Ulasan Film: The Last – Naruto The Movie

1

naruto

Meski seri manga karangan Masashi Kishimoto telah mencapai tamat, namun sepertinya kisah Naruto tidak mengenal kata tamat. Kali ini, seakan merayakan tamat serialisasi manganya, sebuah adaptasi film layar lebar bertajuk The Last – Naruto The Movie telah dirilis dan ditayangkan di berbagai bioskop di Indonesia mulai tanggal 8 April 2015.

Advertisement Inline

Seperti judulnya, The Last – Naruto The Movie digadang-gadang sebagai adaptasi film layar lebar terakhir dari seri Naruto (meski baru saja diumumkan bahwa movie selanjutnya akan bertemakan Boruto). Diantara movie Naruto yang lain, The Last merupakan movie yang memiliki keterkaitan cukup penting dengan kisah utama Naruto pada seri manganya.

Film ini mengambil setting 2 tahun setelah perang dunia ninja ke-4 berakhir. Memasuki masa-masa kedamaian tersebut, Naruto, Kakashi, Sakura, dan kawan-kawannya mulai menjalani hidup dengan biasa seperti sedia kala. Namun ditengah masa-masa damai tersebut Naruto yang sudah semakin beranjak dewasa pun mulai galau memikirkan nasib masa depan hidupnya. Dalam kegalauan tersebut Naruto pun memikirkan mengenai sosok Hinata Hyuga, teman dari Naruto yang juga sebenarnya menyimpan perasaan hati kepada Naruto. Kegalauan Naruto pun memuncak hingga pada akhirnya ia memutuskan untuk mendekati dan mencoba menjalin hubungan dengan Hinata.

Namun dimalam ketika ia hendak menyampaikan perasaan kepada Hinata, Naruto justru menyaksikan Hinata dibawa pergi untuk dilamar oleh seorang ninja misterius dari bulan. Sebelumnya, salah seorang anggota klan hyuga lainnya, yakni Hanabi Hyuga telah diculik oleh para ninja dari bulan tersebut. Penculikan tersebut ternyata hanyalah permulaan dari gerakan klan Okutsuki yang dipimpin oleh Toneri untuk menghancurkan bumi, dunia yang dibuat oleh para Rikkudou Sennin (Petapa 6 Jalan). Mengatasi ancaman dari bulan, aliansi 5 negara besar ninja pun menyiapkan pasukan untuk menghalau serangan dari bulan. Di lain pihak, Naruto pun berusaha untuk menuju bulan demi menyelamatkan Hinata.

Menjawab Misteri Dari Akhir Naruto

Konsep adaptasi film layar lebar The Last Naruto The Movie memang bertujuan untuk memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai akhir pada kisah Naruto di komiknya. Bagi anda yang sudah membaca bagian akhir dari komik Naruto, tentu sudah mengetahui bahwa pada bagian tersebut dikisahkan Naruto menikahi Hinata dan mempunyai dua anak yaitu Boruto serta Himawari. Pertanyaan tentu muncul di benak pembaca karena sejak awalnya Naruto terlihat mencintai Sakura.

Movie ini menjadi jawaban dari segala pertanyaan tersebut, karena pada movie ini cerita yang dibawakan lebih menitikberatkan pada perkembangan hubungan antara Naruto serta Hinata. Meski demikian bagi para penggemar karakter Hinata tentu sudah mengetahui jika karakter ini memang sedari dulu selalu memperhatikan Naruto dan cukup perhatian kepada dirinya meski Naruto hanya menganggap Hinata sebagai teman saja.

Namun sekitar 30 menit pertama film ini lebih menceritakan mengenai Naruto yang menyadari bahwa selama ini meski ia mengejar-ngejar Sakura, ada seorang Hinata Hyuuga yang selalu perhatian kepada dirinya. Benih-benih cinta pun muncul saat Naruto melihat ingatan milik Hinata sedari kecil hingga dewasa. Ia menyadari betapa bodohnya dirinya tidak memperhatikan bahwa selama ini Hinata selalu perhatian kepada diirnya.

