Kiri ke kanan: Lexus RC F, Honda NSX Concept-GT, dan Nissan GT-R, mobil GT500 era 2014

Apa Itu Super GT?

logo

Super GT adalah salah satu ajang balap yang populer di Jepang yang melombakan mobil balap kategori Grand Touring (GT), yaitu mobil sport yang diproduksi secara umum dan telah dimodifikasi sesuai regulasi lomba. Berbeda dengan ajang balap GT lainnya, mobil-mobil yang berlomba di Super GT dapat dimodifikasi dan dikembangkan lebih bebas. Ajang balap yang dimulai dari tahun 1993 ini awalnya mengusung nama All-Japan Grand Touring Championship hingga tahun 2004. Nama Super GT baru digunakan pada musim 2005 sampai saat ini. Ajang balap ini diselenggarakan oleh Japan Automobile Federation (JAF) dan disponsori oleh GT-Association.

NISMO Skyline (R33) GT-R JGTC 1998, salah satu mobil GT500 era JGTC
NISMO Skyline (R34) GT-R JGTC 2001, salah satu mobil GT500 era JGTC (sumber: http://www.gtrnissanskyline.com/)

Super-GT mengusung format balap ketahanan dengan durasi dan jarak tempuh yang panjang (paling pendek 250 km dengan durasi sekitar 1,5 – 2 jam, dan paling panjang 1000 km dengan durasi 5-6 jam). Setiap mobil dikendarai oleh dua pembalap (tiga pembalap untuk lomba berdurasi panjang) yang saling bergantian mengendarai mobil tersebut.

Advertisement Inline
Super_GT_driver_change_
Suasana pergantian pembalap di sela-sela balapan (sumber: jrm-group.com)

Seperti halnya ajang balap ketahanan lain (seperti World Endurance Championship, atau Tudor United Sportscar Championship), Super GT juga mengusung format balap 2 kelas, yaitu GT500 dan GT300. Cara untuk membedakan tim yang berlomba di kelas GT500 dan GT300 cukup mudah. Tim kelas GT500 menggunakan lampu dan numberplate berwarna putih, sedangkan tim kelas GT300 menggunakan lampu dan numberplate berwarna kuning.

Atas: warna lampu dan numberplate kelas GT500 Bawah: warna lampu dan numberplate kelas GT300
Atas: warna lampu dan numberplate kelas GT500
Bawah: warna lampu dan numberplate kelas GT300 (sumber: Super GT Funbook 2014)

45 KOMENTAR

  1. Ralat min, gambar di palinga atas itu Nissan Skyline GT-R R34, bukan R33. Trus itu pas musim 2001, bukan 1998.

      • oh iya, btw website nismo.tv nyediain tayangan live pake bahasa Inggris lho, tapi sayangnya suara mobil2nya masih terlalu “ketiban” sama suara komentatornya.

  2. Nah, kemaren saya nonton race Okayama juga dari situ, karena streaming “situs sebelah” meskipun frameratenya lebih alus, tapi sering putus nyambung. Kalo yang kualitas sound-nya, setuju suara komentatornya terlalu gede dibanding suara mobilnya

  3. Sekedar info min.
    Super GT (dulunya JGTC) merupakan event Endurance Grand Touring yang terkenal dan di adaptasi ke berbagai game balap simulasi.
    Diantara game-game itu salah satunya di kembangkan oleh Polyphony Digital Inc. yaitu Gran Turismo yang sudah mendapat lisensi dari JAF dan FIA. Hingga mobil-mobil Super GT bisa di mainkan. Game itu hanya berlaku di platform PS saja.

    • Yap, seri Super GT/JGTC memang sudah sering muncul di berbagai game balap, mulai dari era NES sampai konsol masa kini, seperti dari Gran Turismo, JGTC (ada gamenya sendiri di NES dan PSX), Forza, dan terakhir GRID Autosport

      • NES ya? Udah lama juga.
        Sekarang lebih di dominasi oleh Gran Turismo (mewakili Play Station system) dan Forza Motorsport (mewakili X-Box system)

    • Kalau untuk pembalap Indonesia, saya masih belum yakin. Tapi kalo sponsor dari Indonesia, iya.

