BAGIKAN

Masih ingat dengan kasus Yuka Takaoka yang menikam “kekasihnya” sendiri karena terlalu cinta pada bulan Mei lalu? Setelah lama tak terdengar kabarnya, akhirnya kini terungkaplah bahwa sang korban kini selamat dan dalam keadaan baik-baik saja. Dilaporkan oleh Shukan Post sebagaimana dilansir dari The Tokyo Reporter, sang korban yang merupakan seorang pelayan bar mengaku bahwa dirinya ditusuk di bagian hati, dan dilarikan dalam keadaan kritis ke rumah sakit. Namun kondisinya kini sudah membaik, dan bahkan ia tidak menyimpan dendam.

Sang korban mengaku butuh waktu 5 hari hingga kesadarannya kembali setelah peristiwa penikaman tersebut. Pada awalnya menurut dokter, korban yang bekerja sebagai pelayan bar di daerah Kabukichi, dan dikenal dengan nama panggilan Phoenix Luna ini hanya memiliki 20% kemungkinan untuk selamat. Namun pada akhirnya ia berhasil selamat.

Phoenix Luna mengaku selama masa-masa penyembuhan itu dirinya tidak bisa makan dengan normal, hingga membuatnya semakin kurus. Dan ketika ia mengingat kembali peristiwa penusukan yang menimpa dirinya, ia merasa stres dalam memikirkan apa yang harus ia lakukan ke depannya. Karena itulah ia harus menjalani bimbingan konseling.

Advertisement Inline

Setelah peristiwa penikaman yang menimpa dirinya, Phoenix Luna sempat memikirkan untuk pensiun. Namun pada akhirnya ia memutuskan untuk melanjutkan karirnya sebagai pelayan bar setelah dirinya sembuh, karena pekerjaan tersebut adalah satu-satunya kehidupan dan keluarga yang dimilikinya. Apalagi selama ini ia tumbuh besar di panti asuhan, tanpa orang tua, dan hampir tidak pernah bertemu dengan saudara-saudaranya.

Phoenix Luna bertekad untuk terus melanjutkan hidupnya. Ia tidak ingin lari dari nasib buruk yang sempat menimpanya. Dan sejauh ini, hidupnya telah kembali berjalan normal. Bahkan ia sempat mendapat prestasi sebagai pelayan terbaik keempat di tempat kerjanya pada bulan Juli lalu.

Kepada Shukan Post, Phoenix Luna juga mencoba membantah sejumlah rumor yang bermunculan setelah kasus penikaman bulan Mei lalu. Ia membantah rumor yang menyebutkan bahwa dirinya telah tinggal bersama Yuka Takaoka sehari sebelum kasus penikaman terjadi. Menurutnya, ia selama ini tinggal di asrama yang disediakan oleh bar tempatnya bekerja. Phoenix Luna sendiri mengaku mulai berhubungan dengan Yuka Takaoka sejak bulan April sejak sang gadis mulai sering berkunjung ke bar tempat Phoenix Luna bekerja. Belakangan Yuka Takaoka mulai mengajak Phoenix Luna untuk berjalan-jalan bersama mengunjungi kafe kucing ataupun menonton film, hingga menyewa Phoenix Luna untuk melayaninya di bar. Di mata Phoenix Luna, Yuka Takaoka sendiri adalah sosok gadis yang baik-baik dan tidak “eksentrik” sebagaimana disebut-sebut.

Selamat dari kematian

Pada tanggal 23 Mei Phoenix Luna sempat ingin membantu Yuka Takaoka untuk membersihkan tempat tinggalnya di sore hari. Namun Phoenix terlambat datang karena masih sibuk bekerja.

Ia kemudian datang 3 jam kemudian. Namun alih-alih bebersih, ia memilih untuk mandi dan kemudian tertidur. Saat ia tertidur itulah segalanya dimulai.

Saat sadar dirinya telah ditikam hingga mengeluarkan banyak darah, Phoenixpun melarikan diri. Meski ia tidak merasakan sakit, namun ia merasakan keterkejutan dan ketakutan yang amat sangat, hingga mengira akan mati. Apalagi dirinya juga dikejar-kejar. Phoenix sempat berhasil ditangkap kembali oleh Yuka, namun berhasil kabur ke dalam elevator. Namun sesampainya di lobi, kesadarannya menghilang, dan ia tidak mengingat apa-apa lagi. Phoenix mengaku bahwa ia menyukai Yuka. Namun ia juga berkilah bahwa pengakuannya tersebut sengaja dinyatakan dengan harapan supaya Yuka yang menyukai dirinya akan menghentikan perbuatannya.

Tiada dendam

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, Phoenix Luna mengaku bahwa ia tidak menyimpan dendam terhadap Yuka Takaoka. Justru berkat Yuka, Phoenix mengaku berhasil mendapatkan penjualan sesuai target dalam waktu kurang dari setahun sejak ia menjadi pelayan bar.

Siapa sangka kasus penikaman tersebut juga mempertemukan Phoenix Luna kembali kepada kakak-kakaknya. Adalah darahnya yang diambil pihak kepolisian untuk mencari kerabatnya yang masih hidup. Iapun merasa senang bisa berhubungan kembali dengan keluarga yang tak pernah ia temui lagi selama 5 tahun terakhir.

Baca juga:

Opini: Fenomena Attractiveness Bias dan “Surat Cinta untuk Yuka Takaoka”

KAORI Newsline

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.