BAGIKAN
Asuna Osafune (© EMU)

Kimi ni Tomoru Hi atau yang disingkat sebagai Kimitomo merupakan sebuah visual novel yang dirilis oleh Emu pada Maret 2005. Kimitomo menceritakan kisah seorang pria yang kehilangan pekerjaannya dan memulai hidup baru di sebuah daerah di Hokkaido, yang mana pada akhirnya pria yang bernama Kaito Akutsu ini merasa hampa meskipun berada di tempat baru. Di tempat yang baru dan asing ini, hidup Kaito mulai berubah ketika bertemu 3 gadis yang menuntun Kaito ke arah yang masih kelabu.

Kimitomo sendiri ditulis oleh Kaminokeza, sebuah grup produksi yang memegang penulisan skenario game, sound editing, dan manajemen pengisi suara. Desain karakternya ditangani oleh Kai yang sebelumnya memegang desain karakter untuk beberapa novel visual keluaran Emu, seperti Railway ~Koko ni Aru Yume~, Ame ni Utau Tanshikyoku, dan Blue-Sky-Blue. Sementara untuk bagian musik ditangani oleh Team Z-lion.

Advertisement Inline

Latar cerita Kimitomo sendiri berbasis di Hokkaido, karena perusahaan produksi novel visual ini didirikan di Hokkaido dan menjadi bagian dari Hokkaido Eroge Kumiai. Awalnya, Kimitomo sendiri merupakan karya terakhir dari Emu tetapi mereka kembali lagi pada tahun 2012 setelah 7 tahun hiatus dari industri galge atau eroge dengan karya terbaru mereka yang berjudul Pajama-san Konnichiwa yang terinspirasi dari karya sebelumnya yaitu Kimitomo.

Ulasan

© EMU

Kimitomo terbagi dalam 3 rute cerita dengan waktu bermain yang cukup singkat, sekitar 2-10 jam. Rute tersebut adalah rute dari heroine Asuna Osafune yang merupakan main heroine dari cerita Kimitomo, Haine Kagura, dan Kotoha Kawanura. Novel visual ini bersifat partially voiced yang mana ada beberapa karakter yang tidak memiliki suara, dan hanya karakter wanita saja yang memiliki suara.

Tema yang digunakan dalam Kimitomo adalah “yamai heroine” atau yang disebut juga heroine yang memiliki gangguan mental (ini saya dapat ketika memainkan rute Asuna). Sesuai dengan temanya, beberapa sebutan mengenai trauma (terutama PTSD) dan kejiwaan disebut dalam novel visual Kimitomo ini.

Haine Kagura (© EMU)

Skenario dalam novel visual Kimitomo ini disajikan secara ringan, sederhana dan tidak bertele-tele sehingga memainkan novel visual ini akan terasa cepat. Masalah-masalah yang dialami oleh karakter yang ada di Kimitomo ini merupakan kasus yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari, sedikit spoiler saja, seperti pemberhentian pekerjaan yang dialami oleh Kaito atau pun kasus kekerasan keluarga yang dialami oleh Asuna. Tetapi, ada beberapa hal mengenai cerita yang sangat saya sayangkan ketika memainkan Kimitomo, seperti jalan cerita yang mudah ditebak atau pun kurangnya perkembangan karakter di novel visual Kimitomo.

Musik yang ada di Kimitomo sendiri jujur saya sangat menikmatinya, terutama lagu temanya yang dinyanyikan oleh CAMARU berjudul Hikari yang masih sering saya dengarkan bersama lagu OST lainnya. Desain karakternya sendiri pun sesuai dengan skenario ceritanya yang sederhana, namun menyimpan ketertarikan sendiri. Tidak bisa banyak kata yang saya uangkapkan untuk desainnya sendiri, namun yang membuat saya betah memainkan Kimitomo ini adalah desain karakternya.

Kotoha Kawanura (© EMU)

Kusoge dan Utsuge merupakan tipe game yang bisa saya berikan dari Kimitomo. Kusoge sendiri merupakan sebutan untuk game yang membosankan dan Utsuge sendiri merupakan game yang memiliki tujuan membuat depresi para pemainnya. Alasan saya memberikan kedua tipe game ini dalam novel visual Kimitomo adalah plot yang umum dan cepat serta klimaks yang terasa simpel membuat game ini sedikit membosankan. Selain itu, di beberapa scene ada saja yang membuat saya depresi serta kesal terhadap beberapa karakter di Kimitomo. Tapi perlu diingat kembali ini semua kembali kepada penilaian kalian masing-masing.

Kesimpulan

© EMU

Setelah sekian lama saya mulai menulis lagi akan ulasan novel visual karena disibukkan oleh urusan luar, saya persembahan ulasan singkat ini kepada para pembaca.

Kimitomo merupakan sebuah novel visual lawas yang menceritakan kisah para karakternya yang mengalami kehampaan, kesepian, hingga trauma. Karenanya, cerita di novel visual ini memberikan kesan realitis kepada pemain bahwa hidup itu juga memiiki sisi gelapnya. Namun, saya bersyukur sekali meskipun ceritanya bernuansa utsuge, Kimitomo masih memiliki akhir bahagia di akhir rute heroine-nya.

Memang sedikit membosankan ketika memainkan novel visual Kimitomo ini, tetapi ada bagian di mana saya menikmati novel visual ini juga. Dan terlebih lagi sedikit susah mencari novel visual lawas seperti yang satu ini.

KAORI Nusantara

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.