BAGIKAN
Tanpa disadari, kamu pasti pernah memandang orang yang kamu cintai dari kejauhan. © Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee

Salah satu anime romance singkat yang menjadi favorit saya musim kemarin, Tsurezure Children hadir dalam format omnibus yang berisikan berbagai macam cerita pasangan muda mudi yang sedang dalam pengaruh virus merah jambu.

Menonton Tsurezure Children kembali mengingatkan saya tentang kisah percintaan saya pada zaman sekolah beberapa tahun lalu. Saat saya masih memadang cinta sebagai sebuah hal indah yang mampu mengalahkan segala permasalahan yang ada. Saat kata cinta masih indah seperti apa adanya.

Cinta yang Datang Tak terduga.

Sejak episode pertama, kita dapat melihat berbagai macam kisah cinta yang ada. Mulai dari kisah antara junior dan senior, teman masa kecil sampai ketua osis dengan preman sekolah. Sekilas melihat hubungan yang terjadi tersebut, sebuah hubungan percintaan antarpasangan dapat terjadi pada siapapun.

© Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee
Advertisement Inline

Bahkan jika dirimu seorang wibu yang tak pernah memiliki pasangan, jika waktunya telah tiba maka akan ada seseorang yang hadir padamu dan belajar untuk mengenal dan mencintai dirimu. Yang menjadi permasalahan adalah bagaimana kamu menyikapi dan bersikap dalam menghadapi hal tersebut. Jangan sampai kamu tidak menyadari jika seseorang tertarik denganmu. Alih-alih menyadari hal tersebut, kamu malah merendahkan dirimu di hadapannya.

Bahkan Jika Kamu Seorang Wibu, Kamu tetap memiliki kesempatan untuk di Cintai dan Mencintai. © Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee

Akhir kata, Masa sekolah adalah waktu yang tepat untuk menunggu hadirkan cinta pertama dibandingkan pada saat kamu telah memasuki masa kuliah ataupun kerja. Hal seperti inilah yang dihadirkan dalam anime Tsurezure Children.

Hubungan adalah Tentang Kerjasama

Sebuah nilai penting yang diajarkan saat saya menonton Tsurezure Children, namun sepertinya banyak dilupakan orang. Dalam sebuah hubungan, tidak lagi membahas “aku dan kamu”, tapi “kita”. Oleh karena itu, belajarlah untuk mengungkapkan perasaan satu sama lain antara pasangan. Dan mulailah belajar bekerjasama dengan pasangan.

Hubungan antara Kamine dan Gouda yang hampir berakhir karena permasalah sederhana. © Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee

Di salah satu cerita, Kamine dan Gouda yang baru saja berpacaran dilanda sebuah masalah dalam hubungan mereka, sebuah permasalahan simpel yang terjadi karena kesalahapahaman. Sikap si A yang menerka-nerka dan menebak B malah memperburuk permasalahan yang ada, terlebih lagi B yang sepertinya sulit untuk membicarakan isi pikirannya. Walaupun pada akhirnya, masalahnya pun terselesaikan saat mereka berdua mampu mengutarakan isi pikiran dan perasaan mereka masing masing.

Hubungan yang baik adalah hubungan yang memiliki kerjasama dari masing-masing pasangan, bekerjasama dan berusaha untuk mempertahankan dan mengelolah hubungan yang ada agar tetap bertahan. Bila Anda menginginkan sebuah hubungan yang menyenangkan, maka bekerjasamalah dengan pasangan untuk menciptakan hubungan yang menyenangkan bagi kalian berdua.

Masafumi dan Akagi menurut saya berhasil menunjukan bagaimana seharusnya sepasang kekasih bekerjasama. © Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee

Karena dalan setiap hubungan akan selalu ada masalah yang akan hadir. Jika kamu atau pasanganmu tidak mau bekerjasama dan mengelolah hubungan untuk menyelasaikan permasalahan yang ada. maka hanya tinggal menunggu waktu sampai hubungan itu berakhir.

Kisah Kasih di Sekolah

Seperti yang telah disampaikan diatas, Tsurezure Children mengingatkan saya kembali akan kisah cinta yang pernah saya alami pada saat bersekolah beberapa tahun yang lalu. Sebuah kisah kasih yang terjadi di sekolah antara muda mudi yang baru saja memahami hal yang dinamakan Cinta.

© Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee

Pada masa sekolah, pada umumnya remaja mulai menjalin sebuah hubungan yang special dengan lawan jenis mereka. Tsurezure Children bagi saya sukses dan mampu menghadirkan hal tersebut dalam sebuah seri anime yang menarik untuk diiikuti. Bahkan tidak jarang saya tersenyum kecil saat menonton anime ini.

Dikarenakan teringat kembali dengan kejadian bersama teman pasangan saya pada saat sekolah dahulu, teringat bagaimana saya pertama kali memberanikan diri menyapanya atau diam-diam memandanginya dari kejauhan sampai pada akhirnya, saya memberanikan diri menyatakan perasaan kepadanya. Sebuah kisah kasih di sekolah yang selalu indah untuk dikenang.

Saya yakin, kamu pasti pernah memiliki teman yang seperti ini. © Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee

Menonton Tsurezure Children, menyadarkan saya akan betapa sederhananya seseorang hubungan yang terjadi dengan orang yang kita cintai tanpa harus tertekan oleh norma-normal sosial di masyarakat yang terkadang malah memberatkan hubungan tersebut, serta rasa egois dari diri kita sendiri yang tanpa sadar dapat melukai perasaan dari pasangan.

Pasangan yang paling saya suka dalam seri Tsurezure Children (© Toshiya Wakabayashi . Kōdansha/ Tsuredzure Children Production Committee)

Oleh Ahmad Faisal | Artikel ini adalah pendapat pribadi dari sang penulis dan tidak berarti merefleksikan kebijakan maupun pandangan KAORI Nusantara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.