan yang berbahaya untuk ditonton oleh anak-anak karena memuat berbagai unsur pornografi asosiatif.

Polemik Crayon Shinchan & Dugaan Pornografi Asosiatif

Crayon Shinchan merupakan seri kartun yang diadaptasi dari komik. Seri anime ini ditayangkan di Indonesia oleh stasiun TV RCTI. Anggapan KPI mengenai Crayon Shinchan yang memuat unsur pornografi memang tidak sepenuhnya salah, karena pada manga nya sendiri, seri ini kerap memuat berbagai adegan yang mengandung unsur pornografi baik secara langsung maupun secara asosiatif (secara tidak langsung).

Pada awal penayangannya, stasiun TV RCTI selaku pihak yang menayangkan seri kartun ini kerap memberikan himbauan bahwa tayangan ini ditujukan bukan untuk anak-anak. Klasifikasi Remaja-Dewasa pun disematkan kepada seri anime ini. Begitu juga dengan komik Crayon Shinchan yang terbit di Indonesia tak lupa pula disematkan klasifikasi dewasa.

Meski diklasifikasikan sebagai tayangan untuk dewasa, namun seri Crayon Shinchan di RCTI justru ditayangkan pada hari Minggu pukul 07.30 WIB, dikala anak-anak sedang berada di depan layar televisi.

Polemik penayangan Crayon Shinchan ini tidak hanya terjadi di Indonesia, bahkan di negeri dimana tayangan ini berasal, yakni Jepang, terjadi polemik yang serupa. Di Jepang, penayangan Crayon Shinchan sering kali harus berhadapan dengan regulasi penayangan setempat karena unsur pornografi dan unsur-unsur lainnya yang dikhawatirkan dapat membahayakan penonton seri anime ini.

Lika-Liku Penayangan Kartun di Indonesia: Sebuah Perjalanan

Penayangan kartun di Indonesia bukanlah hal yang baru berjalan. Sudah banyak berbagai judul kartun yang tayang di stasiun TV Indonesia. Hari minggu pun tak luput dibanjiri oleh berbagai tayangan kartun oleh beberapa stasiun TV Indonesia.

Beberapa kartun sempat populer di kalangan khalayak Indonesia saat seri tersebut ditayangkan oleh stasiun TV swasta. Sebut saja seri kartun ber-genre mecha Gundam Seed yang pernah ditayangkan oleh stasiun TV Indosiar. Tidak sebatas pada genre mecha saja, mahou shoujo (magical girl) pun sempat ditayangkan oleh beberapa stasiun TV seperti Sailor Moon yang ditayangkan oleh Indosiar dan Cardcaptor Sakura yang ditayangkan oleh TPI.

Indosiar merupakan stasiun TV yang cukup akrab dengan para penggemar kartun asal Jepang. Beberapa seri kartun sudah banyak ditayangkan oleh Indosiar hingga saat ini. Ingatan anda tentu akan tertuju kepada seri Digimon Adventures, Seint Seiya, dan Dragon Ball yang ditayangkan oleh stasiun TV ini.

Melalui SCTV lah sosok sang samurai Himura Kenshin dikenal luas oleh khalayak Indonesia. Begitu juga dengan karakter Pikachu dalam seri Pokemon yang pernah ditayangkan oleh stasiun TV Indosiar setelah sebelumnya tayang di SCTV. Tak lupa pula seri Cooking Master Boy, Dr.Slump, dan Bakabon serta Monster Rancher turut serta mewarnai siaran SCTV.

TV7 pada awal masa berdirinya juga sering memutar berbagai judul kartun. Umumnya TV7 menayangkan kartun pada sore hari. Judul-judul yang pernah disiarkan oleh TV7 diantaranya adalah Ghost at School, Hell Teacher Nube, Ranma ½, Kirby, serta Trouble Chocolate.

Menjelang era pertengahan 2000-an, penayangan beberapa kartun mulai mengalami pengurangan. Porsi tayangan kartun di stasiun TV mulai berkurang. Berbagai tayangan program kartun pun hanya ramai pada hari Minggu saja.

Di saat berkurangnya penayangan kartun tersebut, sempat muncul stasiun TV Space Toon yang fokus menyuguhkan tayangan kartun dari pagi hari hingga malam hari. Seri kartun asal Jepang maupun Barat disiarkan oleh stasiun TV ini. Kartun yang pernah ditayangkan Space Toon adalah seri Macross, Yattar Man, Minky Momo, dan juga Hunter X Hunter.

