Perhelatan tahunan C3 AFA 2017 kembali digelar pada tanggal 18-20 Agustus di arena JIExpo, Kemayoran, Jakarta. Berbagai perusahaan yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam industri kreatif turut berpartisipasi pada acara tersebut. Di antaranya adalah Sony Music Entertainment Japan (SMEJ), perusahaan musik, hiburan dan teknologi dari Jepang.

Dalam acara “Sony Music Entertainment Japan Introduction to Apps and Gaming” pada hari terakhir C3 AFA Jakarta 2017 (20 Agustus), SMEJ memperkenalkan serangkaian teknologi interaktif yang berkaitan dengan musik, gaming, dan edukasi. Secara keseluruhan, ada enam produk yang diperkenalkan yaitu anywhereVR yang merupakan bagian dari ekosistem PSVR, Volly, Nawatobi Jumper, Daifuku-kun, Shinkukan Dolls, Mitene dan Tama. Masako Masuda sebagai  Chief Producer dari SMEJ menyatakan pihaknya membawa rangkaian teknologi untuk diperkenalkan di Indonesia dan berkomitmen untuk memberikan pengalaman yang terbaik pada konsumen. Selain itu mereka juga ingin melihat respon masyarakat terhadap produknya.

1. anywhereVR

Pertama kali diluncurkan di konferensi pers PlayStation tahun lalu, anywhereVR mengadopsi konsep Okini no shop & koto Itsumono yang bisa diartikan sebagai ruang bersantai virtual di mana Anda masih bisa terhubung dengan smartphone Anda. anywhereVR akan membawa Anda ke tempat favorit Anda, seperti di tengah taman bunga atau di bawah langit yang dipenuhi bintang dalam sekejap.

Advertisement Inline
Pengunjung booth Sony dapat mencoba perangkat anywhereVR

“anywhereVR akan memproyeksikan gambar VR 360 derajat serta musik pilihan Anda. Dengan memunculkan smart device yang sudah di-install dengan aplikasi khusus gambar tersebut, produk ini dapat membuat sensasi baru di mana pengguna akan di-teleportasi ke tempat pilihannya dan tetap terhubung ke dunia luar. Anda tidak perlu repot melepas perangkat VR Anda ketika ada panggilan masuk atau notifikasi lainnya, “jelas Merchandising & Event Produce Company Kenta Matsuo.

Produk ini masih dalam tahap pengembangan dan akan terus dikembangkan fitur dan aplikasi lainnya ke dalam teknologi ini. Sejauh ini, ada 20 pilihan yang tersedia untuk diunduh dan masing-masing dikenai biaya 2000 yen atau setara dengan Rp 200.000. Informasi lebih lanjut dapat ditemukan di http://anywhere-vr.com/.

Video demo anywhereVR dapat ditonton di bawah ini.

2. Nawatobi Jumper

Nawatobi Jumper adalah salah satu produk Sony yang memadukan teknologi digital dengan lompat tali (atau juga dikenal sebagai “skipping“). Dengan bermain lompat tali sambil mengenakan perangkat khusus dengan sensor gerakan, roket yang ditampilkan pada layar akan terbang menuju luar angkasa sesuai dengan jumlah dan ketinggian meloncat.

Produk ini memang ditujukkan untuk anak-anak dan telah dirilis pada awal tahun 2017. Saat ini, sebagian besar teknologi membuat gaya hidup yang tidak sehat pada anak-anak. Kami ingin anak-anak memiliki gaya hidup sehat dengan cara yang menghibur, “jelas Masako Masuda.

3. Volly

VOLLY merupakan Phygital Gadget berbentuk bola. Perangkat yang ditargetkan untuk anak-anak ini dapat merekam dan mengubah suara menggunakan sistem pendeteksi gerakan (mendeteksi getaran dan rotasi) yang tertanam di dalamnya jika pengguna menggerakkan VOLLY. Dengan “mainan berbentuk bola yang unik” ini anak-anak dapat merekam suara diri sendiri atau suara lainnya serta dapat mengubah suara yang sudah direkam dengan menggelindingkan atau memutar VOLLY.

Salah satu cosplayer ikut mencoba Volly

4. Daifuku-kun

Karakter Daifuku-kun adalah karakter yang terinspirasi dari salah satu “wagashi” paling terkenal yaitu Daifuku Mochi. Karakter utama dalam aplikasi ini adalah anak lelaki berumur 5 tahun dengan sifat baik hati dan sangat sopan. Sejak kecil ia diajarkan cara bersopan santun khas Jepang, menghormati dan melayani orang lain dengan baik. Ia akan mendekati dan memeluk orang yang sedang dalam kesulitan atau orang yang ingin disayanginya. Informasi selengkapnya dapat dibaca melalui tautan ini.

5. Shinkukan Dolls

Sony Music bekerjasama dengan John Hathway menghadirkan game Shinkukan Dolls. John Hathway adalah ilustrator lepas yang memadukan unsur seni dan fisika ke dalam karyanya. Dia menampilkan perpaduan berbagai media seperti robot, perangkat lunak, cerita, animasi, dan grafis 3D dalam karyanya.

Shinkukan awalnya merupakan pemain kartu grafis seperti tarot dengan 2 pemain, yang akan dimainkan dalam 30 menit. Permainan ini mengambil latar di distrik alternatif Akihabara. Kota ini diimajinasikan menjadi kota terapung di mana dunia sains telah sangat maju ke suatu titik di mana teknologi anti-gravitasi sudah semakin berkembang. Dalam permainan ini, pemain akan berperan sebagai Shinkukan Dolls.

Game ini sudah dirilis di Jepang pada Agustus 2016 dan sebelumnya sebanyak 200.000 pemain telah mendaftar akun sebelum game tersebut diluncurkan. Sampai saat ini game ini masih belum tersedia secara resmi di wilayah Indonesia. Website resminya dapat Anda akses melalui tautan berikut.

6. Tama dan Mitene

Mitene adalah signage digital interaktif yang memiliki “mata” dan “otak” dengan mengintegrasikan signage digital yang ada dengan teknologi AR. Teknologi ini memungkinkan pengguna berinteraksi dengan karakter yang ditampilkan di TV. Dalam pameran ini, Sony Music Entertainment Jepang memilih kucing Tama sebagai karakter utamanya.

Mitene telah dipasang di lebih dari 100 tempat di Jepang, terutama di supermarket atau department store. Selain untuk menghibur, Mitene juga bisa digunakan untuk mengumpulkan data dari konsumennya melalui kemampuan sensornya,

Dengan kemampuan AR yang dipunya, Mitene dapat berguna sebagai alat yang efektif untuk memperoleh pelanggan baru dan menyampaikan promosi sambil membangun basis data pemasaran dengan fungsionalitas analisis log built-in.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.