BAGIKAN

Dari segala hingar bingar kegiatan yang dilakukan oleh para penggemar Jejepangan Indonesia, ada satu kegiatan yang sangat menarik minat saya sejak beberapa tahun lalu yaitu Anikura. Mengutip blog AniParty, Anikura sejatinya adalah sebuah singkatan dari Anisong (アニソン ) (yang juga adalah singkatan dari Anime Song) dengan Club (クラブ) dan mengacu pada sebuah event musik DJ yang dilakukan di tempat tertentu seperti nightclub, live music houses, atau semacamnya. Di Indonesia sendiri skena Anikura bisa dibilang sudah ada tidak terlalu lama dan tidak terlalu baru juga. Beberapa DJ yang memadukan Anisong dengan musik semacam EDM selalu hadir di tiap event Jejepangan yang ada di seantero Indonesia.

Skena Anikura pun semakin berkembang, tidak hanya tampil di event saja tetapi kini para DJ Anisong lokal sudah banyak yang membuat acaranya sendiri. Saya ingat sekali awal-awal Otagroove hadir membuat event sendiri yang meskipun saya tidak datang tapi mendengar kesaksian teman yang hadir ternyata acaranya cukup seru. Selain Otagroove, ada juga beberapa DJ lokal yang menginisiasi sebuah event anikura yang menurut saya menjadi pembuka lembaran baru skena anikura di Indonesia, yaitu Orutaku, dan inilah event yang akan saya bahas setelah sekian lama saya tidak datang ke event dan membahasnya di sini.

Advertisement Inline

Perkenalan saya dengan event Orutaku sangat berbeda dengan event-event Jejepangan/popkultur lainnya. Biasanya saya tahu info tentang event demikian dari kawan saya yang juga sejawat penggemar Jejepangan. Tetapi untuk Orutaku, saya justru tahu adanya event ini dari kawan saya yang lain yang bukan berasal dari lingkar penggemar Jejepangan. Kawan saya ini adalah orang yang aktif berkecimpung di skena musik indie Ibukota dan sempat mengundang saya untuk menghadiri event clubbing-karaoke besutan kawan-kawan indienya di sebuah music house di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan. Selepas saya menghadiri event kawan saya tersebut, ia menghampiri saya dan bertanya “Gimana? Seru kan? Oiya lu kan suka Jejepangan nih, ada juga loh event serupa kayak gini, namanya Orutaku kalo ga salah coba lu cek aja di Instagram.” Begitu ujar kawan saya.

Sejak saat itu, saya pun mencoba bertanya kepada sejawat tim KAORI mengenai event tersebut. Beberapa mengaku baru tahu ada event tersebut sehingga saya tidak bisa menggali lebih dalam apa yang ada di event tersebut. Pun begitu saat saya coba menanyakan kawan penggemar Jejepangan saya yang lainnya tentang acara ini, belum banyak yang tahu, malah kebanyakan tidak tahu, tetapi kok bisa kawan saya yang tidak terlalu in to dengan Jejepangan malah cukup tahu. Hal ini membuat saya semakin penasaran dan tertarik.

Hingga pada akhirnya saya berniat mencoba datang ke event Orutaku vol.3 by Anggur OT & Victory Toys yang diadakan pada hari Sabtu, 27 Juli 2019. Kebetulan lagi sewaktu saya sudah mencoba berniat datang, salah satu panitia event tersebut menghubungi saya sebagai perwakilan dari KAORI Nusantara. Ternyata panitia sudah berniat untuk mengundang KAORI sebagai media partner, dan kebetulan juga saya ingin pergi ke sana, semakin bulatlah tekad saya untuk datang ke event tersebut.

Saat saya cek akun instagram mereka, event ini diadakan di Joglo Beer, Kemang, tepat sebelah gerbang TPU Jeruk Purut. Tempat yang sangat tidak asing bagi kami para anggota KAORI karena ini tempat kami pernah menggelar konferensi pers untuk launching CD Egoist di awal tahun 2018. Meski begitu aksesnya mungkin akan terasa asing jika kalian belum atau jarang menembus rimba kota bernama Kemang, jika pertama kali ke sana mungkin kalian akan langsung menjadi sahabat baik Google Maps.

