BAGIKAN

Duel antara Go Onizuka melawan Playmaker yang berlangsung dengan sengit akhirnya ditutup dengan kemenangan Playmaker. Meski mengalami kekalahan, Go Onizuka justru merasa senang atas duel yang seru melawan Playmaker tersebut. Melihat tingkah laku tersebut Shoichi berpikir untuk mengajak Go ikut bertarung bersama melawan pasukan Hanoi Knights meski pada akhirnya Playmaker lebih ingin bertarung sendiri tanpa membahayakan orang lain.

Selain itu Shoichi pun melakukan investigasi terhadap sosok duelist ternama lainnya yakni Blue Angel. Berdasarkan investigasi tersebut Shoichi berhasil menemukan identitas asli dari Idol Duelist tersebut. Sosok di balik avatar Blue Angel adalah Aoi Zaizen, gadis berusia 16 tahun yang ternyata satu sekolah dengan Yusaku. Selain sebagai Blue Angel, Aoi Zaizen ternyata seorang adik perempuan dari manager SOL Technologies. Mengetahui hal tersebut Shoichi pun meminta Yusaku untuk mengenal Aoi agar ia bisa mendapatkan informasi mengenai SOL Technologies, ingatan Yusaku yang hilang dan keberadaan adik dari Shoichi.

Sisi lain seorang Yusaku Fujiki

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Dari episode pertama, Yu-Gi-Oh! VRAINS menampilkan karakter utama Yusaku Fujiki sebagai seorang yang tenang, tidak gegabah, dan tidak tertandingi dalam duel saat menjadi Playmaker. Namun bukankah sebuah karakter akan terlihat menarik jika memiliki sisi lain, sebuah twist dari keunggulan yang dimiliki dirinya? Inilah yang ditunjukkan dalam Yu-Gi-Oh! VRAINS episode ke-6, sebuah sisi lain seorang Yusaku Fujiki saat harus berurusan dengan wanita.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS
Advertisement Inline

Meskipun cukup handal dan ditampilkan tidak terkalahkan dalam duel layaknya karakter utama lainnya, tapi Yusaku sepertinya mengalami kesulitan saat berhadapan dengan wanita. Di saat Shoichi pertama kali menunjukkan temuan hasil investigasinya terhadap Aoi Zaizen, Yusaku terlihat seolah-olah tidak memiliki ketertarikan. Shoichi pun sampai harus menyebutkan bahwa seragam sekolah Aoi dan Yusaku sama untuk membuat Yusaku sadar bahwa Aoi berasal dari sekolah yang sama seperti dirinya. Sudah diberikan kode sedemikian rupa Yusaku sepertinya masih cukup kurang bisa memahami kode dari Shoichi hingga Eye pun merasa bahwa Yusaku sepertinya tidak bisa diharapkan untuk urusan mendekati wanita seperti ini. Sepertinya ini menjelaskan kenapa kartu andalan Yusaku adalah Decode Talker dan Encode Talker (belum muncul di anime namun kartu ini muncul dalam Structure Deck: Cyberse Link).

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Pertemuan Yusaku dengan Aoi pun langsung menjadi salah satu pemandangan yang menyentuh hati saya. Entah kenapa secara pribadi saya sangat suka sekali melihat bagaimana Yusaku berdekatan satu sama lain dengan Aoi, sebagai pasangan karakter utama dan heroine yang keduanya saling pendiam dan tidak terlalu tampil nyentrik di kehidupan nyata (abaikan soalan rambut Yusaku dan pengertian nyentrik di sini). Pasangan Yusaku dan Aoi ini sepertinya bisa menjadi OTP yang menarik selama 3 tahun ke depan, bukankah ini sebuah hal yang romantis sekaligus imut melihat pasangan yang saling tidak terlalu banyak bicara dan sama-sama memiliki karakteristik yang kalem?

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS
© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Dua sisi Aoi Zaizen dan Blue Angel

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Tidak hanya sang karakter utama yang memiliki sisi lain, heroine utama dari seri anime ini, Aoi Zaizen pun tidak luput memiliki sisi lain dalam karakteristik yang dimilikinya. Sebagai sebuah seri anime yang membawa tema mengenai dunia virtual dengan identitas virtual, hal ini sangat bisa memungkinkan untuk menampilkan dua sisi berbeda dari karakter saat berada di dunia nyata, dan di dunia virtual. Begitupun dengan sosok Aoi Zaizen dan Blue Angel yang sangat berbeda satu sama lain.

Di dunia virtual LINK VRAINS, Blue Angel dikenal sebagai seorang Idol duelist terkenal. Setiap kali ia muncul, barisan wota dengan segala atributnya langsung menyambut kehadirannya dengan seru-seruan chant yang saling bersahut-sahutan. Sosok idol terlihat sangat lekat dalam diri seorang gadis berambut biru twintail ini.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Di sisi lain, sosok di balik avatar Blue Angel di dunia nyata adalah seorang gadis berusia 16 tahun bernama Aoi Zaizen. Meskipun di dunia virtual terlihat sebagai seorang idol yang selalu tampil ceria, menghibur, dan punya banyak fans, di kehidupan nyata Aoi hanyalah seorang murid SMA biasa yang menghabiskan kesehariannya seorang diri. Senyuman manis dan ceria dari sosok Blue Angel sirna tak berbekas, pun tidak terlihat menghiasi raut wajah seorang Aoi Zaizen di dunia nyata. Sehari-hari Aoi adalah seorang gadis yang pendiam dan tidak jarang menjadi sosok pemurung yang bimbang mengambang dalam larutnya kesedihan dan kesendirian. Kebimbangan dalam diri Aoi disebabkan karena sang kakak terlalu sibuk dalam mengurusi pekerjaannya yang membuatnya merasa kesepian. Untuk itu ia pun berusaha menjadi sosok duelist yang kuat dan bisa diandalkan untuk membuktikan kepada sang kakak bahwa ia juga memiliki kekuatan dan pantas untuk diperhatikan.

