BAGIKAN

Game Arena of Valor sudah menemani pemain di Indonesia sejak tahun 2017 silam dan menjadi salah satu game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) terlaris. Sejak kehadirannya, AOV telah menghadirkan berbagai event dan turnamen menarik dengan skala nasional hingga internasional. Hingga kini, jutaan Challengers (sebutan untuk pemain AOV) masih setia menemani perkembangan AOV di Indonesia. Berikut ini merupakan 5 fakta menarik yang wajib kalian ketahui tentang AOV:

  • Game Yang Mengadaptasi Berbagai Budaya Lokal Dunia

Untuk memberikan pengalaman bermain yang lebih menarik, AOV memasukkan berbagai unsur lokal dari berbagai negara di seluruh dunia. Para pengembang mengaplikasikan mulai dari musik, pakaian dan skin hero hingga cerita heronya sendiri. Seperti salah satu hero kebanggaan Indonesia, Wiro Sableng yang berhasil menjadi hero pertama di AOV dengan 100 persen unsur lokal. Karakter yang dipopulerkan oleh Bastian Tito ini diciptakan ke dalam game AOV atas kerjasama Garena AOV Indonesia dengan Lifelike Pictures. Yang tak kalah membanggakannya lagi, Wiro dengan Kapak Naga Geni 212 ini sudah Go Internasional dengan dirilis di server-server luar AOV, seperti MSP (Malaysia, Singapore, Philippines), Thailand, Vietnam, dan Taiwan.

Advertisement Inline

Selain itu, Tencent dan Garena juga menghadirkan budaya lokal lainnya seperti hadirnya Skin Muay Thai, Skin Garuda, Skin Lebaran (Aisha), Skin Bertema Jepang (Fubuki, Bloodthirst, Idol, Miko), Skin bertema Korea (Lunar Fairy Krixi), dan masih banyak lagi.

  • Game MOBA Pertama di Nintendo Switch dan Satu-Satunya di Asian Games 2018

Arena of Valor menjadi game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) pertama yang hadir di platform Nintendo Switch. Dirilis secara global pada tanggal 25 September 2018 lalu dan kini masih dalam proses pengembangan lebih jauh, perlahan tapi pasti, AOV Nintendo Switch mendapatkan penyesuaian update untuk mengejar patch version terkini dari versi mobilenya.

Berbeda dengan versi mobile, AOV Nintendo Switch mendapatkan penyesuaian grafik yang modern dari segi Hero dan juga Arena Antaris. Grafik terlihat lebih mulus dan permainan terlihat lebih menarik dengan penggunaan joycon Nintendo Switch. Apakah mungkin nantinya Nintendo Switch akan digunakan dalam pertandingan Esports AOV?

Pada bulan Agustus 2018 lalu, Pesta Olahraga Asia 4 Tahunan, Asian Games untuk pertama kalinya menghadirkan kategori Esports dalam cabang olahraga yang dipertandingkan. Meskipun masih masuk dalam kategori eksibisi, antusiasme masyarakat akan perkembangan Esports di Indonesia semakin meningkat. Arena of Valor terpilih sebagai satu-satunya game MOBA Mobile bersama 5 game lainnya yang dipertandingkan di BritamA Arena.

Melanjutkan kesuksesan AOV di ajang Asian Games 2018, game yang dikembangkan oleh Tencent ini kembali masuk ke dalam cabang resmi di SEA Games 2019 di Filipina. Berbeda dari yang sebelumnya, perolehan medali dalam event ini akan dihitung secara resmi.

  • Pemecah Rekor Prize Pool di Esports Mobile

Tak cuma sekali, Arena of Valor (AOV) berhasil memecahkan rekor Prize Pool terbesar dalam Esports Mobile sebanyak tiga kali. Pemecahan rekor tersebut dimulai saat turnamen AIC 2017 berlangsung di Seoul, Korea Selatan. Turnamen tersebut memberikan total hadiah sebesar 500 ribu USD, atau setara dengan Rp 7 miliar.

Berlanjut ke tahun berikutnya di mana AWC 2018 kembali memecahkan rekor dengan memberikan total hadiah sebesar 550 ribu USD, sekitar Rp 7,7 miliar jika dikonversikan.