Selain mengenai Naruto yang menyadari perasaan Hinata, bagian awal di film ini juga menceritakan mengenai Hinata yang sudah sangat ingin menyatakan perasaan cintanya kepada Naruto. Hanya saja, dengan gelar “pahlawan besar” yang didapat oleh Naruto ketika menghentikan perang dunia ninja ke-4, Hinata merasa bahwa jarak antara dirinya dengan Naruto sudah semakin menjauh.

Berfokus Kepada Drama

Dikarenakan lebih menitikberatkan pada kisah hubungan Naruto dan Hinata, film ini pun lebih banyak menampilkan drama sebagai fokusnya ketimbang adegan aksi. Kisah penculikan Hinata dan aksi Naruto menyelamatkan Hinata juga menjadi sebuah bentuk penguatan hubungan antara kedua ninja tersebut. Bisa dibilang sebenarnya film ini adalah bagian yang tidak diceritakan dalam komiknya mengenai perkembangan hubungan cinta antara Naruto dan Hinata. Berbeda dengan film-film Naruto lainnya, film ini lebih berfokus pada kisah drama percintaan Naruto serta Hinata.

Suasana drama pun makin terasa karena hampir lebih dari separuh film ini diceritakan dari sudut pandang Hinata. Konflik antara bumi dan bulan pun pada dasarnya merupakan bagian dari konflik yang dilalui oleh klan Hyuga. Klan Hyuga, terutama sosok Hinata dan Hanabi merupakan elemen penting dari konflik yang ada pada film ini. Penonton pun dibawa larut kepada usaha Hinata mencari tahu misteri Tenseigan yang merupakan senjata yang dimiliki oleh para ninja bulan.

Tidak hanya itu, dalam konflik yang ada pada film ini, meski bercerita mengenai usaha Toneri untuk menghancurkan dunia peninggalan para Rikkudou Sennin dan pasukan aliansi 5 negara yang berusaha menghalau serangan asteroid dan ancaman dari bulan, namun bisa dibilang sejatinya konflik yang ada pada film ini hanyalah perebutan sosok Hinata. Toneri sang ninja dari bulan ingin menikahi Hinata agar dirinya bisa menyempurnakan kekuatan Tenseigan agar dapat menggerakkan bulan. Namun di sisi lain, Toneri juga memiliki rasa iri kepada Naruto yang mendapat perhatian ekstra dari Hinata.

Begitupun Naruto, dikala para pasukan aliansi 5 negara ninja melakukan penyerangan dari Bumi, ia justru terbang ke bulan demi menyelamatkan Hinata dan menggagalkan pernikahan Hinata dengan Toneri. Pertempuran antara Naruto melawan Toneri pun selain ditujukan untuk menggagalkan usaha Toneri menghancurkan dunia, juga demi membebaskan Hinata dari cengkraman Toneri.

Menyajikan Aksi Dengan Suasana Baru

Meski pada dasarnya lebih menitikberatkan pada drama, namun film ini juga tidak lupa menyajikan adegan aksi. Berbicara mengenai adegan aksi, jika anda merupakan penggemar Naruto, tentu sudah mengetahui bahwa di setiap film layar lebarnya selalu disajikan adegan aksi dengan elemen dan nuansa baru yang benar-benar berbeda dari universe di komik dan seri anime nya. Dan pada film ini, bisa dibilang aksi yang disuguhkan merupakan aksi yang benar-benar baru dari aksi yang ada selama ini.

Jika pada umumnya Naruto menampilkan adegan pertarungan dengan berbagai jurus-jurus ninja yang cukup memukau, namun bisa dibilang pada film kali ini alih-alih menggunakan jurus, adegan pertarungan justru lebih ditampilkan dengan menggunakan senjata berteknologi canggih (yang berkedok ditenagai oleh Chakra). Salah satu senjata berteknologi canggih yang cukup menarik perhatian di film ini adalah meriam raksasa yang dimiliki oleh Raikage. Senjata ini digunakan untuk menembak bulan dan memindahkan bulan ke dimensi lain langsung dari bumi.