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Segala kesedihan, kebimbangan dan rasa kesendirian inilah yang melahirkan sosok Blue Angel sebagai pelarian dan pelampiasan dari kehidupan di dunia nyata. Jika dibawa ke dalam konteks berinteraksi di dunia digital seperti di internet atau sosial media, seseorang bisa dengan mudah membuat identitas baru yang sangat berbeda dari dirinya karena saat mendaftarkan diri di internet pengguna diberikan kebebasan untuk mengisi kolom nama maupun mengunggah foto diri dengan berbagai gambar bebas. Di dalam internet semua orang bisa menjadi siapapun, menjadi apapun, dari menjadi kucing hingga menjadi karakter anime. Hal-hal inilah yang menyebabkan adanya efek disinhibisi (Online Disinhibition Effect, seperti yang dibahas dalam episode 3 mengenai anonimitas) ketika seorang individu berada di dunia maya.

Dalam jurnalnya yang berjudul The Online Disinhibition Effect, psikolog John Suler menyatakan bahwa:

“Secara sadar atau tidak sadar, seseorang bisa merasa bahwa karakter imajiner yang mereka ‘ciptakan’ benar-benar ada di ruang yang lain, bahwa persona online milik seseorang hidup berdampingan dengan persona online milik orang lain dalam sebuah dimensi yang mereka yakini nyata, terpisah dan berbeda dari berbagai permintaan dan tanggung jawab yang ada di dunia nyata. Mereka memisahkan atau melakukan disosiasi fiksi yang ada dalam dunia online dengan kehidupan di dunia nyata.”

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS
© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS
© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Dibentuknya identitas yang benar-benar terpisah dari dunia nyata ini bergantung kepada faktor motivasi apa yang dimiliki oleh seseorang untuk membuat identitas baru. Yusaku memilih menjadi Playmaker untuk bisa menghadapi Hanoi Knights tanpa membahayakan orang-orang terdekatnya di dunia nyata. Go Onizuka memilih untuk tidak membuat identitas yang berbeda di dunia LINK VRAINS karena motivasi ia untuk berduel adalah untuk memberi inspirasi kepada anak-anak di panti asuhan sebagai sosok Go Onizuka. Aoi Zaizen sendiri memilih menjadi Blue Angel sebagai pelampiasan dari keceriaan dan senyuman yang tak bisa ia ungkapkan di kehidupan nyatanya yang penuh dengan kesedihan dan kemurungan serta untuk menunjukkan kepada sang kakak bahwa ia juga memiliki kekuatannya sendiri dan bisa berguna untuk sang kakak, sebagai bentuk kompromi terhadap perasaannya yang merasa kehilangan sosok kakaknya dalam kehidupan sehari-hari.

Debut Yuki Nakashima sebagai karakter Heroine

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Dalam beberapa waktu belakangan ini entah kenapa beberapa teman saya terutama yang berasal dari fandom Idolm@ster terlihat sedang menggandrungi salah satu seiyuu wanita yang waktu awal saya melihatnya merasa bahwa ia sepertinya sedang naik daun belakangan ini bernama Yuki Nakashima. Setelah mencari tahu saya pun langsung kaget saat melihat ternyata dia adalah seiyuu yang memerankan Aoi Zaizen/Blue Angel di seri anime ini, yang lantas menambah satu motivasi saya untuk mengikuti seri anime ini.

Sebagai seorang seiyuu, Yuki Nakashima sebelumnya sering mengisi karakter yang hanya muncul sesekali. Bisa dikatakan ia memiliki peran yang cukup menarik di anime Yu-Gi-Oh! VRAINS ini. Peran debut Yuki Nakashima sebagai Aoi Zaizen dan Blue Angel sendiri sepertinya sudah merupakan sebuah tantangan tersendiri karena mengisi suara satu karakter yang memiliki sifat berbeda di dunia virtual dan dunia nyata. Dan menariknya lagi, selain mengisi suara karakter idol di game The Idolm@ster Cinderella Girls, di anime ini ia juga berperan sebagai idol dengan nama Blue Angel. Sepertinya anime ini bisa menjadi satu seri yang tidak boleh dilewatkan bagi para penggemar Yuki Nakashima di luar sana.

Kesimpulan

© Kazuki Takahashi – Studio Dice / Shueisha – TV Tokyo – NAS

Episode ke-6 seri Yu-Gi-Oh! VRAINS kembali menjadi episode yang tidak menampilkan adegan pertarungan kartu, namun episode ini berhasil mengangkat berbagai sisi lain dari sang karakter utama dan juga sang heroine. Karakteristik yang dimiliki oleh Yusaku dan Aoi bisa membuat kedua karakter ini menjadi pasangan yang unik dan menarik untuk diikuti. Debut Yuki Nakashima yang berperan sebagai karakter yang memiliki dua kepribadian yang jauh berbeda juga menjadi tantangan tersendiri bagi pengisi suara berusia 19 tahun ini. Kira-kira bagaimanakah aksi Yuki Nakashima ke depannya dalam episode-episode berikutnya di seri anime ini? Mampukah cinta bersemi di antara Yusaku dan Aoi?

Referensi:

Suller, J. (2004). The Online Disinhibition Effect. CyberPsychology & Behavior, 7(3), 321-326. Diakses pada 27 Mei 2017.

KAORI Newsline | diulas oleh Rafly Nugroho

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.