BAGIKAN
Stasiun Tomioka yang baru setelah diperbaiki akibat terbengkalai setelah ditutup (Wikipedia/Cho.exp)

Jumat (5/7),  JR East mengumumkan jalur kereta api (KA) Joban akan kembali dioperasikan seluruhnya. Sebelumnya, jalur ini ditutup setelah kerusakan setelah gempa besar Tohoku 2011 lalu. Jalur ini direncanakan akan dioperasikan pada tahun fiskal 2019, lebih cepat daripada rencana sebelumnya yaitu pada tahun 2020.

Bersamaan dengan pengoperasian ulang jalur tersebut, JR East merencanakan akan membuka layanan KA Ekspresnya, yaitu Hitachi dan Tokiwa dari Tokyo menuju Sendai secara reguler. Sebelumnya layanan KA dipotong relasinya sehingga hanya beroperasi sampai Stasiun Iwaki. Kereta Rel Listrik (KRL) yang digunakan saat ini adalah seri E657, kereta yang mulai diproduksi pada tahun 2011 ini dapat berjalan di jalur dengan aliran listrik AC maupun DC.

KRL milik JR East seri E657 (Wikipedia/enuhachi)

Jalur Joban sendiri merupakan jalur KA yang menghubungkan Tokyo dengan Sendai. Jalur ini dinyatakan ditutup setelah gempa besar Tohoku dan insiden PLTN Fukushima yang lalu. Mulai diperbaiki dan dibangun ulang mulai tahun 2011, jalur ini direncanakan akan kembali beroperasi pada tahun 2020 nanti, namun dipercepat menjadi tahun 2019 ini. Penutupannya dilakukan di antara Stasiun Tomioka dan Stasiun Namie, jalur sepanjang 15,9 km ini ditutup lantaran berada di dalam area eksklusi Nuklir Fukushima serta kerusakan jalurnya yang cukup parah. Akibatnya, penumpang yang ingin melewati area ini harus menggunakan shuttle bus dari Stasiun Tomioka ke Stasiun Namie ataupun sebaliknya.

Advertisement Inline

Semoga dengan kembali beroperasinya KA di jalur tersebut, denyut perekonomian didaerah ini akan bangkit kembali ya.

Cemplus Newsline by KAORI | Oleh Ramadhan Krisna Adi P.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.