BAGIKAN

Setelah sebelumnya mendapatkan satu kartu misterius dari Hanoi Knights, Blue Angel akhirnya menantang duel Playmaker. Pada awalnya Playmaker enggan untuk bertarung dengan Blue Angel, namun sejak Eye merasakan ada kehadiran Hanoi Knights di dalam deck milik Blue Angel, Playmaker memutuskan untuk berduel melawannya.

Duel pun berlangsung dengan cukup sengit, sejak giliran pertama Blue Angel sudah langsung menunjukkan kekuatan dari deck Trickstar miliknya. Dengan kombinasi dari kartu Trickstar miliknya, Playmaker langsung tersudutkan. Tidak mau kalah Playmaker pun melancarkan serangan balik dengan melakukan Link Summon berkali-kali untuk memanggil kartu andalannya, Decode Talker.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS
© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Namun jalannya pertandingan antara Blue Angel dan Playmaker berubah drastis saat kartu pemberian dari Hanoi Knights perlahan mulai muncul ke tangan Blue Angel. Baik Playmaker, maupun Zaizen, kakak dari Aoi (Blue Angel) merasakan ada hal yang tidak beres dengan kartu itu. Di tengah-tengah duel yang berlangsung sengit tersebut, ancaman bahaya dari Hanoi Knights semakin mendekat.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Trickstar: Burning Deck yang cukup mengerikan

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS
Advertisement Inline

Sebagai sebuah seri anime yang diadaptasi dari sebuah Trading Card Game, anime ini tidak hanya memiliki fungsi sebagai media hiburan tapi juga berfungsi sebagai media promosi. Produk yang dipromosikan dalam anime ini tentu permainan kartu Yu-Gi-Oh! itu sendiri. Dalam seri anime Yu-Gi-Oh! cara promosi permainan kartu ini dilakukan dengan menghadirkan berbagai kartu baru yang belum atau sudah rilis di pasaran di dalam seri anime dengan harapan meningkatkan brand awareness dari produk tersebut kepada para konsumen dan membuat mereka memahami bagaimana cara memainkan kartu tersebut (memberikan brand education). Episode ke-7 ini sepertinya menjadi media promosi bagi satu archetype baru yang digunakan oleh Blue Angel serta Encode Talker, satu kartu andalan baru Playmaker yang rilis dalam Structure Deck: Cyberse Link.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Pada episode ke-7 ini Yu-Gi-Oh! VRAINS menghadirkan satu archetype baru lagi yang muncul dalam seri ini yaitu Trickstar. Gameplay yang dimiliki oleh archetype Trickstar ini adalah sebagai Burning Deck. Burning Deck adalah istilah yang mengacu pada sebuah deck dalam permainan kartu yang memiliki fokus untuk memberikan damage kepada lawan tanpa melalui serangan, atau dalam permainan Yu-Gi-Oh! dikenal sebagai effect damage. Seperti namanya deck seperti ini memiliki tipe membakar sedikit demi sedikit lawan dengan memberikan damage di luar serangan.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Satu yang membuat deck Trickstar ini menjadi Burning Deck yang mengerikan adalah effect damage yang diberikan berlaku saat lawan menambahkan satu kartu ke tangan, termasuk saat draw phase. Sebuah strategi membuat minus lawan saat dalam kondisi plus, atau yang lebih mengerikan dengan kartu yang dimiliki Trickstar bisa memaksa lawan untuk membuang seluruh kartu di tangan, menambahkan banyak kartu baru ke tangan untuk memberikan damage. Deck Trickstar bahkan memiliki potensi untuk bisa melakukan FTK atau First Turn Kill, mengalahkan lawan tepat di giliran pertama. Dalam peraturan di permainan kartu Yu-Gi-Oh! pemain yang mengambil First Turn tidak bisa melakukan Battle Phase. Tetapi Trickstar bisa memberikan damage di luar Battle Phase yang membuat archetype ini bisa menjadi sebuah deck FTK.

