BAGIKAN

Karakter Ellen Baker telah menjadi fenomena yang hangat dibicarakan di media sosial Jepang dan juga kalangan penggemar Jejepangan di tanah air. Karakter yang awalnya diilustrasikan untuk New Horizon, buku pelajaran Bahasa Inggris tingkat SMP ini mendadak naik daun pada minggu lalu karena kicauan seorang pengguna Twitter yang terkejut melihat buku pelajaran Bahasa Inggris milik adiknya memiliki karakter yang imut (saat ini, tweet tersebut telah dihapus oleh pengguna yang bersangkutan).

Baca Juga: Siapa sebenarnya Ellen Baker?

Lihat Versi Real-Life Ellen Baker!

Advertisement Inline

Tak lama berselang, para ilustrator di dunia maya ramai-ramai membuat ilustrasi dari sosok Ellen Baker, baik di linimasa Twitter maupun situs Pixiv. Berbagai jenis ilustrasi fan-art telah dibuat oleh para ilustrator tersebut, mulai dari yang bernada jenaka, menghadirkan kembali paras imut sang guru dengan gaya khas sang ilustrator, maupun yang cukup “menggoda” para follower-nya.

Menanggapi kepopulerannya di dunia maya, sang ilustrator karakter Ellen Baker, yaitu Denchuubou (電柱棒), akhirnya angkat bicara. Melalui wawancara yang dimuat di situs Buzzfeed Japan, Denchuubou menjelaskan bahwa instruksi yang diberikan oleh pihak penerbit, Tokyo Shoseki, hanyalah asal negara, klub favorit, serta arahan untuk menggunakan gaya ilustrasi “modern”. Dirinya menginginkan untuk menggambar karakter yang “terlihat imut” dan mengakui cukup kesulitan untuk menggambar karakter yang begitu hidup tanpa adanya rasa “tertarik” kepadanya.

“Dia seperti seorang kakak. Usianya lebih tua, namun ketika diajak bersenang-senang, dia memiliki ketertarikan yang sama besarnya seperti anak-anak,” ujar Denchuubou. Pihak Tokyo Shoseki mengaku puas dengan hasilnya karena sesuai dengan harapan mereka. Mereka berharap bahwa karakter seperti Ellen Baker dapat memacu minat pelajar untuk mempelajari Bahasa Inggris.

Ilustrasi Ellen Baker buatan Denchuubou
Ilustrasi Ellen Baker buatan Denchuubou

Denchuubou juga memberi pendapat terhadap popularitas karakter Ellen Baker di dunia maya. “Saya senang bahwa karakter ini menjadi populer, meskipun tujuan awalnya digunakan untuk kepentingan pendidikan. Saya khawatir akan timbul kesan negatif dari para orang tua karena hal-hal yang sebenarnya di luar konteks akademis,” ungkap Denchuubou.

Namun, melalui tulisan blog-nya yang dimuat pada tanggal 8 April, dirinya berpesan kepada para penggemar untuk tidak terlalu khawatir dan tetap bersenang-senang terhadap popularitas karakter tersebut. “Saya melihat berbagai gambar yang beredar dan akhirnya saya tertawa. Aktivitas yang banyak dilakukan terhadap karakter ini begitu luar biasa… Saya sangat iri.”

Baca Juga: Siapa sebenarnya Ellen Baker?

Lihat Versi Real-Life Ellen Baker!

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.