BAGIKAN
Emiri Okazaki

Jepang identik dengan sushi, anime, manga, idol dan tentu saja yang kontroversial adalah film dewasa, alias porno, alias JAV, alias BF. Jepang merupakan salah satu negara yang melegalkan industri BF. Setiap tahun negara tersebut dapat memproduksi lebih dari 30.000 judul BF, termasuk yang dirilis secara online di internet dan juga ilegal. Walaupun industri BF sudah besar, hanya sedikit dari para artis BF yang mau berbagi tentang pengalaman hidup mereka dalam industri tersebut. Hal ini tentunya membuat para penonton BF terbuai dalam delusinya masing-masing tanpa mengetahui realita di balik pembuatan film dewasa tersebut.

Kei dari Asian Boss berusaha mengungkap realita tersebut dan berhasil membawakan segmen interview dengan salah satu mantan artis JAV bernama Emiri Okazaki. Berikut terjemahan wawancara Kei dengan Emiri Okazaki tentang pengalamannya selama bekerja dalam industri film dewasa Jepang:

Kei: Dapatkah kamu memperkenalkan diri dan beritahu sedikit hal tentang dirimu?
Emiri: Saya Emiri Okazaki dan saya adalah mantan artis BF Jepang.

Kei: Berapa lama masa kerjamu dalam industri film BF?
Emiri: Saya melakukan debut pada tahun 2011 dan pensiun pada tahun 2016 jadi saya telah bekerja selama 5 tahun dalam industri ini.

Kei: Bisa dijelaskan wanita seperti apa saja yang terjun menjadi artis BF?
Emiri: Ada gadis yang baru tamat sekolah dan debut menjadi artis BF karena mereka tidak mempunyai pekerjaan. Ada yang merupakan wanita penghibur atau bekerja sebagai hostess. Terkadang ada juga yang datang dari keluarga kaya dan kuliah di universitas terpandang. Mereka mengatakan alasan utama menjadi artis BF karena penasaran dengan industri tersebut dan sisanya mereka ingin mendapat tambahan uang saku.

Kei: Apa alasan pribadimu sehingga memutuskan untuk terjun dalam industri BF?
Emiri: Untuk kasusku, saya sebelumnya melakukan modeling dan juga muncul di televisi, saya ingin meraih sesuatu dalam industri hiburan. Ketika saya berusia 21 tahun, saya mulai berpikir tentang arah hidup saya. Saya merasa saya sudah berusia 21 tahun dan sudah menjadi model sejak berusia 16 tahun. Saya merasa tidak bisa ke mana-mana lagi. Sudah stuck dan berjalan di tempat karir saya. Agensi saya waktu itu kesulitan mencarikan pekerjaan untuk saya bahkan hanya untuk peran kecil dalam sebuah dorama. Saya mengetahui itu tidak akan membawa saya ke mana-mana dan saya merasa seperti jatuh. Saya merasa semakin saya berumur, karir saya akan semakin ke bawah. Jadi ketika saya berumur 21 tahun saya merasa frustasi karena karir saya sudah mentok.

Kei: Saya tidak akan mengatakan itu normal ketika merasakan frustasi di usia 21 tahun, namun apakah hal tersebut normal jika kamu bekerja di dunia hiburan?
Emiri: Iya. Ketika remaja saya bisa terbilang sukses dan mempunyai banyak pekerjaan yang membuat saya berada dalam jalan menuju sukses namun kemudian takdir berbicara lain.

Kei: Ketika kamu pertama kali debut menjadi artis BF, apa yang ada di dalam pikiranmu saat itu?
Emiri: Malam sebelum saya syuting debut pertama saya, saya tidak bisa tidur dan saya menuju ke lokasi syuting tanpa tidur sama sekali hari setelahnya.

Kei: Jadi seperti apa proses syuting film BF itu sendiri?
Emiri: Sebelum syuting kita mengadakan rapat. Dalam industri kita menyebutnya “Kan Men” atau Kantoku Mensetsu yang berarti rapat dengan sutradara dan kita berdiskusi tentang apa yang akan kita lakukan di film dan memastikan apa yang aktris dapat dan tidak dapat lakukan. Pada hari di mana syuting dilakukan, manajer akan menjemput saya pada pukul 7 pagi dan saya akan tiba di studio, menyapa semua orang, di make-up oleh makeup artist profesional dan memulai syuting pada pukul 9 pagi. Jika syuting dilakukan selama 2 hari maka syuting akan cepat selesai yaitu pada pukul 9 malam pada hari kedua.