Sekitar tahun 2008, pada siang hari, stasiun ANTV juga turut serta menayangkan beberapa kartun. Seri kartun seperti Keroro, Kekkaishi, dan Zorori menjadi suguhan dari stasiun TV ini. Sebelumnya, ANTV juga sudah menayangkan seri kartun Scooby-Doo pada pukul 17.00 WIB sejak awal tahun 2000-an.

Pada tahun 2010, stasiun Global TV memiliki program bertajuk Super Anime yang menayangkan berbagai kartun Jepang seperti Death Note, Samurai 7, MAR, Kiba, Naruto,Eyeshield 21, serta Eureka Seven. Pada awal program Super Anime ini dijalankan, seri anime tersebut tayang pada pukul 18.00-20.00 WIB. Tidak hanya seri, movie kartun seperti Naruto dan Evangelion juga sempat tayang di Global TV.

Seiring berjalannya waktu, penayangan sempat terhenti. Berbagai seri anime yang tayang pada petang hari pun mulai pindah tayang menjadi dini hari sekitar pukul 03.00-05.00. Pemindahan jam tayang ini diduga ada kaitannya dengan konten yang dimuat dalam berbagai tayangan tersebut. Seperti pada beberapa adegan dalam seri Death Note dan Eureka Seven yang mengandung unsur kekerasan.

Penayangan program Super Anime tidak berjalan lama, satu per satu judul seri anime pun menghilang dari televisi Indonesia. Hanya beberapa saja yang masih ditayangkan hingga saat ini.

Sejumlah judul kartun yang masih tayang sekarang pun kini ada yang mendapat teguran dari KPI. Berbagai program seperti Tom & Jerry, Spongebob Squarepants, Crayon Shinchan, dan Bima Sakti mendapat teguran dan terancam untuk dihentikan penayangan nya akibat mengandung konten berbahaya.

Teguran yang dilayangkan KPI pun bukan hal baru. Tayangan kartun yang mendapat teguran dari KPI tidak terjadi akhir-akhir ini saja, bahkan sudah sejak lama KPI melayangkan teguran ke berbagai program tayangan termasuk kartun.

Sebelumnya, beberapa bulan lalu, KAORI sempat mengadakan Forum Anime Indonesia yang bertempat di Binus International. Pada kesempatan tersebut, komisioner KPI, Agatha Lily hadir serta memberikan keterangannya mengenai penayangan program kartun di Indonesia. Menjawab tuduhan yang mengatakan KPI terkesan anti terhadap kartun, Agatha Lily menyatakan bahwa “Saya juga gemar kok nonton kartun”. Namun menurutnya, kartun seperti apa itu yang menjadi poin penting, karena ia menyadari bahwa tidak semua kartun ditujukan untuk anak-anak.

Bersambung ke halaman 2

20 COMMENTS

  1. Setelah artikel yang ane dapat
    Target sensor KPI adalah film yang mengandung unsur kekerasan fisik, sementara yang batin rada dkesampingkan.
    Yang membuat moral jatuh bukanlah kekerasan fisik, tapi kekerasan batin,
    Kekerasan batin -> Bully, Caci maki, ejek mengejek, merendahkan orang lain berdasarkan statusnya
    dan semua kekerasan batin itu mendominan di Sinetron dan FTV,

    Bila KPI wajib mencantumkan pedoman klasifikasi tayangan sesuai umur / konten (Anak-anak, Dewasa, Remaja, Semua Umur) kenapa semua sensor film diberlakukannya sama? Terus gunanya pemberian label konten buat apa? Adegan potongnya sama,sensornya pun di hal yang sama. ( ´_ゝ`)a

    ” dari 127 sanksi yang kami jatuhkan sampai dengan bulan September, hanya 10 saja yang dijatuhkan untuk kartun. Sisanya untuk FTV, sinetron, bahkan berita.”
    Nah, kenapa penindakannya sangat lama untuk sisa 117 acara itu?

