BAGIKAN
Nobuhiro Watsuki/ ©Shuheisha/ ©2020 "Rurouni Kenshin" Final Chapter Production Comitee

Pada tangal 7 Juni 2019, proses syuting film live action yang diadaptasi sebuah manga terkenal karya Nobuhiro WatsukiRurouni Kenshin” akhirnya telah selesai setelah berjalan selama 7 bulan. Film terbaru berjudul Rurouni Kenshin Final Chapter (るろうに剣心 最終章) ini telah melibatkan 6000 orang dalam proses syutingnya dan meliputi 43 lokasi berbeda di seluruh penjuru Jepang, yaitu di Kyoto, Nara, Shiga, Mie, Hyogo, Kumamoto, Hiroshima, Tochigi, Saitama, Shizuoka, Osaka, dan Nagano.

Pada saat selesai syuting, pemeran Himura Kenshin, Takeru Satoh mengatakan “Saya sangat senang memerankan karakter favoritnya (Himura Kenshin) selama ini dan saya menikmatinya.” Di saat selesai syuting, sang mangaka Nobuhiro Watsuki memberikan karangan bunga dan gambar Himura Kenshin yang dikerjakan olehnya secara langsung kepada sang pemeran Kenshin yaitu Takeru Satoh.

Artwork Spesial Kenshin karya Nobuhiro Watsuki untuk Takeru Satoh.
Advertisement Inline

Film “Rurouni Kenshin Final Chapter” yang diproduseri oleh Ken Sato dan disutradarai oleh Keishi Otomo akan terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama filmnya adalah cerita masa lalu Kenshin sebelum mendapat julukan “Hitokiri Battousai” dan luka yang menyilang di pipinya Kenshin yang belum pernah diceritakan sebelumnya. Bagian keduanya mengadaptasi cerita dari lakon (arc) terakhir manganya, yaitu “Jinchuu Arc”. Dalam lakon ini, Kenshin harus berhadapan dengan Enishi Yukishiro yang merupakan adik dari pasangan Kenshin yang tewas yaitu Tomoe.

Film “Rurouni Kenshin Final Chapter (るろうに剣心 最終章)” akan diputar di Jepang pada musim panas tahun depan (Summer 2020) dan belum dipastikan apakah dua bagian film ini ini akan ditayangkan di tahun yang sama atau tidak.

Diangkat dari komik berjudul sama Nobuhiro Watsuki,  Rurouni Kenshin dalah serial komik yang bercerita mengenai petualangan Kenshin Himura, seorang mantan Samurai di zaman Restorasi Meiji yang kini harus hidup beradaptasi di zaman Jepang baru di mana Samurai hanya tinggal sejarah.

Serial komik ini pernah diangkat menjadi anime pada tahun 1996 lalu, di mana animenya sempat ditayangkan di Indonesia melalui stasiun televisi SCTV, RCTI, TRANS TV, dan Global TV. Selain itu komik ini juga sempat diadaptasi ke dalam film live action sebanyak 3 judul, yang kesemuanya juga telah diputar di Indonesia. Adapun komiknya sendiri juga telah diterbitkan di Indonesia oleh penerbit Elex Media. Di Indonesia dan di banyak negara lainnya, serial ini dikenal dengan judul Samurai X. Adapun film-film live action Rurouni Kenshin terdahulu juga telah dirilis di Indonesia.

Baca juga ulasan KAORI atas film-film sebelumnya:

Ulasan Film: Rurouni Kenshin – Kyoto Inferno

Ulasan Film : Rurouni Kenshin – The Legend Ends

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.