BAGIKAN
Terowongan Seikan
Shinkansen Hokkaido saat keluar dari Terowongan Seikan. | Sumber: Kyodo

Rencana pembangunan terowongan Seikan kedua telah diwacanakan dalam waktu dekat. Wacana ini merupakan salah satu tindak lanjut beberapa permasalahan pada perjalanan kereta cepat Shinkansen Hokkaido.

Dilansir dari TrafficNews, pembuatan terowongan kedua ini akan memakan biaya sebesar 390 Miliar JPY dan akan memakan waktu selama 15 tahun. Diperkirakan biaya ini akan meningkat seiring peningkatan harga pembuatan beton.

Alasan utama rencana pembuatan terowongan kedua ini adalah pada perjalanan Shinkansen Hokkaido. Saat ini, kecepatan perjalanan Shinkansen Hokkaido “harus” diturunkan menjadi 140 km/jam yang mana setara dengan kereta konvensional saat melewati terowongan Seikan. Hal ini tentunya menjadi perhatian karena layanan Shinkansen seharusnya dapat beroperasi pada kecepatan tinggi. Oleh karena Shinkansen Hokkaido sendiri harus berbagi jalur dengan kereta angkutan barang, kecepatan harus diturunkan akibat alasan keamanan dan keselamatan.

Layanan kereta angkutan barang Hokkaido

Saat ini, Pemerintah Jepang juga tengah mempertimbangkan sejumlah solusi untuk permasalahan tersebut. Ada 3 pertimbangan yang telah dibuat yaitu pembuatan skema klasifikasi zona waktu, pengembangan sistem pengurangan kecepatan pada waktu kereta berpapasan, serta membuat layanan kereta angkutan barang dengan menggunakan armada Shinkansen. Namun, masih terdapat permasalahan di tiap pertimbangan tersebut seperti kecepatan operasional yang tidak akan meningkat secara penuh, dan juga akan timbul masalah pada sisi keselamatan dan teknologi.

Inilah yang membuat ide pembangunan terowongan Seikan kedua akhirnya masuk sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan ini, agar layanan Shinkansen dapat dipisahkan dengan layanan kereta angkutan barang sehingga layanan Shinkansen akan dapat mencapai kecepatan normal operasionalnya.

Cemplus Newsline by KAORI