  2. “keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia”, indonesia emang adil banget. gak dari anak2 sampek orang tua cara nyensor filmnya pun disama ratakan. klasifikasi film kayaknya hanya berlaku untuk anak2 ma remaja aja (paling sering bimbngan ortu). jarang liat yang tulisannya D (dewasa).
    kadang nonton film d tv pun rasanya jg gak srek, banyak banget kata yg disensor (contohnya kata bodoh).
    mungkin KPI itu ibarat ortu yg protektif banget ke anak2nya, tp masa’ smua orang dianak kecilkan sama mereka.
    kartun yg ditonton paling jg marsya, george, spongebob, shinchan. tontonan anak2 semua. tapi gimana lagi namanya jg pngen nonton tv.
    tp klo bener2 pengen keadilan yang rata, kenapa KPI gk coba memperketat produksi sinetron dalam negri yg isinya semua cuma ngajarin hal2 yg gak penting.
    semua isi sinetron di tiap chanel sama, kalo gak masalah pacaran, manusia jadi2an, menantu yang disiksa, kalo gk gt istri yg disiksa suami.
    sebelum berani mengkritik karya orang coba perhatiin dulu karya dalam negri, udah pantas gak dibanggain?
    maaf sebelumnya agak kasar (kebawa emosi)

    • Betul! Mungkin menurut kpi sinetron mendidik dan anime tidak mendidik
      180derajat ama kenyataanya padahal anime itu mendidik lo kalo di teliti kata mutiara di dalam anime tu banyak banget lo! Emang sinetron punya? Sekian salam anime defender

  3. Semoga di masa mendatang organisasi KPI dipegang oleh anak-anak yang lahir di tahun 90 an, yang pernah merasakan kegembiraan menonton anime non stop dari pagi sampai siang pada hari minggu maupun hari biasa pada sore hari tanpa terganggu akan urusan sensor bullshit. semoga… di masa yang akan datang anime anime ini ditayangkan kembali walaupun mungkin dengan jam tayang yang diatur dan disesuaikan jika memang tidak cocok dengan anak-anak. KPI harus pintar, sadar apakah anime dan kartun itu selalu identik dengan anak kecil??? tidaak!! orang dewasa pun juga menonton kartun, mereka kangen dan rindu akan anime dan kartun yang menghiasi harinya di masa kecil. sayang sekali generasi sekarang harinya diisi dengan acara televisi yang bullshit dan tidak mendidik. tolong untuk siapa saja yang memegang kendali siaran tv swasta tolong tayangkan kembali cardcaptor sakura!!!!! please

    • nah ini maksudku , mereka ini benar” ga mau mengikuti jaman
      hanya karena iming” ingin melindungi anak” indonesia bukan berarti mencampuri keinginan mereka semua
      kenapa mereka mensensor kata” yg pasti akan didengar oleh anak” di tempat tinggalnya
      kenapa mereka mencutscene adegan binatang yg hanya memukul pelan temannya yg bahkan mungkin tidak terasa amat sakit
      ya karena itu orang” kolot yg sudah tua seharusnya sudah tidak layak untuk bekerja di KPI

  4. anak kecil udah pada pegang gadget dan main cinta-cintaan…apa itu ulah kartun? bukan…tapi ulah sinetron dan FTV, jika KPI menganggap kartun itu sebagai tontonan negatif, maka bandingkan saja, moral dan etika mana yang lebih baik, generasi 90-an yang masih banyak dihiasi kartun, atau generasi sekarang yang didominasi sinetron, komedi kekerasan, dan acara hura-hura yang gak jelas?

  5. apakah semua anime akan dihapus semua?,termasu pretty rhythm dan semua seri pretty cure?. Bagaimana dengan Sailor Moon?,kenapa tida dihapus?,itu wajib dihapus karena pakaiannya terlalu berdampak negatif…

  6. ah dasar otak nya pejabat indonesia kerjaan nya suka bikin aturan aturan yang ga bermutu kartun lah dianggap ga mendidik lah dianggap kekerasan tiap hari tuh sinetron banyak yang tanyang ga mendidik lagi malah banyak kekerasan nya nya sama ditambah pemain nya pada rada bego semua peran nya kaya gitu ga di sensor malah dikasih tanyang bilang aj mau nya uud (ujung ujung nya duit) lagian mana ada tanyangan yang mendidik yang menjadikan tanyangan mendidik itu nya kita sendiri sebagain penonton nya

  7. Memang ada beberapa pake kekerasan,cuma kpi juga harus menyeimbangkan yang artinya dimana acara lain yang mengandung unsur kekerasan juga harus diberi teguran atau dapat tindakan yang sama dengan kartun kartun tersebut

      • Halah sok bela diri, dari dulu tontonan kartun ga berdampak apa-apa dgn perilaku anak-anak. Buktinya kami semua yang pernah jadi anak-anak ga pernah bikin kekerasan karena meniru kartun tersebut. Jika KPI mau berkilah mau melindungi anak-anak, kami jawab anda cuma mematikan daya kreatifitas anak indonesia dan memaksa anak-anak dewasa sebelum waktunya.