Saat memasuki turnamen AIC 2018, Tencent dan Garena kembali memberikan kejutan dengan meningkatkan total hadiah turnamen menjadi 600 ribu USD yang setara dengan Rp 8,4 miliar, berdasarkan data yang diambil dari Esports Earnings. Dalam kurun waktu satu tahun itu, AOV berhasil memecahkan rekor Prize Pool terbesar dalam Esports Mobile secara beruntun.

  • Game Mobile Terpopuler di Tahun 2018

Ribuan penonton selalu membanjiri lokasi setiap Garena AOV menggelar turnamen offline mau itu di Bandung, Surabaya atau Jakarta. Ini menjadikan AOV salah satu game mobile MOBA terpopuler di Indonesia. Berdasarkan data dari ESC, secara mengejutkan ternyata kepopuleran ini juga dirasakan di tingkat global dimana turnamen internasional AOV International Championship (AIC) di tahun 2018 memiliki jumlah penonton paling banyak. Secara total terdapat 9,7 juta penonton yang menyaksikan turnamen tersebut mengalahkan game-game mobile populer lainnya di dunia. Secara keseluruhan, turnamen Arena of Valor di tahun 2018 sudah ditonton lebih dari 39 juta penonton dari seluruh dunia.

  • Bekerjasama Dengan Komposer dan Artis Profesional.

AOV memiliki sederet nama-nama hebat dalam menciptakan BGM (Background Music) berkualitas. Pada bulan Oktober 2015 silam, komposer musik ternama, Hans Zimmer bekerjasama dengan AOV untuk menciptakan soundtrack di dalam game. Hans Zimmer sendiri dikenal atas rancangan musik dia di film The Lion King, The Dark Knight, Interstellar, Inception, dan masih banyak lagi.

Selain Hans Zimmer, AOV juga bekerja sama dengan Video Game Composer bernama Matthew Carl Earl untuk membuat BGM yang berkualitas di dalam game. Ia membuat sebuah lagu berjudul “Arena of Valor: Flip the World” yang berhasil memenangkan penghargaan di Hollywood Music in Media Awards (HMMA) pada bulan November 2018 lalu.

AOV juga mengundang nama-nama besar untuk masuk dalam proyek pengembangan game. Salah satu yang menjadikan Arena of Valor unik adalah hadirnya VO (Voice Over) profesional seperti pemeran utama film Wiro Sableng (2018) yaitu sang aktor Vino G Bastian yang ikut serta berkontribusi dengan menyumbangkan suaranya untuk Hero Wiro Sableng dalam Bahasa Indonesia.

Voice Over dalam bahasa Jepang juga digunakan untuk Hero seperti Skin Bloodthirst Ryoma. Jika kalian dengarkan dengan seksama, kalian bisa mendengar suara dari Kazuya Nakai, pengisi suara Roronoa Zoro dalam serial Animasi One Piece.

Selain itu, jika kalian masih ingat, AOV juga bekerja sama dengan seorang Artis, Character Designer dan juga Illustrator asal Jepang bernama Yoshitaka Amano. Arena of Valor (AOV) bekerja sama dalam rangka memeriahkan turnamen AWC (AOV World Cup) di Los Angeles, Amerika Serikat. Sebagai tambahan informasi, pria berusia 66 tahun ini dikenal akan karyanya yang khas dalam beberapa game ternama, salah satunya adalah Final Fantasy.

Selanjutnya, dunia tempat bertarungnya para Hero di Arena of Valor yang disebut sebagai Athanor juga diberikan budaya-budaya yang unik serta bahasa lokal yang mereka gunakan untuk berkomunikasi. Bahasa tersebut adalah Veda, Afata, Gandal, dan G’Vunna.

Bahasa ini bukanlah bahasa yang dibuat secara acak. Melainkan menggunakan jasa seorang Language Creator (pencipta bahasa) yang cukup ternama, David Joshua Peterson. Pria berusia 38 tahun itu menciptakan bahasa yang cukup unik berdasarkan latar belakang sebuah dunia. David sempat membuat banyak bahasa yang digunakan di film-film terkenal seperti Game of Thrones, Thor: The Dark World, Warcraft: The Beginning, dan Doctor Strange.

Ada fakta AOV menarik lainnya yang ingin kalian tambahkan ke dalam list ini?

KAORI Newsline | Informasi yang disampaikan berasal dari pihak pemberi siaran pers dan tidak merepresentasikan kebijakan editorial KAORI.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.