BAGIKAN

Ancaman Topologic Bomber Dragon milik Revolver semakin terasa nyata dalam duel sengit yang dijalani Playmaker. Untuk mengantisipasi serangan tersebut Playmaker sudah menyiapkan strategi balasan, namun tetap saja hal tersebut tidak bisa mengubah keadaan yang semakin membuatnya terdesak. Pertaruhan terakhir Playmaker hanya adalah melakukan Storm Access dan mendapatkan Link Monster kuat yang bisa mengalahkan Revolver.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Berkat Life Point yang sudah di bawah 1000, Playmaker pun melakukan Storm Access dengan bantuan Eye yang mengakses sisa data dari Cyberse untuk memanggil kartu yang cukup kuat. Tetapi di saat Playmaker hendak melakukan Link Summonning, Revolver mengaktifkan Trap Card Remote Rebirth, kemudian memanggil kembali Capacitor Stalker di fieldnya. Dengan efek dari Topologic Bomber Dragon, Capacitor Stalker dihancurkan dan membuat duel di antara keduanya berakhir seri. Meski demikian, pertarungan masih belum berakhir. Sejak awal Revolver telah merencanakan duel akan berakhir seri agar keduanya bisa bertarung di panggung yang lebih besar dari Speed Duel, yakni Master Duel.

Kembalinya Master Duel

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Sejak awal episode pertama, seri Yu-Gi-Oh! VRAINS menghadirkan sesuatu yang berbeda dari seri-seri sebelumnya, yakni peraturan khusus bernama Speed Duel. Diangkatnya peraturan Speed Duel dalam seri anime ini mungkin ditujukan untuk menarik penggemar baru dari kalangan orang-orang yang masih awam permainan Yu-Gi-Oh! atau menarget para pemain baru yang bermain Yu-Gi-Oh! Duel Links di perangkat ponsel. Memang pada awalnya saya mengira ini tidak ada salahnya juga karena pada akhirnya anime permainan kartu dibuat sebagai media promosi untuk mencapai target khalayak agar melakukan sebuah pembelian terhadap produk yang dipromosikan. Tetapi setelah 9 episode berjalan entah kenapa peraturan Speed Duel yang dihadirkan dalam anime ini justru menghambat besarnya potensi yang dimiliki oleh Link Monster karena keterbatasan tempat permainan.

Advertisement Inline

Rasa rindu akan kembalinya peraturan Master Duel akhirnya terbayarkan di episode 10 ini. Master Duel pada dasarnya adalah peraturan Yu-Gi-Oh! yang biasanya, di mana arena pertarungan terbagi menjadi 5 main monster area dan 5 field/spell trap area. Bahkan Revolver pun mengakui kalau potensi sebenarnya dari Link Marker yang dimiliki oleh Link Monster bisa lebih dimaksimalkan dalam Master Duel, karena arena pertarungan yang lebih besar dari Speed Duel. Master Duel yang ditampilkan dalam seri anime ini masih sama seperti seri-seri sebelumnya, tanpa adanya Action Card, maupun Speed Spell, dan menggunakan hanya 4000 Life Points tidak seperti di versi film layar lebar di mana pemain memiliki 8000 Life Points seperti permainan Yu-Gi-Oh! sesungguhnya.

Duel yang lebih menegangkan dibandingkan sebelumnya

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Dihadirkannya peraturan Master Duel dalam episode 10 ini jelas menambah jalannya duel menjadi semakin sengit dibanding sebelumnya. Satu hal yang membuat duel di episode ini berjalan dengan sengit adalah deck yang digunakan oleh Revolver. Meskipun Playmaker masih melawan musuh yang sama seperti di episode sebelumnya, namun deck yang digunakan Revolver untuk pertarungan di Master Duel memiliki perbedaan yang cukup signifikan dibanding deck yang ia gunakan untuk Speed Duel.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Setelah beberapa episode sang karakter utama terus meraih kemenangan dalam duel, di episode ini Playmaker benar-benar sangat tersudut. Revolver benar-benar mengeluarkan strategi yang mampu mengunci serangan dari Playmaker dan bisa melancarkan serangan balik dengan bertubi-tubi. Tidak seperti di episode-episode sebelumnya di mana Playmaker ditampilkan dengan kuat dan memiliki strategi yang cermat, episode 10 ini menghadirkan sisi lain di mana Playmaker dihadapkan dengan lawan yang cukup kuat dan ia berhasil disudutkan, hampir seluruh serangan dan strategi yang diluncurkan oleh Playmaker tidak berhasil menembus pertahanan dari Revolver.

Mulai lepas dari template

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Hadirnya Speed Duel yang dihadapi oleh Playmaker dalam 9 episode serasa membuat sebuah template, terutama saat Playmaker melakukan Link Summonning dengan adegan animasi yang sama. Entah kenapa mulai terasa sedikit bosan jika Playmaker mulai melakukan Link Summonning karena adegan yang tampil hanya itu-itu saja.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Tetapi di episode ke-10 ini, karena duel yang dijalankan menggunakan peraturan Master Duel, tanpa adanya hoverboard, hal-hal “template” tersebut tidak dimunculkan dalam episode ini. Adegan saat Revolver maupun Playmaker melakukan Link Summonning di episode ini semuanya adalah adegan baru yang tidak terlalu terlihat repetitif seperti di episode sebelumnya. Pada awalnya mungkin saya merasa demikian, sampai di satu titik berpikir, jika Master Duel ini ditampilkan di episode-episode berikutnya, apakah justru adegan baru ini akan menjadi template baru?

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS
© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Terlepas dari itu semua, episode ke-10 bisa dikatakan sebagai episode cukup seru dan menegangkan di seri ini. Dengan ditampilkannya peraturan Master Duel yang membuat jalannya duel menjadi semakin lebih intens. Strategi Revolver yang berhasil membuat sang karakter utama tersudut semakin membuat episode ini menjadi lebih intens dibandingkan episode sebelumnya. Saya pribadi sangat berharap peraturan Master Duel ini terus ditampilkan di episode-episode berikutnya, tidak hanya di pertempuran Revolver melawan Playmaker ini saja, agar penonton tidak bosan dengan cepatnya duel yang dilakukan dengan peraturan Speed Duel.

KAORI Newsline | oleh Rafly Nugroho

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.