      Coba agan lihat tim JLOC (Japanese Lamborghini Owners Club) di kelas GT300, sementara ini masih pakai mobil Gallardo (nomor 87 & 88). Rencananya akan ganti ke Lamborghini Huracan (pas presentasi-nya dari Lamborghini ada sponsor Pertamina lho). Moga2 pas ganti ke Huracan GT3, logo Pertaminanya juga nongol di mobil-mobil JLOC hehehe 🙂

      Anyway, ada yang nonton balapan ke-2 Super GT kemaren Minggu di Fuji Speedway? IMHO itasha di sana sepertinya masih belum begitu bersinar (Hatsune Miku & Love Live). Sayang LoveLive! gagal finish 🙁

      • Tentang Pertamina kenapa bisa nongol di Huracan, kalo yang saya baca di satu trit di K*skus katanya di Itali ada distributor pelumas Pertamina di sana, jadi bisa dapet koneksi buat ngesponsorin tim yang pake Huracan GT3 (seinget saya udah ada 2-3 Huracan GT3 yang disponsori Pertamina). Ya.. bener sih, kali aja kalo mereka pake Huracan GT3 logo Pertaminanya juga ikutan nongol~

        Ah ya, tentang pembalap Indonesia, sebenernya saya cuma berharap ada yang bisa bikin Rio (GP2), atau Sean dan Paz Armand (WSR 3.5) “tersesat” di disiplin Endurance biar mereka bisa nyemplung di Super GT atau balap GT lainnya :v

        Masalah balapan kemaren, yang battle Gainer SLS vs B-Max GT-R GT3 vs Prius itu seru bener. Sayang itu Prius pas lap terakhir malah melintir… -_-

        • Bener banget, hari Minggu kemaren yang rebutan juara 2 justru paling sengit, sayang Prius jadi gagal podium 🙁

          Saya juga khawatir sama #10 Gainer GT-R GT3 yang lagi juara 1, di akhir balapan bumper depannya seperti “mungut” sampah, sepertinya habis contact sama mobil lain, takutnya kena bendera “orange disk” (disuruh ke pit stop buat benerin mobil)

          Sejarah terulang, pas balapan 2012 Fuji 300 km, Koki Saga (tim apr juga) juga melintir saat akan nyalip #33 Hankook Porsche yang juara 1, akhirnya jadi finish juara 2.

          Sejarah juga terulang untuk mobil #88 (Manepa Lamborghini GT3) di balapan Fuji 500 km..
          2013 : Pas lagi juara 3 (di akhir balapan) tiba2 ban-nya pecah, gagal dapat poin
          2014 : Tabrakan di lurusan setelah start, hidung mobil hancur parah
          2015 : Pecah ban & kebakar 🙁

          Soal pembalap Indonesia yang akan berkiprah di endurance racing, sepertinya harus bersabar. Saya lihat mereka sedang cari pengalaman di single-seater racing, kalau seandainya tidak dapat tempat di F1, endurance racing bisa jadi alternatif.

  4. Oh iya, saya sebenarnya juga tidak setuju kalau yang di GT300 tenaga mesinnya tidak lebih dari 300 horsepower.

    Buktinya, catatan waktu di Fuji Speedway untuk GT300 justru lebih cepat daripada mobil2 kelas GTE-Pro & GTE-Am dari balapan World Endurance Championship yang punya kisaran tenaga 450-480 horsepower. Sementara mobil GT300 sendiri kebanyakan menggunakan spek FIA GT3 (selain JAF-GT tentunya).

