BAGIKAN

Operator kereta api (KA) Nasional Tunisia, Société Nationale des Chemins de Fer Tunisiens (SNCFT) telah sepakat untuk memesan 20 unit lokomotif buatan perusahaan manufaktur lokomotif yaitu Electro-Motive Diesel (EMD). Namun, kesepakatan ini diteken induknya yaitu Progress Rail.

Dilansir dari International Rail Journal, Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Direktur Utama SNCFT, Sabiha Derbal dan Direktur Regional untuk penjualan internasional bagian utara Afrika serta Timur Tengah dari Progress Rail, Ramzi Imad. Acara seremonial ini juga dihadiri oleh Menteri Transportasi Tunia, Anis Ghedira.

SNCFT telah sepakat untuk memesan 20 unit lokomotif tipe GT42AC metre-gauge (lebar rel 1000 mm) buatan EMD kepada Progress Rail. Pemesanan lokomotif tipe ini oleh SNCFT diperuntukkan demi menunjang operasional KA barang angkutan fosfat di Tunisia. Nantinya, GT42AC versi Tunisia ini akan didesain agar tahan dengan kondisi panas, kering serta berpasir yang akan ditemukan di area tempat lokomotif tersebut beroperasi nantinya.

Advertisement Inline

Rencananya, sebanyak 10 unit lokomotif GT42AC perdana untuk Tunisia ini akan dikirimkan dari pabrik EMD di Muncie, Indiana pada September 2018 dan sisanya akan menyusul pada November 2018 mendatang.

Lokomotif dengan daya mencapai 3000 Tenaga Kuda (HP) ini sebelumnya juga telah dipesan oleh beberapa negara seperti Peru, dan juga Botswana untuk menunjang KA angkutan barang di masing-masing negara.

GT42AC di Peru | Foto: Dario Saidman
GT42AC di Peru | Foto: Dario Saidman

Sementara itu, Indonesia juga pernah memesan lokomotif EMD tipe GT namun dengan varian berbeda yaitu GT38ACe atau yang dikenal dengan nama CC205. Varian GT38 lainnya juga dipesan oleh beberapa negara yaitu Kongo (GT38AC), dan Tanzania (GT38 LC-3s).

EMD GT38ACe milik Indonesia yang dioperasikan di Sumatera. | Foto: Irvan Alaidrus
EMD GT38ACe milik Indonesia yang dioperasikan di Sumatera. | Foto: Irvan Alaidrus

Spesifikasi teknis dari Lokomotif GT42AC dapat diunduh di sini.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.