BAGIKAN
Coradia iLint, KA Penumpang pertama yang menggunakan bahan bakar hidrogen.
Coradia iLint, KA Penumpang pertama yang menggunakan bahan bakar hidrogen.

Perkembangan teknologi pada dunia perkeretaapian tidak selalu diukur dari kecepatan, panjang kereta, kekuatannya atau bahkan harganya. Terkadang masyarakat lupa akan pentingnya energi bersih yang digunakan pada teknologi perkeretaapian. Sudah seharusnya teknologi perkeretaapian menggunakan energi bersih untuk mengurangi polusi lingkungan. Kini, pencapaian penggunaan energi bersih pada teknologi perkeretaapian telah terwujud di Eropa.

Alstom, salah satu perusahaan manufaktur di bidang perkeretaapian eropa, telah sukses menguji coba kereta api (KA) penumpang dengan bahan bakar Hidrogen (fuel-cell) pertama di dunia. KA penumpang tersebut adalah Coradia iLint yang merupakan proyek inovasi teknologi di bidang perkeretaapian yang diprakarsai oleh Jerman. Coradia iLint ini telah sukses melewati uji statis serta dinamis perdana di Salzgitter, Lower Saxony, Jerman.

Uji coba dinamis ini dilakukan di Salzgitter pada kecepatan 80 km/jam (Kecepatan Operasi/V ops) dan di Velim, Republik Ceko kereta ini diuji hingga kecepatan maksimal (V maks) 140 km/jam. Pengujian yang dilakukan di Salzgitter kurang lebih selama 4 minggu ini fokus untuk memastikan stabilitas sistem suplai energi yang berbasis interaksi terkoordinasi antara pengendalian KA, fuel-cell, dan baterai yang digunakan oleh rangkaian kereta. Daya pengereman juga diuji coba untuk memeriksa antarmuka antara rem pneumatik dengan elektrik.

Advertisement Inline

Untuk menunjang uji coba ini, sebuah stasiun pengisian hidrogen bergerak telah tersedia di Salzgitter untuk menyuplai gas hidrogen ke dalam tangki Coradia iLint ini. Hidrogen yang digunakan sebenarnya merupakan hasil buangan dari proses industri yang masih layak untuk digunakan kembali. Kedepannya, Alstom akan menyokong produksi hidrogen dari energi angin.

Ilustrasi prinsip penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar pada Coradia iLint.
Ilustrasi prinsip penggunaan hidrogen sebagai bahan bakar pada Coradia iLint. | Sumber: Alstom

Wakil Presiden Alstom Jerman dan Austria Didier Pfleger seperti dikutip dari rilis resmi Alstom mengatakan bahwa hal ini merupakan satu langkah maju untuk mobilitas bersih di Eropa karena uji coba ini merupakan satu capaian penting dibidang proteksi lingkungan dan inovasi teknis. Dengan Coradia iLint dan teknologi fuel cell-nya, Alstom merupakan perusahaan manufaktur KA pertama yang menawarkan alternatif emisi karbon nol (Zero Emission) untuk angkutan massal berbasis kereta.

Didesain oleh tim Alstom di Jerman, Coradia iLint adalah KA penumpang pertama yang menggunakan bahan bakar hidrogen, yang nantinya akan menghasilkan tenaga listrik untuk menggerakkan sistem traksi. Berbasis dari produk kebanggaan Alstom, kereta rel diesel (KRD) Coradia Lint, kereta berlantai rendah dengan zero-emission ini tidak menghasilkan suara saat dioperasikan dan hanya mengeluarkan uap dan air kondensasi sebagai buangan hasil pengolahan energi.

Serangkaian uji coba akan dilakukan secara ekstensif di Jerman dan Republik Ceko hingga beberapa bulan untuk memastikan rangkaian KA ini layak untuk dioperasikan reguler. Setelah proses uji coba tersebut selesai, Coradia iLint ini akan melakukan uji coba mengangkut penumpang perdana pada jalur KA di Jerman yakni Buxtehude – Bremervörde – Bremerhaven – Cuxhaven pada awal tahun 2018.

Proyek ini sangat didukung oleh Menteri Transportasi dan Infrastruktur Digital Jerman. Alstom juga telah menandatangani letter of intent untuk pengadaan 60 kereta Coradia iLint untuk negara bagian Jerman seperti Lower Saxony, North Rhine-Westphalia, dan Baden Württemberg serta Asosiasi transportasi Hessian “Rhein-Main-Verkehrsverbund”.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.