Orutaku yang saya datangi adalah Orutaku vol.3, berarti ada vol.2 dan vol.1, tentu saja ini bukan event yang pertama (ya iyalah ya!). Kesan tersebut langsung saya rasakan ketika menginjakkan kaki di bagian belakang Joglo Beer tempat event itu berlangsung. Tepat sekitar pukul 19:20-ish saya datang dan tempat tersebut sudah penuh (hampir sesak) dengan pengunjung. Saya langsung mendapat vibe bahwa “hmmm bakalan seru nih acara, dan kayaknya ketara banget ini bukan yang pertama karena orangnya langsung seramai gini.” So, penasaran seberapa serunya sih Orutaku vol.3?

Mulai dari Lineupnya dahulu

Jadi di Orutaku vol.3 yang saya datangi ini menghadirkan 3 DJ yaitu Mashiro, Krautmilk, dan Redshift. Untuk yang terakhir sudah tidak terlalu asing bagi saya, sudah sering banget nampil di berbagai event dan selalu menjadi “jaminan event rame”, shotout to Redshift. Tetapi 2 DJ lainnya saya belum terlalu kenal, jadi bisa dibilang alasan saya tertarik datang ke Orutaku vol.3 ini adalah “ingin dateng karena ada Redshift tapi juga penasaran dengan 2 DJ lainnya.”

Ketika saya datang, saya langsung disambut dengan musik-musik yang dibawakan oleh Mashiro. Ternyata keren parah! Biasanya sih kalau di event yang ada performance DJ-nya, lagunya ya ga jauh-jauh dari lagu yang sedang populer di kalangan fans Jejepangan saat ini. Tetapi begitu saya datang ke Joglo Beer, langsung disambut dengan lagu ending anime BECK yaitu Full Moon Sway/Moon on the Water.

Seketika kaki saya mulai bergerak ringan maju ke depan dan mengayunkan kedua tangan ke atas mengikuti alunan lagu yang mellow. Sejenak saya teringat masa-masa SMP kelas 1 ketika saling meminjam DVD bajakan BECK dengan teman sekelas dan membahas anime tersebut dengan sangat antusias di kelas. Sungguh sebuah nostalgia, di era ketika Bang Dream mulai menunjukkan taringnya sebagai “anime tentang band”, ternyata masih ada orang yang ingat dengan anime BECK. Tidak hanya saya sendiri, banyak juga pengunjung yang ikut bernyanyi bersama sambil mengayunkan tangannya.

Orutaku memiliki sebuah makna yaitu..

Old Otaku, atau Otaku (yang mungkin berusia agak) tua menjadi tema besar dari Orutaku, yang judulnya sendiri adalah singkatan dari istilah Old Otaku tersebut. Nostalgia akan anime-anime lama menjadi sajian utama dari event ini. Ternyata tidak hanya lagu anime, lagu Jepang “lama” yang ikonik juga menjadi salah satu persembahan di event ini, seperti lagu Tokyo Drift dari Teriyaki Boyz yang dibawakan oleh DJ Mashiro tidak lama setelah lagu Full Moon Sway. Selain itu ada juga lagu beberapa lagu tokusatsu yang diputar oleh para DJ di acara ini.

Berbicara tentang lagu anime yang “nostalgik”, di Indonesia biasanya tidak bisa lepas dari beberapa lagu anime yang sempat tayang di channel TV nasional. Lagu-lagu dari anime seperti Beyblade, Crush Gear, hingga Sailor Moon masuk dalam setlist yang dibawakan oleh para DJ di Orutaku vol.3. Di sela-sela pengunjung yang sedang seru-serunya nyanyi dan joget bersama, tidak jarang saya mendengar ada sayup-sayup suara pertanyaan berupa “Eh bentar ini lagu anime apa ya? Kayak kenal nih tapi lupa”, ya termasuk saya yang seringkali bertanya ke orang di sebelah saya.

This slideshow requires JavaScript.

Dari banyaknya lagu anime “nostalgik” yang dibawakan pada malam itu, ada satu lagu yang menurut saya cukup menarik yaitu This Illusion dari Fate/Stay Night. Lagu ini bisa dianggap sebagai lagu baru ataupun lagu lama tergantung, orang tersebut mengenal Fate apakah dari era novel visual dan anime versi Deen atau era Fate/Grand Order dan anime versi Ufotable. Begitu lagu ini diputar saya langsung ke depan untuk mengambil mic dan bernyanyi bersama pengunjung lain yang juga mengambil mic di depan. Iya, sepanjang acara ini pengunjung bisa ke depan lalu meminta mic dari panitia untuk bernyanyi.

