Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Jepang. Dalam kesempatan itu, Jokowi menegaskan hubungan antara Jepang dan ASEAN harus lebih ditingkatkan, terutama di bidang pembangunan Sumber Daya Manusia dan kemanan di kawasan Asia Tenggara.

Sebagaimana dilansir dari Detik Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, hubungan ASEAN dengan Jepang sudah berlangsung lama, yakni 43 tahun. Untuk itu, perlu ada kontribusi lebih dari Jepang terhadap ASEAN.

Ada dua hal yang ditekankan oleh Presiden Jokowi di dalam forum tersebut. Pertama, kerjasama di bidang maritim dan kedua pengembangan SDM di Kawasan Asia Tenggara.

Advertisement Inline

“Karena Jepang sangat aktif untuk kerjasama di bidang maritim. Indonesia memberikan apresiasi kepada Jepang dengan adanya partnership for policy infrastructure yang tentunya inisiatif ini akan dapat mendukung masterplan ASEAN di dalam konteks konektivitas,” kata Retno di National Convention Centre (NCC), Vientiane, Laos, Rabu (7/9/2016).

Kedua, lanjut Retno, Presiden Jokowi menyampaikan Jepang memiliki kekuatan di dalam pengembangan Sumber Daya Manusia, terutama di bidang kejuruan dan teknologi. Untuk itu, perlu ada kerjasama lebih lanjut terkait pengembangan SDM di kawasan Asia Tenggara.

“Dan dalam kaitan ini Presiden juga menyampaikan apresiasi terhadap program yang dilakukan oleh Jepang, yaitu program Genesis 2.0 yang diluncurkan pada bulan April 2005 sebagai pengganti program sebelumnya,” kata Retno.

“Nah, untuk tahun 2016 akan dimulai dengan alokasi untuk Indonesia 250 peserta, mahasiswa se-Indonesia. Jadi untuk 2016 akan ada 250 peserta dari Indonesia yang akan menggunakan program genesis ini. Dan ini merupakan salah satu perekat dari hubungan antara ASEAN dengan Jepang, yaitu melalui pendekatan genesis,” tambah Retno.

Terkahir, Retno mengatakan, Presiden Jokowi meminta kepada Jepang agar lebih aktif dan konkret dalam pengembangan Sumber Daya Manusia di Asia Tenggara, khusunya Indonesia. Jokowi berharap Jepang tidak berhenti dalam pengembangan karakter lewat hiburan semata.

“Presiden mengatakan bahwa kita tahu ada komik manga di Jepang, dan komik ini sangat populer. Dan ternyata Indonesia itu menjadi pembaca komik manga terbesar di dunia setelah Finlandia,” kata Jokowi.

“Jadi ini hanya untuk menunjukkan bahwa how to close people to people. Tetapi message Presiden adalah jangan sampai berhenti hanya pada sampai urusan komik saja, tetapi kerjasama ASEAN dan Jepang harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Indonesia bahwa kerjasama ASEAN Jepang harus secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat Indonesia dan ASEAN,” tambah Jokowi.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.