    Biasanya, di kelas GT300 akan ada penyesuaian aturan (Balance of Performance) ukuran air restrictor (membatasi jumlah udara yang masuk ke dalam mesin), berat minimal dan bahkan boost turbo-nya (bagi yang mesinnya pake turbo seperti GT-R dan bahkan mobil LoveLive! sendiri) untuk setiap mobil supaya setiap mobil tetap seimbang performanya.

    Selain itu, mobil2 GT500 yang sekarang juga bukan 500 horsepower, tapi 550 horsepower (silahkan lihat data setiap tim GT500 di supergt.net). Jadi, GT500 & GT300 lebih menunjukkan tingkatan performa saja, bukan tenaga mesin asli.

    • Dengan kata lain, mobil-mobil Super GT sudah setara dengan mobil Supercar. Performa mobil GT300 mendekati GT500. Tinggal sang driver dan settingan dari tim-tim mekanik yang menentukannya begitu maksudnya?

      • Betul, tapi wilayah untuk setting mobilnya (GT3) sangat terbatas. Gear ratio & aerodinamika bahkan dilarang diatur sendiri, karna sudah diatur oleh regulator GT3-nya. Tapi kelebihan mobil GT3 di GT300, mereka bisa pakai ABS (Antilock Braking System) sehingga jarak pengeremannya bisa lebih kecil.

        Untuk mobil2 JAF-GT, diberi kebebasan luas untuk mengubah setup-nya seperti aero, gear ratio dsb. Tapi mereka dilarang pakai ABS. Saat hujan deras di balapan Fuji 300 km tahun 2014, mobil2 JAF-GT (kecuali Subaru BRZ), jadi korbannya sampai tercecer ke belakang).

        Soal tenaga mesin, GT300 dan GT500 sepertinya memang sudah berkurang gap-nya, tapi mobil GT500 punya downforce yang sangat tinggi ketimbang mobil GT300 & bobot kosongnya sangat ringan, 1020 kg untuk Lexus RC-F & Nissan GT-R dan 1077 kg untuk Honda NSX-Concept GT (lebih berat karena sistem hybrid-nya). Mobil2 GT3 biasanya berbobot 1300-an kg (ini bisa diatur lagi lewat Balance of Performance).

        Sekadar info, kecepatan maksimal mobil GT500 di Fuji Speedway (3 Mei lalu) mencapai 308,131 km/jam (#32 Epson NSX), sedangkan GT300 mencapai 276 km/jam (Mercy SLS AMG)

        • Jadi mobil2 spec GT3 (termasuk Love Live MP4-12C dan Hatsune Miku SLS AMG) punya kelemahan settingan aerodinamis dan gear ratio tidak bisa diatur sendiri. Tapi unggul dalam hal pengereman karena sistem ABS.

          Sedangkan mobil JAF-GT unggul dalam hal aerodinamis dan gear ratio bisa diatur sendiri. Tapi tidak boleh menggunakan sistem pengereman ABS. Mau tidak mau harus mengerem lebih awal. Terutama dalam balapan kondisi hujan. Lebih berbahaya jika telat mengerem, bisa2 mobil tersebut keluar dari lintasan atau bahkan lebih parah lagi menabrak dinding pinggir lintasan.

          Oh pantas GT500 itu bahkan sampai pada kecepatan diatas 300 Km/h. Karena mobil GT500 beratnya lebih ringan dan downforce nya tinggi ketimbang GT300. Downforce yang tinggi akan membuat mobil GT500 melaju lebih stabil pada bagian lintasan berkecepatan tinggi (High Speed Section). Terutama lintasan lurus Fuji Speedway.

          Soal JAF-GT, jika ingin bisa mengendarai mobil JAF-GT harus punya skill pengereman tingkat tinggi. Karena penggunaan ABS yang tidak diperbolehkan gitu?

