BAGIKAN
Satsuki Nishira, salah satu tokoh transgender yang berhasil bertranformasi secara total (Satsukipon.com)

Totalitas tanpa batas patut dipegang secara teguh bagi setiap individu yang mengalami transformasi menjadi pribadi yang baru. Begitu pun bagi beberapa kaum transgender total maupun crossdresser yang merubah penampilannya menjadi wanita yang cantik. Walaupun sebelumnya beberapa masyarakat Jepang sudah sangat akrab dengan dunia crossdresser maupun transgender, namun hal tersebut dirasa kurang cukup, karena masih meninggalkan beberapa aksen dari identitas seksual individu sebelumnya.

Dilansir dari SoraNews, sebuah tempat kursus yang bernama Otome Juku (Sekolah Gadis) yang berlokasi di Nichome, Distrik Tokyo Shinjuku menghadirkan kelas kewanitaan yang dikhususkan untuk kaum pria yang ingin merubah diri secara total untuk menjadi seorang wanita. Tujuan didirikannya tempat kursus ini adalah sebagai sebuah wadah pembelajaran antar sesama kaum transgender untuk saling membantu menyesuaikan transisi gaya hidup yang baru, sesuai dengan identitas seksualnya.

Satsukipon.com

Hal tersebut diakui oleh pendiri dan juga instruktur tempat kursus ini, Satsuki Nishira, yang juga telah melewati beberapa fase perubahan penampilan secara fisik, tingkah laku maupun hal – hal yang lain yang dimiliki seorang wanita pada umumnya. Pada awalnya Satsuki, yang telah menjadi seorang tokoh transgender yang berhasil, memulai dari merekomendasikan beberapa baju dan aksesoris lucu yang pantas dikenakan layaknya wanita pada umumnya. Namun, beberapa kendala lain yang ditemui seperti gaya berbicara sampai pada tingkah laku yang dialami oleh kaum transgender lain, mendorong Satsuki mendirikan tempat kursus ini.

Satsukipon.com
Advertisement Inline

Otome Juku menawarkan tiga kelas yang berbeda yang memiliki tujuan yang saling berkaitan untuk meningkatkan sisi feminim para siswanya. Pertama adalah kelas womanization yang memfokuskan pada sentuhan feminim dalam beraktivitas seperti berjalan, bergerak maupun cara berkomunikasi layaknya wanita pada umumnya, Termasuk tata cara mengikuti jamuan makan maupun jamuan minum teh antar sesama wanita. Selanjutnya kelas tata rias, yang mengajarkan cara penggunaan kosmetik untuk meningkatkan sisi feminim, termasuk menyamarkan beberapa sisi fisik yang dimiliki laki – laki seperti struktur wajah dan lain sebagainya. Terakhir dan kelas yang paling inklusif yaitu kelas suara, yang melatih para siswa untuk mengubah intonasi suara menjadi lebih datar dan ringan serta menonjolkan sisi manis layaknya wanita pada umunya.

Satsukipon.com

Semua kelas ditawarkan dengan harga 6.000 yen (720.000 rupiah) per sesi, atau bisa juga untuk mendapatkan diskon 29.000  yen (3.500.000 rupiah) dengan paket lima sesi (dalam kategori yang sama). Otome Juku juga membuka kelas untuk pertama kalinya menjadi crossdresser dengan harga 9.000 yen (1.070.000 rupiah), yang direkomendasikan untuk orang-orang yang ingin terjun ke dunia crossdressing. Adapun untuk mereka yang ingin mengabadikan kenangan selama kegiatan pembelajaran berlangsung dapat menambahkan biaya sebesar 28.000 yen (3.200.000 rupiah) untuk satu sesi kelas berlangsung. Selanjutnya setiap siswa yang telah mengikuti kelas tatap muka langsung, dapat melanjutkan pembelajaran nya dengan sebuah video konseling yang dikirimkan setiap bulannya. Informasi lebih lanjut dapat dikunjungi melalui situs ini.

Beberapa tahun belakangan ini, Nichome yang merupakan bagian dari distrik Tokyo Shinjuku telah mengalami pertumbuhan kelompok LGBT yang berkembang di kota ini, termasuk kaum transgender. Hal tersebut mendorong beberapa toko, cafe maupun bar untuk membuka layanan yang dikhususkan untuk membantu melayani beberapa orang melakukan transisi gaya hidup yang sesuai, tanpa adanya tindakan diskriminatif dari orang lain yang memiliki orientasi seks secara normal.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.