BAGIKAN
Rangkaian MRT set 1 (Foto: Ragil Prasetyo)

PT MRT Jakarta terus mengevaluasi berbagai hal sejak dimulainya operasi secara komersial. Data-data selama operasi komersial juga telah dimiliki dan selanjutnya akan dilakukan perbaikan.

Data dari MRT Jakarta terkait jumlah penumpang selama 2 hingga 28 April 2019 menunjukkan rata-rata jumlah penumpang per hari sebanyak 82.615 penumpang.

Jumlah tertinggi selama periode itu tercatat pada tanggal 13 April 2019 yaitu sekitar 117 ribu penumpang. Untuk jumlah terendah tercatat pada tanggal 4 April 2019 yaitu hanya sekitar 62 ribu penumpang.

Advertisement Inline

Rata-rata peningkatan jumlah penumpang lebih banyak sekitar 11 persen saat akhir pekan dibandingkan saat hari kerja. Penggunaan kartu uang elektronik keluaran Bank masih menjadi yang terbanyak dibandingkan kartu perjalanan tunggal Jelajah.

Relasi perjalanan Lebak Bulus – Bundaran HI menjadi relasi perjalanan terbanyak. Dengan total 156 relasi perjalanan, rata-rata jumlah penumpang relasi Lebak Bulus – Bundaran HI sebanyak 2920 penumpang per hari, disusul Bundaran HI – Lebak Bulus sebanyak 2501 penumpang per hari.

MRT Jakarta juga diharapkan menjadi transportasi massal yang dapat diandalkan ketepatan waktunya. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, sejak 1 hingga 21 April 2019 tingkat ketepatan waktu layanan operasi MRT Jakarta mencapai 99,8 persen.

Selama April 2019, tarif komersial layanan MRT Jakarta mendapat potongan tarif sebesar 50 persen. Pihak MRT Jakarta belum dapat memastikan terkait keberlanjutan potongan tarif ini setelah bulan April 2019. Di sisi lain, potongan tarif ini masih diusulkan untuk dilanjutkan atas dasar untuk melanjutkan familiarisasi dan sosialisasi, meningkatkan ridership dan menambah jumlah penumpang loyal.

MRT Jakarta juga akan mengoperasikan jeda antar kereta setiap 5 menit pada jam sibuk mulai Mei 2019. Persiapan telah dilakukan selama akhir pekan di bulan April 2019 pada pukul 21.00 hingga 03.00.

Pelatihan dilakukan dengan menambah jumlah perjalanan kereta dan berhenti di masing-masing stasiun, tanpa membuka pintu kereta. Pelatihan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan gapeka yang telah disusun. Namun, ditemukan kejadian dimana masinis yang terlambat berpindah kabin dikarenakan tidak memperhatikan instruksi kerja. Masinis perlu memastikan work instruction schedule pada saat sign-on dipandu oleh Driver Duty Section Head.

Hal lain yang juga telah diperbaiki yaitu suara pemberitahuan otomatis. Sebelumnya, suara pemberitahuan otomatis yang ada di dalam kereta dikeluhkan karena suara yang kurang terdengar jelas dan intonasi yang kurang nyaman didengar.

Cemplus Newsline by KAORI

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.