Tidak mau kalah, pasukan ninja di bulan pun memiliki persenjataan dengan teknologi yang kalah canggih. Disaat pasukan Naruto hendak menyusup ke istana di bulan, para ninja di bulan pun menembaki Naruto dan kawan-kawan yang tengah terbang dengan menggunakan berbagai macam AA (Anti-Aircraft) gun. Sehingga pada adegan ini, alih-alih saling beradu jurus, yang ada justru hujanan berbagai macam peluru dan juga laser. Pasukan ninja di bulan pun selain memiliki jutsu, juga dipersenjatai dengan Light sword ala pasukan jedi di Star wars.

Selain persenjataan, film ini juga menampilkan banyak sekali adegan ledakan. Menariknya, dalam berbagai adegan, efek ledakan yang ditampilkan akan mengingatkan penonton pada anime mecha seperti seri Gundam. Terutama pada saat Naruto menyusup masuk ke istana bulan dan melemparkan rasen shuriken pada para ninja bulan yang sedang mengelilingi naruto dan kawan-kawan. Pada saat itu terlihat efek ledakan yang diakibatkan oleh lemparan rasen shuriken bagaikan efek ledakan yang ada pada anime-anime mecha.

Mengisahkan mengenai ninja bulan, tentu ada pula adegan pertarungan di permukaan bulan. Dalam film ini, bisa dibilang pertama kalinya menampilkan aksi pertarungan yang dilalui oleh Naruto berlangsung bukan di bumi melainkan di permukaan bulan bagaikan pertarungan yang ada pada anime bergenre fiksi ilmiah. Selain itu di bumi sendiri para ninja lainnya berusaha menghadapi hantaman asteroid yang dikirimkan oleh pasukan ninja di bulan yang bertujuan untuk menghancurkan bumi.

Penutup

The Last – Naruto the Movie benar-benar menjadi jawaban bagi misteri yang tersisa dari bagian epilog seri manga karangan Masashi Kishimoto, bisa dibilang bahwa The Last – Naruto the Movie merupakan The Lost Chapter dari seri manga populer yang sudah diserialisasi selama lebih dari 10 tahun ini. Berbeda dengan adaptasi movie sebelumnya, pada kali ini, The Last – Naruto the Movie merupakan film layar lebar yang memiliki kaitan erat dengan kisah pokok dari Naruto.

Film ini sangat tepat ditonton bagi anda yang masih penasaran kenapa pada akhirnya Naruto memilih untuk menikahi Hinata padahal sedari kecil ia mengejar-ngejar Sakura. Berfokus pada kisah Naruto dan Hinata, muatan drama tentu menjadi sajian utama dari film yang satu ini. Dari segi konfliknya sendiri, karena lebih berfokus pada drama, konflik yang ada dalam film ini justru kurang terasa. Bahkan bisa dibilang konflik pada film ini cukup standar untuk sebuah film layar lebar Naruto, yakni mengambil pola “seorang antagonis yang hendak menghancurkan dunia demi ambisi” yang mana pada kisah aslinya sendiri pola tersebut sudah sering digunakan.

Terlepas dari konflik yang kurang terasa, namun adegan aksi dalam film ini cukup menarik untuk disimak. Pasalnya alih-alih hanya menampilkan aksi adu jurus yang biasa, pada film ini penonton akan disuguhkan adegan pertarungan ninja yang dipenuhi efek ledakan dan juga hujanan tembakan peluru serta laser bagaikan adegan aksi di seri fiksi ilmiah dan mecha. Sama seperti akhir komiknya, film ini juga diakhiri dengan munculnya sosok Boruto dan Himawari, anak dari Naruto dan juga Hinata. Bagi anda yang mengaku penggemar Naruto atau hanya ingin mencari film aksi dengan muatan drama, The Last – Naruto the Movie bisa menjadi daftar tontonan anda.

KAORI Newsline | Oleh Rafly Nugroho

1 KOMENTAR

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.