          • Betul, tapi mobil2 JAF-GT sudah pasti lebih mahal dibanding GT3. Karena tim2 yang pakai mobil GT3 hanya “tinggal” terima mobil jadi saja, gak bikin mobil dari awal lagi (contohnya Toyota Prius). Tapi biaya mobil GT3 lama kelamaan juga membengkak, akhirnya mobil Mother Chassis-lah (sasis-nya generik dari GTA) yang ditawarkan jadi solusi lain bagi tim gurem.

            Untuk driver-nya JAF-GT sudah tentu harus pandai2 ngerem mobilnya, apalagi sebagian besar mesinnya ada di tengah ( CR-Z dan Prius, bahkan aslinya gak kayak begini :v ) yang bikin cukup rentan di kondisi hujan. Untuk CR-Z, mobilnya juga punya wheelbase yang relatif lebih pendek dibanding Prius, jadinya bagi driver-nya CR-Z pastinya harus punya usaha lebih untuk kemampuan pengeremannya..

            Untuk GT500, biasanya jika sudah sampai di Fuji Speedway, setelan aerodinamikanya cenderung beda dibandingkan saat tanding di sirkuit2 lain yang cenderung lebih technical, dirancang khusus low-downforce (kalau di F1 bayangkan sirkuit Monza)

            Karena bobot kosong GT500 sudah dekat2 1000 kg, weight handicap maksimalnya menjadi 50 kg saja (jika sampai ditaruh 100 kg pelat timbal, balance mobilnya bisa hancur). Nah jadi untuk “membebani” mobil2 yang weight handicapnya > 50 kg, gantinya dipasang fuel restrictor (mewakili weight handicap 50kg), sisanya pakai weight handicap biasa (dari pelat timbal).

            Contoh : Kalau weight handicapnya 70 kg (GT500), itu berarti mobilnya dipasang fuel restrictor dan bobot tambahan sungguhan 20 kg.

        • ralat, mobil Epson NSX (Nakajima Racing) sudah pakai nomor 64 lagi tahun ini. Sebenarnya nomor 64 ini punya sejarah, karena direktur tim-nya (Satoru Nakajima) pernah mencetak fastest lap di balapan F1 Australia 1989, di lap ke-64.

    • Oke, terima kasih atas koreksinya.
      Kalo masalah ini memang saya juga baru ngeh beberapa minggu belakangan setelah baca-baca forum ten tenths sama ngulik di situs Super GT-nya langsung.
      Saya tulis demikian karena memang saya masih mengutip definisi GT500 dan GT300 di era JGTC… di mana kelas GT500 dan GT300 memang berarti mobil yang bertenaga gak lebih dari 500 dan 300 hp.

      Jadi, sekali lagi terima kasih untuk koreksinya.. 😀

  5. Oh. Oh ya, saya baca di wikipedia tentang artikel Super GT/JGTC itu merupakan balapan GT tercepat di dunia (katanya). Kalo misal ya kenapa ya? Apa karena regulasi atau apa gitu?

    Terus kan kayak main Gran Turismo di Simulation Mode kalo mo masuk event balapan harus ada license atau semacam test mengemudi tertentu harus dikuasai/dimiliki. Nah kalo Super GT itu ada persyaratan atau license apa yang harus dimiliki kalo mo ikuti event Super GT?

    • Super GT bisa dibilang sebagai ajang balap GT tercepat karena dari regulasinya sendiri sudah memberi ruang untuk mengembangkan mobilnya (khususnya di bagian aero) sebebas mungkin, sehingga meskipun tenaga mesinnya 11-12 dengan mobil GT lainnya, sekitar 550 ps/542 hp (thanks buat agan apd untuk infonya), mobil GT500 bisa melibas tikungan lebih cepat karena desain aero-nya. Konon waktu putaran mobil GT500 sekarang sudah bisa menyamai mobil LMP1 ter-lambat

      • Betul, bisa dibuktikan dengan catatan waktu di Fuji Speedway. Perbandingan antara mobil LMP, GT500 & GTE-Pro (FIA WEC) cukup jelas..

        Mungkin sebaiknya DTM perlu jajal salah satu mobilnya di Fuji Speedway supaya lebih kuat buktinya hehehe.

