Kamis (22/4), Salah satu perusahaan manufaktur perkeretaapian di negeri Tirai Bambu, China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Changcun Railway Vehicles mengumumkan bahwa mereka telah menyelesaikan tes awal pada rangkaian kereta kecepatan menengah perdana milik Tiongkok yang menggunakan teknologi “Hybrid dan akan segera melaksanakan uji coba pada akhir tahun ini.

Teknologi Hybrid pada kereta ini merupakan teknologi kombinasi beberapa sumber tenaga untuk menggerakkan kereta. Menurut pihak CRRC, kereta Hybrid ala Tiongkok ini akan dibuat 2 tipe berdasarkan jumlah sumber tenaga yang dapat digunakan pada rangkaian tersebut. Nantinya, akan ada tipe kereta yang menggunakan 2 sumber tenaga dan 3 sumber tenaga. Kereta Hybrid ini dapat dioperasikan dengan tenaga mesin penggerak Diesel, tenaga listrik dari listrik aliran atas (LAA) dan juga baterai. Kereta ini akan diuji coba terlebih dahulu di jalur lingkar, sebelum diuji coba di jalur reguler pada pertengahan tahun ini sesuai rencana.

Kereta cepat dengan teknologi Hybrid milik TIongkok | Foto: China News
Kereta kecepatan menengah Tiongkok dengan teknologi Hybrid | Foto: China News

Kereta dengan teknologi Hybrid ini dapat melaju hingga kecepatan 160 km/h pada jalur yang memiliki LAA dan juga jalur non-LAA. Berdasarkan perencanaan jangka menengah dan panjang yang disusun Menteri Perkeretaapian China, hingga tahun 2020 Tiongkok akan memiliki sekitar 60% jaringan jalur kereta api (KA) dengan menggunakan LAA dan 50% dari jaringan tersebut akan memiliki jalur ganda yang mendukung pengoperasian kereta listrik dan juga kereta Diesel. Namun, beberapa dari jalur tunggal yang belum terelektrifikasi akan tetap dipertahankan untuk jalur transportasi utama di sejumlah daerah. Oleh karena itu, kereta ini memegang peranan yang penting pada perkembangan perkeretaapian negeri Tiongkok.

Advertisement Inline
Kereta Hybrid pertama milik Tiongkok | Foto: China News
Kereta Hybrid pertama Tiongkok | Foto: China News

Hadirnya kereta generasi baru Tiongkok ini diharapkan dapat memudahkan perjalanan para penglaju dari kota pinggiran dan juga perjalanan antar kota. Selain itu, kehadiran kereta ini dalam waktu dekat bertepatan dengan rencana jangka panjang pemerintah Tiongkok mengenai urbanisasi yang berkelanjutan. Rencana yang telah diumumkan oleh Dewan Negara pada 2014 lalu bermaksud untuk menarik sekitar 60% dari populasi di Tiongkok agar tinggal di perkotaan pada tahun 2020 mendatang, dan juga bagi kota yang memiliki penduduk sekitar 200.000 atau lebih akan dihubungkan dengan jalur KA.

Pembuatan kereta ini merupakan bagian dari tantangan global yang menuntut mobilisasi antar kota atau antar daerah dengan waktu lebih cepat dan lebih efisien. Selain Tiongkok, pemerintah Britania Raya (UK) juga telah bekerja sama dengan salah satu perusahaan manufaktur milik Jepang, Hitachi untuk membuat generasi baru dari kereta Hybrid yang akan diluncurkan pada tahun 2017 mendatang, yang mana akan menurunkan angka emisi karbon hingga 40%. CRRC Changcun Railway Vehicles juga mengklaim bahwa kereta Hybrid miliknya juga akan mengeluarkan emisi karbon yang  lebih sedikit dan akan lebih efisien dari kereta-kereta sebelumnya.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.