Kei: Sepertinya terdengar seperti waktu yang panjang?
Emiri: Jika itu merupakan satu hari syuting maka akan dilakukan sampai pagi hari berikutnya.

Kei: Dari pagi sampai pagi keesokan harinya lagi? Maksudmu syuting selama 24 jam?
Emiri: Tidak sampai 24 jam, terkadang syuting akan mulai dari jam 7 pagi sampai jam 4 pagi paling lama.

Kei: Sepertinya syuting film BF di Jepang memerlukan banyak kerja keras ya. Rata-rata berapa kali artis BF melakukan syuting? Sebulan sekali?
Emiri: Tergantung, kalau artis BF papan atas bisa syuting sampai 28 kali dalam sebulan.

Kei: Wow!! Jadi jika proses syuting berjalan lancar, mereka hanya mempunyai waktu libur 2 hari dalam sebulan?
Emiri: Pada hari libur mereka juga akan menghadiri event handshake jadi mereka tidak mempunyai waktu istirahat.

Kei: Apa yang terjadi setelah proses syuting selesai? Perasaan atau emosi apakah yang kamu rasakan?
Emiri: Ini sulit untuk dijelaskan namun itu seperti berbagai perasaan atau emosi yang membenturku sekaligus dan saya mulai menangis.

Kei: Kamu menangis?
Emiri: Ya saya menangis. Sebenarnya banyak gadis yang menangis ketika syuting. Pada kasusku saya membayangkan itu bukan diriku yang sesungguhnya, namun hanya sebagai aktris yang memainkan perannya dalam film. Saya tidak menangis ketika proses syuting, namun ketika semuanya telah selesai dan saya pulang ke rumah tiba-tiba saya langsung menangis. Perasaan saya bercampur aduk dan saya tidak yakin kenapa saya bisa menangis. Saya merasa bersalah meskipun saya tidak melakukan sesuatu yang salah. Saya merasa bersalah pada orang tua saya meskipun hal tersebut sepenuhnya merupakan keputusan saya dan itu yang mau saya lakukan jadi saya tidak dapat berhenti.

Kei: Bagaimana reaksi orang-orang di sekitarmu apakah orang-orang terkejut?
Emiri: Saya bersama kekasih yang sudah menjalin hubungan selama 5 tahun pada saat itu. Saya memutuskan memberitahu pekerjaan saya saat itu sebelum dia menyadarinya dan saya melakukannya. Saat itu dia langsung menjadi psycho. Saya tidak bercanda. Dia waktu itu mengancam akan membunuhku kemudian membunuh dirinya sendiri setelahnya. Dia mengarahkan pisau tepat ke arah saya namun akhirnya dia tahu dia tidak dapat melakukannya dan dia menangis. Saya juga memberitahu kedua orang tua saya. Orang tua saya bercerai dan saya tidak hidup bersama ayah saya. Dia merasa tidak harus mengatakan sesuatu dan dia hanya mengatakan itu merupakan hidup saya dan selama itu merupakan keputusanmu maka dia setuju saja. Lain hal dengan ibu saya, dia langsung membenci saya dan mengatakan dia tidak bisa mengerti dan tidak menganggap saya anak perempuannya. Selama 6 bulan dia memblok telepon saya dan tidak mengijinkan saya masuk ke dalam rumahnya. Masalah keluarga ini banyak menyita pikiran saya. Saya lebih stres memikirkan ibu saya ketimbang pekerjaan saya. Namun pada akhirnya ibu saya menelpon saya dan mengatakan dia tidak pernah mengerti tentang karir saya atau bahkan mendukung saya namun saya tetap anak perempuannya dan hal tersebut tidak pernah berubah. Ibu saya sejak saat itu kembali berinteraksi dengan saya namun tidak mau mendengar tentang pekerjaan saya. Setelah saya beralih dari artis BF ke sexy idol unit dan terkadang muncul di TV, ibu saya melihat saya di TV dan menelpon menyemangati saya. Namun hal itu memakan waktu yang sangat lama untuk memperbaiki hubungan saya dengan ibu saya.

Kei: Kapan kamu merasa seperti kamu sudah berada di titik terendah?
Emiri: Awalnya kita membuat penjualan yang bagus pada awal debut, namun tidak hanya saya saja yang merilis film setiap saat. Tentu selalu ada artis baru dalam industri ini dan penjualan pun akhirnya menurun. Saya menyadari hal tersebut meskipun tidak melihat angka penjualan karena tiba-tiba orang-orang sudah tidak mau bekerja denganmu lagi. Uang yang kamu hasilkan menurun, sementara film BF yang kamu buat akan semakin hardcore dan hasilnya tidak meningkat.