        Seandainya pun Super GT balapan bareng2 DTM, saya rasa tetap akan timpang (sekalipun sudah dibuat penyesuaian sana sini), karena tetap saja aturan mainnya berbeda. Semisal ban di DTM hanya Hankook (pemasok ban tunggal), sementara di Super GT sangat beragam (Dunlop, Bridgestone, Yokohama & Michelin) sehingga memacu tiap pemasok ban untuk buat ban yang bagus (memengaruhi performa mobil).

      • FYI, sekarang rekor laptime mobil GT500 (Nissan GT-R) dengan LMP1 (Audi R18) hanya berselisih 1.3 detik di Fuji Speedway.

    • Oh ya, untuk masalah lisensi minimal, saya sendiri masih belum nemu artikel yang pas tentang itu. Tapi yang pasti, di Super GT sendiri komposisi pembalapnya cukup beragam. Ada pembalap senior, pembalap muda, mantan pembalap F1, pembalap profesional, dan pembalap amatir

      • Oh gitu toh.

        Nah. Kalo soal sponsor di Super GT itu ada sudah pasti 3 pabrikan raksasa jepang: Nissan, Honda, & Lexus (mobil premium Toyota). Terus ban sudah tadi disebutkan 4 merk ban di atas. Nah kalo dari game balap ada gak sponsornya??

        • ada, dari Gran Turismo. di halaman utama supergt.net ada list sponsor2nya di bagian atas (bahkan sponsor bir Singha pun juga ada)

          • Oh gitu. Jadi gak mengherankan lagi kalo di game Gran Turismo ada mobil2 dari Super GT/JGTC.

            Kalo ngomongin mobil2 Super GT/JGTC di Gran Turismo, sayangnya saya hanya punya game Gran Turismo 1, 2, 3 A-Spec, & 4. Dengan kata lain saya hanya punya PS1 dan PS2. Kalo mobil favorit era JGTC, saya lebih memilih Toyota Castrol TOM’S Supra tahun 2000 dan Honda Raybrig NSX tahun 2000.

            Kalo mau main mobil2 era Super GT, harus punya PS3. Dengan kata lain harus punya Gran Turismo 5 & yang terbaru 6. Kalo mobil era Super GT yang senang itu Nissan CALSONIC GT-R R35.

            Soal Gran Turismo, Polyphony Digital Inc. sedang membuat game sekuel Gran Turismo 6, yaitu Gran Turismo 7 (PS4) game Gran Turismo pertama untuk PS4. Game Engine nya masih dari Gran Turismo 6 dengan beberapa penyempurnaan.

            Kalo disini ada yang pengalaman main Gran Turismo atau mobil favorit era Super GT/JGTC gak?

      • Hmm…selain lewat Gran Turismo, agan juga bisa ngejajal mobil2 era Super GT di game GTR2 (PC) lewat mod. Ya…meskipun mobilnya dibuat oleh tim modder, tapi list mobilnya memang beneran komplit dan gak kalah bagus dengan yang ada di Gran Turismo, mulai dari tahun 2005 hingga 2013.

        Ngomong” soal Super GT dan Gran Turismo, sebenernya memang gara” game ini saya jadi kecantol dengan Super GT (dan juga mobil” Le Mans Prototype). Pas pertama kali liat mobilnya di GT4, kesan pertama yang muncul adalah mobilnya memang “seksi”, sekaligus garang. Kalo ditanya mobil favorit, pilihan saya jatuh kepada WoodOne Supra dan Xanavi Nismo Skyline GT-R

  6. kalau mobil2 JGTC di Gran Turismo 1/2/3/4 hampir semua udah pernah jajal..

