daf-new-poster
Acara yang sempat digadang-gadang menjadi tandingan dari Anime Festival Asia, Dewata Anime Festival (DAF) batal digelar.

Menurut Kotakotak Organizer selaku pihak penyelenggara, melalui halaman Facebook resminya, menyatakan bahwa pembatalan DAF 2015 dikarenakan seluruh uang kas acara telah dibawa lari oleh CEO Kotakotak Organizer, yang bernama Renardo Handono atau lebih dikenal dengan panggilan Aldo Kotakotak. Keberadaan dari Aldo sendiri sampai saat ini belum diketahui dan pihak penyelenggara sudah melaporkan Aldo ke polisi untuk diproses secara hukum.
letterJika tidak ada pembatalan, maka acara ini akan berlangsung pada tanggal 2 – 4 Oktober 2015 di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park, Bali. Sebelumnya acara ini rencananya akan digelar di Mertasari Beach, Sanur, Bali. Namun karena beberapa hal, acara akhirnya berpindah ke Garuda Wisnu Kencana Cultural Park.

Sebelumnya Kotakotak Organizer juga sempat mengadakan acara serupa bernama Seni2Negeri, dimana acara ini juga berakhir dengan pembatalan acara secara sepihak. Pembatalan ini menimbulkan reaksi negatif dari netizen, terutama para pecinta anime, khususnya di Bali. Pihak panitia juga sempat mengklaim telah berhasil menjual 50 ribu tiket untuk DAF 2015. Sampai berita ini diturunkan belum ada klarifikasi lebih lanjut oleh pihak penyelenggara tentang kasus ini.

Advertisement Inline

new(2)

Sampai berita ini ditulis, sejumlah netizen di internet telah mengutarakan kekecewaannya. Pemilik blog Ahotaku yang berdomisili di Bali mengemukakan kekecewaannya dalam situs blognya sepanjang lebih dari dua ribu kata. Sedangkan di media sosial, netizen beramai-ramai menggalang dukungan untuk menuntut pertanggungjawaban dari pemilik acara.

KAORI Newsline

3 KOMENTAR

  1. Kmaren juga sempat mengulas masalah ini, dan lucunya seakan pihak organizer lepas tangan dari nasalah ini, seharusnya setidaknya pihak kotakotak harus lebih profesional dalam menangani masalah ini

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.