Selain Mashiro, ada juga DJ Krautmilk yang ikut memeriahkan acara pada malam itu. Sayangnya saat Krautmilk tampil, saya sempat pergi keluar sebentar. Tetapi saat saya cek dari Insta story akun IG Orutakuclub, ternyata DJ Krautmilk ini ga kalah seru. Malah bagi saya terbilang cukup unik karena sesekali Krautmilk membawakan lagu anime jadul dengan nuansa koplo, makin tambah joget deh orang-orang di sana. Oh iya yang saya ingat sebelum saya pergi sebentar adalah, saat Krautmilk baru naik stage menggantikan Mashiro, ia langsung membuka penampilannya dengan theme song Mothra yang langsung disambung dengan theme song Detective Conan, keren banget ga sih tuh!

Setelah Krautmilk, tibalah saatnya Redshift tampil dengan setlist yang tidak kalah seru nan nostalgik dari kedua DJ sebelumnya. Sejak pertama kali tampil Redshift langsung membuat seisi Joglo Beer langsung berjoget dan bernyanyi bersama. Meskipun tampil di akhir dan baru memulai permainan sekitar jam 11 malam kurang, tetapi Redshift malah membuat suasana semakin seru meski hari sudah larut. Redshift membawakan berbagai lagu anime dari era 90-2000’an seperti Just Communication dari Gundam Wing, Butter-fly dari Digimon Adventure, dan Pegasus Fantasy dari Seint Seiya. Namun bagi saya momen paling seru dari penampilan Redshift di malam itu adalah saat mereka memainkan lagu Groovin’ Magic, opening dari Top wo Nerae 2! Diebuster dan Little Busters.

Tidak hanya musik dan beer saja

Orutaku vol.3  ini memiliki konten acara yang sangat menarik dengan musik sebagai sajian utama, ada juga hal lain yang bisa dilakukan di Orutaku. Di area Joglo Beer panitia juga menyediakan tempat bermain Playstation, bukan PS4 tetapi PS1! Sungguh menambah kesan nostalgiknya yah. Selain itu di tengah-tengah panitia juga mengadakan Pop Quiz tentang anime/Jejepangan yang tentunya bernuansa Old School alias Jadul. Pertanyaan Pop Quiznya dibagi dalam dua kategori, ada pertanyaan untuk penggemar shoujo dan shonen. Setelah MC membacakan pertanyaan yang sangat trivial dari berbagai anime jadul seperti Paradise Kiss dan Hell Teacher Nube, banyak pengunjung yang ingin mencoba menjawab pertanyaannya. Bagi pengunjung yang berhasil menjawab dengan benar mendapatkan hadiah goodie bag dari Anggur Orang Tua yang merupakan sponsor acara ini.

Orutaku adalah lembaran baru skena Anikura di Indonesia

Saya pribadi memiliki anggapan bahwa selain sebagai momen untuk seru-seruan, event clubbing seperti ini adalah sebuah social space, kegiatan komunal tempat banyak orang dari berbagai latar belakang dan bisa jadi tidak saling mengenal untuk saling berinteraksi bersama dalam satu paduan musik yang dibawakan. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa menurut saya Orutaku membuka lembaran baru bagi skena Anikura di Indonesia. Pemilihan tema Old Otaku, yaitu menghadirkan lagu-lagu anime/Jejepangan ikonik dari era 90-2000’an ini adalah kunci utama keunikan Orutaku.

This slideshow requires JavaScript.

Dengan setlistnya yang nostalgik, Orutaku berhasil membawakan suasana yang tidak saya temukan di event pop kultur/Jejepangan manapun. Biasanya jika datang ke event pop kultur/Jejepangan saya bisa dengan mudah bertemu banyak orang yang saya kenal dan bisa jadi seharian hanya ngobrol saja di event. Tetapi begitu datang di Orutaku, teman yang saya kenal di sana bisa dihitung dengan hitungan jari, sisanya adalah orang-orang baru yang tidak pernah saya temui. Malah saya lebih banyak bertemu teman dari lingkungan kerja saya dibandingkan lingkungan lingkar pertemanan Jejepangan saya di sana.