Kei: Dapatkah kamu memberitahu beberapa genre dalam film JAV?
Emiri: Terlalu banyak genrenya.

Kei: Ada 100 genre?
Emiri: Lebih kalau menurut saya seperti ada ribuan genre diantaranya joshi kosei (gadis berseragam sekolah), wanita mesum yang menganiaya pria, S&M, perkosaan. Ada juga genre “Ah saya tersangkut.”

Kei: Apa?
Emiri: Jadi genre tersebut seperti ada gadis tersangkut di pintu elevator dan tidak dapat bergerak. Ada juga genre lain yaitu menghentikan waktu (Time Stop), jadi itu seperti kamu bertepuk tangan dan waktu tiba-tiba berhenti dan kamu harus diam.

Kei: Bagaimana orang Jepang bisa mendapatkan ide seperti itu?
Emiri: Saya merasa mungkin karena orang Jepang benar-benar mesum. Saya sebenarnya ingin melakukan syuting genre menghentikan waktu (Time Stop) namun tidak pernah tercapai.

Kei: Apakah perbedaan melakukan seks antara di dunia BF dan di dunia nyata?
Emiri: Sangat berbeda. Dengan semua kamera yang hidup saya harus memikirkan bagaimana saya terlihat di depan kamera dan saya tidak memikirkan tentang seks. Orang-orang pasti berpikir bahwa artis BF benar-benar hebat melakukan seks namun sebenarnya hal tersebut adalah salah. Artis BF lebih baik dalam presentasi namun tidak dalam seks dan hal ini berlaku juga dengan aktor BF.

Kei: Jadi aktor BF itu siapa? Apakah mereka orang-orang random dan bagaimana kalian bisa terlibat bersama apakah sama seperti ketika menjadi aktris BF?
Emiri: Kondisi kerja mereka sebenarnya lebih sulit dari artis BF. Pertama kali mereka harus memulai dari yang di sebut sebagai “aktor cairan”. Pekerjaan mereka hanya masturbasi dan mereka dibayar 20 USD (sekitar 260 ribu rupiah) untuk satu kali masturbasi.

Kei: Hanya 20 USD?
Emiri: Iya itu benar. Setelah mereka lulus menjadi “aktor cairan”, pekerjaan mereka selanjutnya adalah melakukan blowjob namun dilarang untuk menyentuh tubuh aktris BF. Pada level selanjutnya mereka dapat menyentuhnya dan baru pada akhirnya mereka dapat melakukan seks. Saya dengar mereka mempunyai jalan karir yang lebih panjang untuk menjadi profesional.

Kei: Jadi berapa penghasilanmu ketika bekerja sebagai artis BF? Mari kita katakan ketika kamu pertama kali debut.
Emiri: Saya akan memberikan gambaran, mari kita katakan kamu mendapatkan kontrak setahun dan syuting sebulan sekali. Pada awalnya saya mendengar bayarannya rendah, namun ketika saya melakukannya saya mendapatkan 10.000 USD (sekitar 130 juta rupiah) ke atas. Jadi antara 10.000 USD sampai 30.000 USD (sekitar 390 juta rupiah). Ada kasus di mana jumlahnya bisa lebih tinggi seperti ada yang mendapatkan 100.000 USD (sekitar 1,3 milyar rupiah).

Kei: Itu penghasilan per tahun atau per sekali syuting?
Emiri: Itu per sekali syuting. jadi kamu tinggal mengkalikan pendapatan tersebut dengan 12. Artis BF dengan kontrak syuting tunggal mendapatkan antara 2.000 USD (sekitar 26 juta rupiah) sampai 6.000 USD (sekitar 78 juta rupiah) per sekali syuting. Jika mereka hanya memintamu untuk menunjukkan buah dadamu dan hanya menghabiskan waktu beberapa jam, kamu akan mendapatkan 120 USD (1,5 juta rupiah) sampai 200 USD (2,6 juta rupiah).

