SMRT dan McLaren

Operator kereta MRT Singapura, SMRT dan McLaren Applied Technologies, yang merupakan bagian dari McLaren Group asal Britania Raya, sepakat melakukan kolaborasi. Dalam kolaborasi tersebut, rencananya kereta MRT Singapura akan menggunakan teknologi yang biasa digunakan dalam seri balap Formula 1 (F1).

Kerjasama ini diumumkan oleh SMRT pada Kamis (15/3), teknologi yang akan digunakan ialah teknologi monitoring yang biasa digunakan pada F1 untuk menunjukkan beberapa informasi vital pada mobil pada kru pit dan pusat kontrol tim.

Baca juga: Ditemukan Retak, 26 Unit Kereta MRT Singapura Dikembalikan Ke Tiongkok.

Advertisement Inline

“Pada musim F1 setiap tahunnya, tim McLaren mampu menangkap lebih dari 12 Miliar data yang dihasilkan dari 300 sensor yang terdapat pada dua mobil balap mereka. Dengan data tersebut, analis tim dapat melakukan pengawasan secara langsung, melakukan analisa sehingga mampu membuat keputusan secara tepat dan cepat,” ujar SMRT.

Rencananya SMRT dan McLaren akan bekerja sama memasang sensor pada sebuah rangkaian untuk mengawasi kinerja motor traksi, pengereman, sistem pneumatik dan gearbox. Sensor tersebut memungkinkan teknisi untuk melakukan pengawasan pada performa rangkaian kereta. Sehingga diharapkan dapat meningkatkan keselamatan perjalanan, kehandalan armada dan kenyamanan pada penumpang.

Kinerja SMRT sendiri tengah mendapat sorotan publik Singapura, mengingat dalam beberapa tahun terakhir layanan MRT seringkali mengalami gangguan, baik itu gangguan pada sarana maupun prasarana. Beberapa kejadian dan skandal yang menghebohkan pun terjadi, seperti kereta yang bertabrakan karena kegagalan fungsi sistem dan ditemukannya retakan pada bodi kereta buatan Tiongkok.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.