Ajang balap Super GT akan segera memulai musim terbarunya pada akhir pekan ini. Sebagai salah satu ajang balap populer di Jepang (selain Super Formula dan Super Taikyu), Super GT menghadirkan aksi adu kecepatan berbagai mobil balap kategori Grand Touring yang kompetitif. Memasuki musim terbaru, tentunya akan ada berbagai perubahan yang mewarnai ajang balap ini. Berikut kami hadirkan panduan ajang Super GT untuk musim 2016.

Sekilas tentang Super GT 

logo

Super GT adalah salah satu ajang balap yang populer di Jepang yang melombakan mobil balap kategori Grand Touring (GT) yang diselenggarakan oleh Japan Automobile Federation (JAF). Diselenggarakan sejak tahun 1993 (dengan nama All-Japan Grand Touring Championship hingga tahun 2004), ajang balap ini menghadirkan berbagai mobil GT yang telah dimodifikasi serta dikembangkan lebih bebas dibandingkan ajang balap GT lainnya.

Advertisement Inline

Super GT mengusung format balap ketahanan dengan durasi dan jarak tempuh yang panjang. Jarak tempuh terpendek sepanjang 250 km dengan durasi lomba sekitar 1,5 – 2 jam, sedangkan jarak tempuh terpanjang  adalah 1000 km dengan durasi lomba sekitar 5-6 jam. Setiap mobil peserta harus dikendarai oleh dua pembalap (tiga pembalap untuk lomba dengan jarak tempuh panjang) yang saling bergantian mengendarai mobil tersebut.

Seperti halnya beberapa ajang balap ketahanan lain (seperti FIA World Endurance Championship), Super GT mengusung format balap multi-class yang terbagai ke dalam dua kelas yang berbeda, yaitu GT500 dan GT300. Kedua kelas tersebut dilombakan secara bersamaan, sehingga setiap tim di kedua kelas tersebut juga harus saling waspada terhadap laju mobil di kelas lain yang lebih cepat atau lambat agar dapat menjaga tempo selama balapan berlangsung dan juga terhindar dari insiden.

Dua Kelas Super GT: GT500 & GT300

Sumber gambar: supergt.net
Sumber gambar: supergt.net

GT500 merupakan kelas utama di ajang Super GT yang menghadirkan tiga pabrikan otomotif besar Jepang, yaitu Honda, Nissan, dan Lexus (merek premium dari Toyota). Sejak tahun 2014, kelas GT500 telah mengadpsi regulasi teknis baru yang dibuat bersama ITR, penyelenggara ajang balap Deutsche Tourenwagen Masters (DTM) di Jerman. Dibuat untuk menekan biaya pengembangan mobil, regulasi ini mengharuskan tiap mobil untuk menggunakan komponen umum (seperti sasis dan paket aerodinamik) yang telah ditentukan oleh penyelenggara. Selain itu, tiap mobil juga harus menggunakan mesin turbo 4 silinder berkapasitas 2.0 liter. Mesin tersebut diklaim dapat menghasilkan tenaga sebesar 550 daya kuda.

super_gt_2016_2
Sumber gambar: supergt.net

GT300 merupakan kelas pendukung di ajang Super GT yang menghadirkan mobil balap dengan kecepatan yang lebih rendah. Kelas ini didominasi oleh tim privateer dengan kemampuan operasional yang lebih kecil. Meskipun begitu, kelas ini menghadirkan varian mobil balap yang lebih beragam dari kelas GT500. Selain pabrikan Jepang, berbagai pabrikan asal Eropa (seperti Lotus, Audi, Porsche, dan Lamborghini) juga turut meramaikan kelas ini. Tak hanya itu, kelas GT300 juga memperbolehkan tiga jenis regulasi mobil untuk berlomba di kelas ini, yaitu JAF-GT, FIA-GT3, dan Mother Chassis (JAF-MC), sehingga setiap tim memiliki pilihan yang lebih banyak untuk turun di kelas ini sesuai kemampuan masing-masing. (Selengkapnya –> Super GT 101: Serba Serbi Super GT dan Jadwal Musim 2015)

Jawara Super GT Musim 2015.

Ajang Super GT musim 2015 berlangsung begitu sengit. Berbagai tim yang berlomba di dua kelas  mampu tampil dengan performa yang kompetitif. Meskipun tidak ada tim yang benar-benar tampil dominan pada tahun lalu, tim yang menunjukkan penampilan yang konsisten di sepanjang musim kompetisi dapat meraih gelar juara Super GT di kelasnya masing-masing. Berikut adalah tiga besar klasemen akhir Super GT musim lalu.

GT500

Klasemen akhir pembalap

Sumber gambar: supergt.net
Ronnie Quintarelli dan Tsuigio Matsuda (sumber gambar: supergt.net)
  1. Tsugio Matsuda & Ronnie Quintarelli (NISMO/MOTUL AUTECH GT-R #1) – 79 poin.
  2. Hironobu Yasuda & J.P.L de Oliveira (Team IMPUL/CALSONIC IMPUL GT-R #12) – 74 poin.
  3. Naoki Yamamoto & Takuya Izawa (Team KUNIMITSU/RAYBRIG NSX CONCEPT-GT #100) – 60 poin poin.

Klasemen akhir tim.

MOTUL AUTECH GT-R #1 (sumber: as-web.jp)
MOTUL AUTECH GT-R #1 (sumber: as-web.jp)
  1. NISMO (MOTUL AUTECH GT-R #1) – 100 poin.
  2. Team IMPUL (CALSONIC IMPUL GT-R #12) – 96 poin.
  3. Team KUNIMITSU (RAYBRIG NSX CONCEPT-GT #100) – 76 poin.
GT300

Klasemen akhir pembalap.

Super_GT_2016_5
Sumber gambar: www.facebook.com/Andre-Couto-150596753266/
  1. Andre Couto (GAINER/GAINER TANAX GT-R #10) – 94 poin.
  2. Katsumasa Chiyo (GAINER/GAINER TANAX GT-R #10) – 74 poin.
  3. Koki Saga & Yuichi Nakayama (apr/TOYOTA PRIUS apr GT #31) – 69 poin.

Klasemen akhir tim.

GAINER TANAX GT-R #10 yang berhasil menembus posisi teratas setelah sebelumnya memulai lomba dari posisi ke-14 (sumber: supergt.net)
Sumber gambar: supergt.net
  1. GAINER (GAINER TANAX GT-R #10) – 116 poin.
  2. apr (TOYOTA PRIUS apr GT #31) – 93 poin.
  3. NDDP RACING (B-MAX NDDP GT-R #3) – 75 poin.

Bersambung ke halaman 2: Yang baru di musim 2016.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.