    Jadi inget, waktu main GT3 Concept Tokyo Geneva lebih milih Pennzoil Nismo (1999) daripada Pennzoil Zexel Nismo (2001) karena (sepertinya) lebih kencang yang Pennzoil Nismo hehehe

    Kalo yang lumayan membekas, contohnya Castrol TOM’S Supra (yang satu ini udah selalu ada dari Gran Turismo 1 sampai GT6). Yang model tahun 2000 juga bagus. Tapi kaget aja ketika baru tahu aslinya “hanya” duduk di peringkat 17 klasemen di JGTC tahun 2000 🙁

    Yang Castrol Mugen NSX tahun 2000 juga bagus tuh, tapi kayaknya kurang speed-nya. Kalo yang satu ini baru lucu. Gak pernah menang balapan di JGTC tahun 2000 tapi bisa gondol titel GT500 (selalu cetak poin & 4x finish juara 2)

    Secara keseluruhan saya lihat Pennzoil Nismo yang paling legendaris, kalo ditunjukin gambarnya orang langsung tahu itu pasti mobil dari game 🙂 Dan jadi juara JGTC (Erik Comas) tahun 1999 pula

  7. Oh mobil Nissan Pennzoil Nismo GT-R R34 yang bernomor balap 1 warna kuning tahun 1999 itu. Berarti mobil itu pernah juara umum JGTC tahun 1998.

    Soal Erik Comas, menurut Wikipedia dia mantan pembalap asal perancis, dan juga mantan driver F1 juga. Pada event F1 1992 di sirkuit Spa, Belgia saat sesi kualifikasi hari Jumat. Comas mengalami insiden fatal. Dia diselamatkan pertama kali oleh driver F1 asal Brasil mantan juara dunia F1 dan mantan driver McLaren Honda Team, Ayrton Senna. Senna langsung mengevakuasi Comas dari mobil F1 nya yang hancur setelah keluar dari mobil F1 nya. Pada tahun 1994 di sirkuit Imola, San Marino saat sesi balapan, giliran Senna yang mengalami insiden fatal dan tewas. Comas saat itu berlari ke tikungan tempat Senna menabrak dinding lintasan dan shock berat melihat orang yang pernah menyelamatkan hidupnya harus tewas secara tragis. Saat itu dia tidak lagi mengikuti balapan F1 akhir musim 1994.

    Comas pun pergi ke Jepang untuk melanjutkan karir balapnya. Dia ikut dalam kompetisi JGTC dan bergabung dengan tim Pennzoil Nismo dengan mobil GT-R R34 nya dan berhasil menyabet juara umum JGTC tahun 1998 dan 1999. Dia balapan di JGTC/Super GT hingga tahun 2006 dengan 3 kali berganti tim.

    • Revisi soal Erik Comas, dia mengikuti JGTC/Super GT pertama kali pada tahun 1995 dengan bergabung ke tim pertamanya Team Cerumo dengan Toyota Supra nya. Setelah itu tahun 1996 dia bergabung dengan tim Castrol TOM’S dengan mobil yang sama (mobil Gran Turismo 1). Baru 1997, dia bergabung dengan tim Pennzoil Nismo dengan GT-R R34 nya. Tahun 2002, dia hijrah kembali ke tim TOM’S dengan mobil Toyota Supra. Tahun 2004 dia bergabung dengan tim Hasemi Motosport dengan mobil Nissan 350Z Z33 (di Jepang namanya Fairlady Z). Terakhir 2006, dia bergabung dengan Kondo Racing dengan mobil yang sama Fairlady Z Z33.

    • Betul, pas 1998 tim-nya juga juara, tapi pakai mobil Skyline GT-R R33 & pas di balapan terakhir satu2nya penantang lain untuk gelar-nya mogok sebelum start (#64 Mobil 1 NSX), otomatis jadi juara deh (tanpa harus nambahin poin lagi)..

      Kalo pas 1998, Erik Comas jadi juara bareng rekannya (Masami Kageyama). Tapi pas 1999 cuma dia sendiri (waktu itu balapan bareng Satoshi Motoyama tapi sempet diganti Anders Olofsson untuk 1 balapan, jadinya poinnya Motoyama gak sama dengan Comas).

