BAGIKAN
yakusoku no neverland
© Shiroi Kaiyu, Izumi Posuka / Shueisha, Promised Neverland Production Committee

Ketika banyak anime dengan tema romance atau school life sedang menjamur, terkadang hadir satu atau dua anime dengan genre yang jarang ditemui. Contohnya saja Goblin Slayer yang sempat membuat penggemar anime terkejut dengan episode perdananya di musim gugur tahun lalu. Pada musim dingin 2019 ini, hadir sebuah anime dengan genre yang tak biasa dan alur cerita yang unik, yaitu Yakusoku no Neverland (The Promised Neverland)

Hadir bersama judul besar lainnya seperti Tate no Yuusha no Nariagari dan Mob Psycho II, The Promised Neverland sanggup menarik perhatian para penonton dengan alur ceritanya yang unik. Genre yang jarang ditemui membuatnya menjadi sorotan bagi para penggemar anime. Diadaptasi dari manga dengan judul yang sama karya Kaiu Shirai dan Posuka Demizu, anime ini disuguhkan sebanyak 12 episode. Adapun musim keduanya akan hadir pada tahun 2020 mendatang.

Tiga tokoh utama dari The Promised Neverland (© Shiroi Kaiyu, Izumi Posuka / Shueisha, Promised Neverland Production Committee)

Premis Cerita

Berlatar pada tahun 2045, Emma (Sumire Morohoshi), Ray (Mariya Ise), dan Norman (Maaya Uchida) adalah tiga anak terpintar dalam suatu panti asuhan. Tidak seperti panti asuhan pada umumnya, para anak – anak diberikan edukasi secara intensif dan juga makanan yang sehat dan mewah. Kemudian ketika anak – anak tersebut berusia lebih dari 6 tahun, mereka akan dicarikan orang tua adopsi. Namun pada suatu malam, Emma dan Norman tidak sengaja melintasi area terlarang dalam panti asuhan tersebut. Di sana, mereka melihat kejadian yang tak terduga. Alih – alih menemukan orang tua adopsi, mereka justru melihat monster yang menakutkan. Akhirnya diketahui selama ini para anak hanya diternak untuk ‘dipanen’ dan dijadikan santapan para monster di luar panti asuhan.

‘Monster’ dalam The Promised Neverland (© Shiroi Kaiyu, Izumi Posuka / Shueisha, Promised Neverland Production Committee)

Twist demi Twist

Advertisement Inline

Mengusung premis cerita yang unik, The Promised Neverland mampu membawakan keseluruhan cerita dengan sangat baik. Dalam episode perdananya, diceritakan bagaimana damainya situasi panti asuhan pada awalnya, kemudian suasana berubah mencekam dan menegangkan ketika sosok ‘monster’ dan sifat asli sang Mama dimunculkan. Ketika mengetahui permasalahan utama dalam anime ini, tentu para penonton langsung mengerti arah ceritanya, yaitu bagaimana Emma dan teman – temannya bertahan dan kabur dari panti asuhan tersebut. Hal inilah yang menarik, karena ketika para penonton sedang berpikir mengenai kelanjutan cerita, banyak sekali plot twist tak terduga yang disisipkan.

Hal yang membuat anime ini sangat baik dari segi cerita adalah, plot twist yang banyak tadi disusun beriringan dengan jeda yang hanya sebentar. Atmosfir yang mencekam ketika menonton akan diperkuat dengan plot yang berbobot, sehingga penonton tidak diberi waktu untuk bernafas lega. Selain itu, hampir di setiap akhir episode, disuguhkan scene – scene yang cukup menggantung, membuat para penonton dengan mudah dibuat penasaran akan kelanjutan ceritanya. Genre misteri sangat kuat dan dieksekusi dengan baik,  penyelesaian dalam setiap misteri juga terlihat masuk akal dan tidak terasa dipaksakan sama sekali.

Karakter Mama sebagai tokoh antagonis utama (© Shiroi Kaiyu, Izumi Posuka / Shueisha, Promised Neverland Production Committee)

Ulasan berlanjut ke halaman selanjutnya.

4 KOMENTAR

  1. kalau menurut saya, desain karakter memang sudah tidak bisa di ganggu gugat. karena dari manga nya sendiri memang sudah begitu, jadi mau tidak mau cloverworks harus memenuhinya. kalau tidak pasti bakal diprotes ama fans manga readernya.
    di sisi lain, menurut saya desain yg seperti itu agar tujuannya lebih gampang dibedakan oleh penonton/pembaca. mangakanya mungkin faham untuk menghindari “same face syndrome”, mengingat karakter di anime ini lumayan banyak. yg penting masih dalam batas wajar bentuk wajahnya masih bisa ditolerir

    • yup, cuma untuk penonton yang tidak mengikuti manganya, agak kaget dengan desain wajahnya yg enggak proporsional, tapi cuma di first impression nya aja, setelah itu juga gak terlalu mengganggu. thanks inputannya 😀

  2. menurut saya sudah bagus tapi ada beberapa kekurangan dari segi grafik dan cerita.seperti grafik nya kurang menyakini ssdangkan dari segi cerita masih mengantung

    • kalau tidak salah season 2 nya bakal rilis tahun depan, emang harus sabar nungguin kelanjutannya 😀

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.