Kei: Kamu merasa kamu telah sukses menjadi artis BF selama 5 tahun tersebut?
Emiri: Saya merasa begitu. Ada suatu momen ketika saya harus berhenti menjadi artis BF. Seniorku dari kampung halamanku dan teman lamaku memintaku untuk datang ke event mereka sebagai tamu spesial. Saya mulai mendapatkan banyak tawaran untuk menghadiri event. Ada orang yang selalu mengatakan hal jelek tentang saya namun tiba-tiba mereka menginginkan saya. Itu adalah suatu momen ketika saya merasa sukses sebagai artis BF. Orang-orang mengarahkan jarinya ke arah saya dan mengatakan wanita ini gila menjadi artis BF namun orang yang sama tiba-tiba memohon meminta saya untuk menghadiri eventnya dan akan membayar dengan banyak. Sikap mereka terhadap saya berbeda ketika pertama kali saya debut. Dalam hidup kamu memiliki alasan untuk melakukan sesuatu. Untuk alasan saya adalah ingin mencapai sesuatu seperti mencapai level tertentu dalam industri. Ketika mereka mencapai saya, itulah saat saya merasa alasan hidup saya tercapai.

Kei: Menjadi artis BF bagimu merupakan pengalaman yang negatif atau positif?
Emiri: Tentu saja positif dan saya tidak menyesalinya.

Kei: Kenapa kamu bisa mengatakan demikian?
Emiri: Karena jika tidak, saya tidak akan bisa menjadi seperti saya yang sekarang ini.

Kei: Jadi apa yang kamu lakukan sekarang?
Emiri: Sekarang saya mempunyai perusahaan sendiri yaitu perusahaan kosmetik dimana saya mengawasi produksi dan penjualannya. Saya juga bekerja sebagai hostess di sebuah bar di Roppongi.

Kei: Adakah yang ingin kamu sampaikan kepada orang yang ingin meniti karir sebagai aktris BF?
Emiri: Ini mungkin terdengar sangat jelas, tetapi makin muda dirimu maka semakin sedikit kamu memikirkan konsekuensinya. Jadi menurut saya agar memikirkannya baik-baik terlebih dahulu. Saya tidak asal menilai karena saya adalah salah satu di antaranya dan saya tidak menyesali pilihan saya, namun saya melihat banyak gadis yang menyesalinya. Ada teman saya yang lebih muda menjadi artis BF, diterima bekerja di bank. Namun, setelah 2-3 bulan kemudian perusahaan tersebut mengetahuinya dan dia dipaksa untuk berhenti. Atau, bagaimana jika kamu jatuh cinta pada seseorang? Apakah kamu tidak akan menyesalinya bahkan jika orang tuanya tidak mau menerimamu?

Kei: Bagaimana hal tersebut secara pribadi mempengaruhi kehidupan asmaramu?
Emiri: Pada kasusku, pada awalnya ibu kekasihku tidak mengetahui pekerjaanku. Dia tidak bertanya jadi saya tidak memberitahunya namun pada akhirnya dia mengetahuinya dan meminta kekasihku untuk berpisah denganku. Karena dia tidak memberitahu saya secara langsung, maka kekasih saya langsung menkonfrontasinya dengan mengatakan apakah hal tersebut benar-benar penting. Kekasih saya mengatakan jika dia melihatku secara langsung bisa tidak mengatakan hal tersebut di depanku. Ibunya pun tidak mengatakan apa-apa setelah itu dan pada akhirnya dia pun menyerah dan meminta maaf. Dan untuk anak, saya belum punya untuk saat ini namun belakangan ini saya sudah memikirkannya. Anak-anak dapat menemukan berbagai informasi di internet pada zaman sekarang, bisa saja mereka tidak sengaja melihat film dewasamu di handphone-nya. Pada situasi ini saya bertanya-tanya bagaimana saya bisa menjelaskannya dan saya berpikir tidak perlu memberitahunya. Namun, apabila mereka mengetahuinya mau tidak mau saya harus memberitahunya.

Kei: Bagaimana kamu akan memberitahunya?
Emiri: Saya akan mengatakan kepada mereka hal yang sama dengan yang saya katakan pada wawancara ini. Saya akan memberitahu kenapa saya memutuskan untuk menjadi artis BF dan menjelaskan proses berpikir saya sampai mereka mengerti dan itu mungkin akan memakan waktu.

Kei: Bagaimana jika anak perempuanmu memutuskan untuk menjadi artis BF?
Emiri: Pertama saya akan mencoba untuk menghentikannya, namun jika dia tidak mau mendengarkan saya dan melakukannya tanpa sepengetahuan saya, maka saya akan mencarikan agensi yang terpercaya untuknya. Saya mengetahui hal ini dari pengalaman pribadi saya. Bahkan jika kamu mengatakan tidak, dia tidak akan mendengarkanmu karena itu adalah hal yang ingin dia lakukan. Susah untuk mengatakannya karena saya sendiri juga melakukannya, namun saya akan mengatakan kepadanya bahwa ini bukanlah pekerjaan yang mudah.

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.