Namun dalam episode ini Blue Angel bermain cukup aman dengan tidak melakukan FTK, meski sudah langsung memberikan cukup banyak damage kepada Playmaker dalam giliran pertama. Di balik senyumannya yang manis, Blue Angel memiliki kombinasi yang mengerikan dengan menggunakan Trickstar Lycoris (Monster Lv 3 / ATK 1600 / DEF 1200), Trickstar Light Stage (Field Spell Card), dan Trickstar Holly Angel (ATK 2000 / Link 2 ke arah bawah kanan dan bawah kiri). Setiap kali Playmaker menambahkan kartu ke tangan (atau dipaksa menambah kartu ke tangan), Lycoris memberikan damage 200 Life Points setiap kartu yang ditambah ke tangan. Setelah itu Trickstar Light Stage memberikan damage tambahan 200 Life Points setiap ada kartu Trickstar yang memberikan effect damage kepada lawan. Trickstar Holly Angel memiliki efek untuk menambah ATK sesuai effect damage yang diterima oleh musuh dan berlaku hanya dalam satu putaran. Dengan kombinasi ini, Blue Angel bisa mengurangi Life Points dari Playmaker sambil menambah ATK dari Holly Angel, sebuah kombinasi yang cukup mengerikan.

Beragam gaya pembawaan cerita yang berbeda dalam satu episode

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Secara umum memang episode 7 ini lebih berfokus sebagai episode duel dan tidak terlalu berfokus kepada cerita. Namun demikian episode ini sepertinya memiliki berbagai gaya pendekatan dalam mengemas adegan duel sehingga memiliki narasi penceritaan yang menarik, tidak sekadar adegan duel adu kuat kartu yang monoton begitu saja.

This slideshow requires JavaScript.

“Salah satu adegan serius yang ikonik dalam seri Yu-Gi-Oh! yang dipopulerkan oleh Yami Malik.” © Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Pada awal duel mood yang coba dibangun oleh anime ini adalah menghadirkan sebuah duel yang “fun” dengan Blue Angel dan Playmaker yang saling beradu strategi satu sama lain. Cukup banyak hal yang dilakukan baik oleh Blue Angel dan Playmaker dalam giliran di awal yang membuat satu turn terasa begitu lama karena masing-masing duelist saling beradu strategi dengan cermat. Nuansa ringan semakin terasa dengan peran Yuki Nakashima yang mengisi suara Blue Angel dengan suasana cheerful dan juga beberapa celotehan tidak penting dari Eye.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Namun memasuki pertengahan mood yang dihadirkan dalam adegan duel tersebut mulai berubah. Setelah kartu Dark Angel pemberian Hanoi Knights mulai hadir di tangan Blue Angel, pendekatan yang dibawakan mulai berubah ke arah yang lebih serius dan mulai sedikit kelam. Blue Angel mulai kehilangan kesadaran saat kartu dari Hanoi Knights berada di tangannya. Karakter Blue Angel yang semula ceria dan penuh senyuman seketika berubah menjadi hilang kesadaran, dan mengalami penderitaan yang cukup pedih dengan tatapan mata kosong.

This slideshow requires JavaScript.

Berubahnya watak Blue Angel ini juga membuat Yuki Nakashima menyesuaikan suara menjadi lebih berat dan memiliki kesan kelam. Entah kenapa melihat bagian ini saya sempat berpikir “Ini saya sedang menonton Yu-Gi-Oh! kan? Bukan Wixoss?”. Atau apakah ini pertanda bahwa kini kita telah tiba pada era di mana sebuah anime TCG harus menampilkan seorang karakter perempuan yang tersiksa karena penderitaan?

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Menjelang penghujung episode, mood kembali berubah dari nuansa kelam yang menegangkan menjadi nuansa yang penuh sendu saat Blue Angel meneteskan air mata dan mulai tidak sadarkan diri. Penggambaran suasana yang penuh haru semakin didukung dengan visual yang menghadirkan sosok Blue Angel tidak sadarkan diri dengan tangisan air mata dan bulu sayap berwarna putih yang menggambarkan suasana jatuhnya seorang malaikat, simbolisasi dari Blue Angel yang kehilangan kesadaran dan melepaskan “kesuciannya” karena kegelapan kartu milik Hanoi Knights yang ia gunakan.

This slideshow requires JavaScript.

Alunan musik latar dengan sentuhan orkestra juga sangat berperan dalam membangun nuansa haru di bagian akhir episode. Penggunaan berbagai gaya pembawaan cerita yang berbeda secara visual dan musik menjadikan episode ke-7 ini terasa sangat emosional.

This slideshow requires JavaScript.

KAORI Newsline | diulas oleh Rafly Nugroho

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.