      Pas 2003 memang sempat pindah ke TOM’S, lebih tepatnya dengan mobil WoodOne TOM’S Supra yang mulai nongol di GT4 🙂 Harap diingat waktu itu Toyota Supra-nya ganti mesin dari 2000cc turbo (3S-GTE) jadi 5200cc tanpa turbo

      • Oh. Jadi mesin Toyota Castrol TOM’S Supra saat itu pake mesin 2000cc turbo 3S-GTE. Itu kan mesin dari mobil Toyota yang terkenal di balapan WRC Group A era 1995-1996, Toyota Celica GT-FOUR (ST202).

        Celica ST202 juga pernah balapan di JGTC tepatnya kelas GT300 dengan nama Weds Sport Celica ST202. Mobil itu juga nongol di Gran Turismo 2. Tapi kalo mau dapatkan mobil itu, harus menang event balap JGTC kelas GT300. Sayangnya, Weds Sport Celica ST202 agak sedikit lambat untuk menandingi DAISIN ADVAN Silvia S15, maupun XANAVI Silvia S15.

        Soal WoodOne TOM’S Supra, berdasarkan info di GT4, mobil WoodOne TOM’S Supra 2003 itu pake mesin dari mobil Lexus ya?

        • bener gan, mesin 3UZ-FE memang jadi “base engine”nya Supra mulai 2003 dan tetap dipake di Lexus SC430 dari 2006 (sampai 2008), tapi pas 2004 ukuran mesinnya diganti jadi 4480 cc (pas 2003 ukurannya 5163cc).

          Dari info yang ane dapet (deskripsi mobil WoodOne Supra di GT5), potensi mesin lama 3S-GTE (2000cc turbo) sudah maxed out alias “mentok”

          Kalau di dunia nyata, sepertinya performa Silvia lebih bagus dibanding Celica (pas 2001 #81 Daishin Advan Silvia jadi juara seri GT300). Mobil Celica GT300 justru belum pernah jadi juara seri GT300.

          Celica GT300 yang dipake pas 2003-2007 juga sepertinya agak “dipaksakan”, yang aslinya penggerak roda depan dimodif jadi roda belakang (FR layout). Pas 2008 diganti sama Lexus IS350, pakai mesin Toyota untuk Formula Nippon (RV8J, 3000cc V8)

  8. tambah lagi, di Super GT, boleh pakai mesin yang bukan mesin aslinya, selama mesinnya berasal dari manufaktur mobil yang sama.

    • Oh jadi soal mesin mobil itu terserah dari mobil mana saja. Selama dari pabrikan yang sama. Contoh tadi Toyota Supra dengan mesin 3S-GTE 2000cc turbo dari Toyota Celica GT-FOUR ST202.

      Oh ya. Nanti Gran Turismo bersama dengan Nissan menyelengarakan GT Academy 2015. GT Academy itu merupakan wadah untuk mewujudkan impian para pemain2 Gran Turismo untuk menjadi pembalap professional asli. Biasanya balapan Endurance (ketahanan), termasuk Super GT. Tahun 2015 juga merupakan tahun di mana para pemain2 Gran Turismo asia sangat diperhitungkan. Karena negara2 asia yang masuk GT Academy kategori asia bertambah. Awalnya hanya Jepang, India, dan Thailand. Dan kini bertambah 2 negara dari Asia Tenggara, yaitu Filipina dan kita Indonesia.

      Mudah-mudahan ada yang wakili Indonesia di ajang Academy ini, bisa menang dan ikut balapan di disiplin Endurace. Mau itu 24 Hours of Dubai, 24 Hours of Nurburing, 24 Hours of Le Mans, dan Super GT. Amin… (Jujur aja, saya pengen juga ikut GT Academy 2015. Tapi gak punya PS3 maupun PS4. Rasanya gimana gitu yaa sedih deh.) 🙁

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.