Kisah Nyai Dasima Dikomikkan Oleh Dua Komikus Veteran

0

nyai dasima

Dua komikus veteran Indonesia, Mansyur Daman dan Kusnadi Omkus berkolaborasi mengangkat cerita klasik Nyai Dasima ke dalam komik.

Nyai Dasima diambil dari sebuah buku karangan G. Francis (Gijsbert Francis a.ir) yang terbit pada tahun 1896, ditulis berdasarkan kisah nyata kehidupan seorang istri simpanan yang bernama Dasima, gadis dusun Kuripan, Bogor.

Mansyur Daman atau lebih dikenal dengan nama penanya MAN (lahir di Jakarta, Indonesia, 3 Juli 1946) adalah seorang komikus yang paling dikenal lewat serial Golok Setan dan Siluman Sungai Ular, karya komik silatnya yang menampilkan tokoh fiktif Mandala, seorang pendekar silat yang memiliki kesaktian tinggi, yang kemudian diangkat menjadi sebuah film berjudul Golok Setan yang dibintangi aktor laga Barry Prima pada tahun 80-an.

Advertisement Inline

Mansyur Daman belajar menggambar dari seorang pelukis saat belajar di SMP. Dia menyelesaikan SMA pada tahun 1964 dan bekerja lepas sebagai ilustrator sampul novel di Penerbit Rose di Jakarta. Di sana ia bertemu dengan beberapa seniman komik senior seperti Jan Mintaraga. Komik pertamanya adalah Istana Hantu. Komik silat pertamanya adalah Mentjari Djedjak Setan Tjulik.

Salah satu karyanya yang sangat populer adalah serial Mandala seri (diterbitkan dalam judul berbeda), yang juga diangkat ke dalam film layar lebar berjudul Golok Setan (1984) yang dibintangi Barry Prima, dan kemudian sebuah serial TV. Selain komik, MAN juga menciptakan desain untuk taman hiburan. Dalam beberapa tahun terakhir, karyanya telah diterbitkan oleh Image Comics dalam New World Order #2 dan #3. Beberapa judul komiknya yang terkenal adalah Si Tompel, Golok Setan, Mandala Siluman Sungai Ular dan Braja. Proyek barunya antara lain Mandala 2020 dan Bunuh Mandala, sebuah komik bertema horor/sejarah dan tema Wayang Ramayana, maupun komik Neraka Borneo yang dikerjakannya dengan menggandeng komikus muda Alfi Zachkyelle.

Adapun Kusnadi Omkus memulai karirnya sebagai komikus di masa remajanya dengan nama pena Dedy Sandora. Karirnya sebagai komikus tidak terlalu lama karena dirinya masuk wamil menjadi marinir dengan pangkat terakhir setingkat Kolonel. Ramainya komik memicu dirinya untuk kembali ke dunia komik, di mana selain proyek kolaborasi Nyai Dasima bersama MAN, Dedy Sandora juga akan merilis kembali komik Muara Tembaga yang sempat ditulis olehnya pada tahun 1968 lalu.

Baik Nyai Dasima maupun Muara Tembaga, keduanya akan diterbitkan melalui Bintangterang Buanaarta. Kedua komik ini rencananya akan diterbitkan pada akhir bulan Januari lalu namun karena satu dan lain hal, jadwal penerbitannya diundur. Masih belum jelas kapan kedua komik ini akhirnya akan diterbitkan.

KAORI Newsline

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.