Setlist nostalgik dari Orutaku mampu menarik minat para fans Jejepangan yang rajin hobi ke event serta menarik pula minat dari kalangan umum yang tidak terlalu in to Jejepangan tetapi suka atau setidaknya pernah menonton anime “jadul” di stasiun TV nasional. Saya benar-benar tidak merasa hadir di sebuah event Jejepangan, melainkan merasakan hadir ya seperti layaknya di event clubbing pada umumnya saja, dengan nuansa Jejepangan sebagai bumbu penyedapnya.

Saat berada di sana saya melihat ada barisan orang yang sedang unjuk kebolehan memutar lightstick yang akrab disebut “wotagei”, ada juga beberapa yang datang mengenakan T-shirt dan jaket Roselia serta Afterglow, tetapi tidak sedikit mereka yang datang karena memang ingin menikmati malam bersama. Pertemuan fans Jejepangan dan pengunjung umum dalam satu crowd adalah sebuah pengalaman paling berkesan dari Orutaku. Saat DJ bermain ada yang wotagei di depan, ada yang mengikuti gestur menyetir mobil saat lagu Initial D diputar, tetapi ada juga yang terus berdansa dan larut dalam keramaian meski tidak tahu apa lagu yang diputar. Itulah sebabnya kenapa saya merasa Orutaku ini berhasil membawa Anikura ke ranah yang berbeda, jika sebelumnya skena Anikura hanya ada sebagai pengisi panggung di event saja, mulai dari event Mangga Dua, Comic Frontier, hingga Indonesia Comic Con, kini Orutaku berhasil membawa Anikura ke ranah umum dengan setlist dan tema yang bagi saya cocok bagi semua kalangan.

Melihat crowd di malam itu juga mengingatkan saya akan satu hal tentang bagaimana fans Jejepangan yang ada di Indonesia, terlebih lagi Jakarta pada khususnya. Sempat muncul berbagai anggapan tentang fans Jejepangan yang dipercaya seperti halnya di Jepang sana, ada NEET, sulit bersosialisasi, introvert, dan sebagainya. Tetapi saya melihat bahwa di Indonesia, fans Jejepangan tidaklah seperti yang dibayangkan, mereka adalah makhluk sosial yang juga masih suka melakukan hal sosial bersama, tidak hanya mengurung diri dalam rumah, tetapi berinteraksi dengan orang lain. Di Orutaku saya melihat bagaimana fans Jejepangan yang ber-wotagei dan hafal adegan henshin Space Sheriff Gavan berada dalam satu tempat bersama mereka yang mungkin saja tidak tahu apa itu istilah “waifu” dan “isekai”. Tidak ada kecanggungan dan jarak di antara kita.

Hal ini benar-benar saya rasakan sendiri, sebenarnya saya datang ke Orutaku ini bersama dua orang teman saya, tetapi ada kalanya kami berpisah karena ramainya suasana, atau terkadang saya yang suka ke depan jika diputar lagu yang saya sukai. Di saat sendirian, saya seringkali dihampiri dan juga menghampiri pengunjung lain (yang tentunya saya tidak kenal, tapi malah berakhir kenalan) yang sedang bernyanyi dan bersorak sorai bersama. Semuanya di sini ramah, semuanya di sini seru, tidak peduli latar belakang dan kesukaan “waifu” atau “husbando” kita siapa.

Afterword

Bagi saya pribadi, Orutaku adalah event yang wajib didatangi oleh kalian yang suka dengan Anikura atau sekedar ingin mencari event clubbing yang sangat seru. Tiket masuk ke event ini dibanderol seharga Rp75.000 sudah termasuk 1 minuman gratis bisa pilih mau beer atau soft drink. Tentu bagi saya harga segitu terhitung worth dengan keseruan dan experience yang dihadirkan di sepanjang event ini berlangsung. Di Orutaku kalian benar-benar bisa bernyanyi dan berjoget ria secara bebas dalam alunan lagu-lagu anime/Jejepangan yang nostalgik nan ikonik bersama crowd yang sangat sangat seru. Jika kamu membaca artikel ini dan suatu saat tiba-tiba melihat ada pengumuman bahwa Orutaku diadakan kembali, kamu benar-benar harus wajib dateng untuk merasakan sendiri serunya acara ini!

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.